Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
chapter 6


__ADS_3

pagi itu semua penghuni mansion telah berkumpul di ruang makan, mereka menjalankan ritual sebelum melakukan aktivitas masing masing.


"ai" bisik alex pada aiden yg duduk di sampingnya


"eum" sahut aiden tanpa menoleh pada alex


"apa kau tidak risih dengan keberadaannya" seru alex Lagi tapi dengan sorot mata menuju pada ana, Dan aiden mengikuti arah tatapan alex


"risih tapi apa boleh buat" sahut acuh Aiden


"sejak kapan kalian jadi suka ngegibahin orang" suara rachel mengalihkan perhatian semua yg ada di meja makan


"apa maksudmu kak" polos alex padahal Dia sendiri tau jika kakaknya sedari tadi mendengar percakapan mereka


"sudah lupakan, ayo Kak kita akan terlambat jika menunggu mereka" acuh rachel sembari menarik tangan ana pergi ke garasi mobil


mobil rachel dan ana meluncur dengan sempurna menuju luar rumah dan melewati alex juga aiden yg berlari ke garasi juga

__ADS_1


"dia benar meninggalkan kita" gumam alex yg masih bisa di dengar oleh aiden


"eum, kita membicarakan kakak barunya itu sebabnya mood paginya buruk" sahut aiden


akhirnya mobil aiden dan alex meluncur juga menuju sekolah mereka


mobil rachel dan ana memasuki kawasan sekolah elit itu, mobil mereka menjadi perhatian siswa siswi di sana apalagi saat rachel keluar bersama ana membuat mereka kagum.


"Hey lihatlah mengapa ana bisa berangkat dengan rachel" seru salah satu siswi, tapi rachel tetaplah rachel yg cuek dan juga dingin rachel yg seperti ini Sangat mirip dengan alexsa sang mommy


"ana" panggil amara sang geng bully


"apa sekarang kau telah menjadi pengikut anak sok berkuasa itu" tanya amara sembari menunjuk rachel


"apa urusanmu" sahut ana membuat amara tersulut emosi, dan tangan amara hendak menampar ana


Plaakkk

__ADS_1


ana menutup Matanya rapat2 tapi ana tidak merasakan sakit di pipinya, dan saat jeritan Amara terdengar ana baru sadar jika bukan ia yg di tampar melainkan tangan rachel lah yg lebih dulu menampar pipi amara


"aargghhh" jeritan amara mengundang mata semua siswa siswi untuk melihat termasuk teman2 amara


"berani tangan kotormu itu menyentuh kulit kakakku, maka tangan itu tidak akan ada di tempatnya Lagi" suara rendah rachel membuat amara bergidik ngeri


"apa ma-maksudmu menyebutnya kakak" seru amara dengan gemetar karna Aura yg di keluarkan Rachel begitu mendominasi


alex dan aiden yg baru tiba pun merasa sesak di dada dan mereka teringat akan rachel, mereka berdua segera berlari mencari rachel saat semakin mendekat ke tempat rachel dan ana kedua saudara itu tersentak saat meresakan Aura mematikan di sekitar koridor, saat mereka mengedarkan tatapan mereka melihat rachel hendak kembali memukul amara, aiden berlari kencang. saat tangan rachel hampir menghantam wajah amara tangan kekar aiden lebih dulu menarik pinggang rachel sehingga rachel jatuh ke dalam pelukan sang kakak.


"lepaskan gw ai" seru el tanpa menoleh ia sudah tau itu aiden


"udah el, tenang" pelukan hangat aiden membuat perlahan emosi rachel menghilang dan aiden merasakan tubuh rachel bergetar yg berarti ia sedang menangis


" dia ingin menyakiti kakakku ai" gumam rachel di pelukan aiden


" Sudah tenanglah, ana sausage bersama alex" seru aiden

__ADS_1


"ai gw mau pulang" ucap rachel


"oke kita pulang, ayo minta izin dulu pada gurumu" seru aiden membawa rachel.


__ADS_2