
"lalu bagaimana caranya kita bisa menemukan rachel" tanya anjas
"sebentar aunty, mom aku sempat memasang pelacak di sepatu dan juga handphone rachel" seru aiden yang baru teringat akan hal itu
"coba aktifkan di mana keberadaan rachel" seru alexsa
saat aiden tengah mencari ia heran tempat penyekapan rachel berada di tengah tengah kota dan sepertinya itu mansion
"dapat mom, tapi sepertinya ini bukan bangunan tua tapi ini sebuah mansion mewah" seru aiden
"ayo kita menuju ke sana" sahut alex dan berjalan deluan
sedangkan di tempat rachel ia baru saja tersadar dari pingsannya
"aaggrrhhh di mana aku ini" ringis rachel
" hay nona manis kita bertemu lagi" seru pria matang yang tadi mengikuti rachel ke toilet
"ternyata kau tidak ada tobatnya" seringai rachel terbit di salah satu sudut bibirnya
"bagaimana bisa aku melewat wanita secantik dirimu" seru pria itu
" kau akan merasakan akibatnya!". sahut rachel
" bos bos, tuan besar dan tuan muda datang ayo cepat dia mencarimu" seru salah satu anak buahnya mereka semua langsung kocar kacir berlari menyambut tuan mereka
"selamat malam tuan besar dan tuan muda" sapa pria itu dan hanya mendapat anggukan
" bagaimana apa di sini aman?". tanya tuan mereka
"aman tuan tidak ada masalag dan juga tidak ada tanda tanda keberadaan lady" jawan orang itu
__ADS_1
tiba tiba dari arah gudang terdengar kekacaun ya siapa lagi jika bukan rachel yg ikatannya sudah terlepas sedari tadi
"apa itu?" tanya tuan mudanya
"bukan apa apa tuan mungkin hanya kucing liar saja" sahut anak buahnya
tidak berselang lama kembali terdengar keributan dari arah luar gerbang
"keparat kembalikan adikku" teriak aiden sementara alexsa sudah berkelahi dengan anak buah di mansion itu bukan apa apa bagi alexsa dengan waktu sekejap mereka berhasil menerobos masuk ke dalam mansion
mereka berjalan sampai hampir mendekati tempat tuan besar tadi
alexsa terus menyerang mereka tanpa ampun
bukh
bukh
bamm
salah satu anak buah tuan muda itu terlempar sampai ke kaki tuan mereka
"apa yg terjadi, siapa kalian?". tanya tuan mudanya
"kembalikan putriku atau kalian semua akan mati di tanganku" teriak alexsa aura hitam pekat itu kembali keluar mereka yg ada di sana merasakan aura yg tidak asing itu
"putri apa maksudmu kami tidak mengerti" sahut tuan muda
" aiden mana orang yg telah menculik rachel ?". tanya alexsa
" yang itu mom" tunjuk aiden pada pria matang itu dan itu membuat pria tersebut ketakutan setenga mati
__ADS_1
" apa yg kau lakukan kenapa kau mencuri anak orang? " tanya tuan besar itu
" tidak usahh banyak bicara kembalikan putriku" tekan alexsa
"mom aku di sini" tiba tiba rachel bersuara dari salah satu bilik
" sayang kamu baik baik saja kan?" tanya alexsa
" yes mom aku baik baik saja" sahut rachel
saat alexsa berbalik dan mengangkat kepalanya mereka semua terkejut melihat wajah yang telah lama mereka cari dan rindukan
"baby/mommy/lady!".seru meraka semua yang ada di sana membuat alexsa dan ketiga anaknya terkejut
ya tuan muda dan juga tuan besar itu adalah edward dan juga raymon. tanpa permisi edward langsung memeluk alexsa
"maaf tuan anda mungkin salah orang" seru alexsa dengan raut muka bingung
"tidak, aku tidak perna salah mengenali wajah istriku" ucap edward membuat si kembar mengeryitkan alis mereka
"ra apa kau yakin dia daddy kita" tanya aiden pada rachel
" mungkin saja" seru rachel
tapi saat di alexsa masih berada di dalam pelukan edward ia merasa kepalanya sangat sakit bayang bayang dua pria itu kembali muncul dan akhirnya alexsa jatuh pingsan
Bruukkkk
"baby/mommy" teriak edward, raymon, dan si kembar.
Bersambung
__ADS_1