Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
42. jangan sentuh kesayanganku


__ADS_3

hari hari yg di lewati alexsa anjas paman sam dan juga anak anak alexsa membuat hidup serasa berwarna setiap hari mereka di suguhkan kasih sayang antara si kembar kegembiraan semua menjadi lengkap, meski alexsa masih berusaha mengingat siapa suaminya dan keluarganya.


hari ini alexsa, paman sam, anjas, aiden, Rachel, dan alex akan berangkat ke australia untuk meneruskan pendidikan anak anak alexsa.


"ra akhirnya kita keluar dari desa ini, mari berusaha lebih keras agar kita bisa mengetahui kejadian masa lalu mommy" bisik aiden di telinga rachel


"apa yg sedang kalian bicarakan kak" tanya alex


"hey anak nakal nanti juga kau tau sendiri" ucap rachel di akhiri ledekan


"selalu saja seperti ini" seru alex dengan nada kesal


akhirnya mereka berangkat menggunakan mobil temannya paman sam dari australia


"paman lalu kita tinggal di mana?" tanya alexsa


"paman sudah menyediakan rumah tenang saja" seru sam


"baiklah jika begitu, emmm maaf merepotkanmu paman" tidak enak alexsa


" hey apa yg kau katakan al, aku tulus menolongmu percayalah" ucap sam


sedangkan yang lain hanya menyimak pembicaraan mereka berdua.


setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai di depan rumah yang minimalis



"ayo anak anak masuk" seru alexsa


"aunty anjas kau kenapa diam saja dari tadi" tanya rachel


"aduhh aunty mabuk perjalanan jangan bertanya lagi oke" sahut anjas dan itu membuat rachel tertawa terpikal pikal melihat ekspresi anjas


"sudah sudah rachel ayo masuk udara di luar dingin tidak baik untuk kesehatan" ucap alexsa


"yes mom kami datang" jawab aiden

__ADS_1


saat mereka masuk ke dalam alexsa di buat takjub meski kecil tapi rumah itu tertata dengan rapi tidak terlalu mencolok dan itu langsung membuat alexsa nyaman.


"sayang kamar di sini cmn tiga tidak apakah kalian bertiga sekamar" tanya alexsa pada anak anaknya


" tidak apa mom kami setuju" jawab cepat rachel dan itu membuat alexsa curiga


" jangan berbuat macam macam okee" seru alexsa


"tenang saja mom" jawab alex


"mom bisakah sebentar malam kami keluar?" tanya aiden dan mengode pada saudaranya untuk membantu


" ya mom kami ingin melihat lihat, terlalu lama tinggal di desa membuat kami ingin keliling kota" sahut rachel


" baiklah tapi tidak boleh lama" seru alexsa


"tentu mom" sahut alex


malam pun tiba aiden dan kedua saudaranya tengah bersiap siap mereka membawa semua perlengkapan yang akan mereka butuhkan seperti laptop charger dan tak lupa rachel selalu membawa belati yang ia tak sengaja temukan di kamar sang mommy serta senjata api yg berada pada aiden.


"mom kami pergi dulu" pamit rachel karna kedua saudaranya telah keluar lebih dulu


"emmm" sahut rachel


mereka beriga berjalan ke arah tanam yang tak terlalu jauh dari perumahan tapi ternyata sinyal di situ masih tidak mendukung, akhirnya mereka memutuskan naik kendaraan umum dan pergi ke kafe terdekat, seperti orang yang sudah lama tinggal di Australia mereka menyebutkan tempat tujuan mereka tanpa salah sedikitpun


saat sudah sampai mereka bertiga turun dan berjalan masuk ke dalam cafe dan mereka memesan makanan sembari menunggu makanan datang mereka membuka laptop masing masing. aiden bertugas mencari data data keluarga mommynya sedangkan rachel bertugas mencari siapa daddy mereka, dan alex bertugas meretas data organisasi terlarang


"baiklah mari mulai" ucap aiden dengan suara rendahnya


jari jari lentik mereka mulai berselancar di atas keyboard, aktifitas mereka terhenti karna pelayan datang membawa makanan mereka


sembari makan tangan mereka tidak diam saja


"aku dapat" seru rachel sangat antusias


"apa yang kau dapat ra?"tanya aiden

__ADS_1


"nama daddyku" seru rachel dengan cengengesan


"apa gambarnya tidak di sertai?" tanya aiden lagi dan di jawab gelengan kepala oleh rachel


" edward watson abraham seorang king mafia terbesar" seru alex karna dapat meretas nama organisasi sang daddy


"ya kemungkinan dia daddy kita" kata rachel


saat mereka tengah asik bercerita rachel izin ke toilet


"ai aku ingin ke toilet sebentar" seru rachel


"mau di temani ra" sahut aiden


"tidak perlu" jawab rachel


saat rachel berjalan ke arah toilet sepasang mata tengah memandang takjub padanya ia mengikuti rachel sampai ke toilet dan menunggu di depan pintu, entah itu ikatan persaudaraan yg kuat aiden pun menyusul rachel ke toilet saat sampai ia melihat seorang lelaki matang tengah membekap mulut rachel


"jangan sentuh kesayanganku" teriak aiden membuat orang itu terkejut tapi tidak dengan rachel dia malah tersenyum manis


"lepaskan kesayanganku" seru aiden lagi


"jika kau ingin dia kembali lawan aku dulu" tantang pria itu


dan dengan secepat kilat aiden menyerang dan melepaskan rachel


bukh


bukh


srekk


aiden mengeluarkan senjata apinya dan menarik pelatuk serta menodongkan pada orang itu namun secepat kilat rachel berlari ke arah aiden dan memeluknya


"ai hentikan kau bisa di penjara jika membunuhnya" bisik rachel membuat aiden menyimpan kembali senjata apinya dan berkata


"jika kau berani menyentuh kesayanganku lagi aku tidak segan segan membunuhmu" perkataan itu seperti bom waktu yg kapan saja bisa meledak jika ia menyentuh wanita itu.

__ADS_1


"baiklah maafkan saya" ucap orang itu dan saat ia berbalik terlihat senyum miring tapi masih terlihat wajah pucatnya.


Bersambung....


__ADS_2