
"mommy kami pulang" teriak rachel dari arah pintu masuk rumah yang tidak terlalu besar
"jangan teriak teriak Sayang kau mengganggu paman sam istirahat" nasehat alexsa
"uppss maaf paman" seru rachel dengan imutnya
ya mereka bertiga adalah anak anak dari alexsa sekarang mereka telah berusia 13 tahun dan mereka sekarang duduk di sekolah menengah pertama karna otak yang sangat cerdas yg mereka turuni dari mommy dan juga daddynya mereka bisa loncat kelas yang tadinya masih harus kelas 1 smp menjadi kelas 3 smp.
alexsa berencana melanjutkan pendidikan anak anaknya ke kota australia untuk menambah wawasan sang anak, tanpa alexsa ketahui mereka sekarang sedang bekerja di bidang masing masing dengan aiden sebagai pemimpim mereka sedang meretas Data Data mengenai sang mommy Dan siapa daddy mereka tapi karna sinyal yang kurang mendukung mereka seperti kesulitan dalam meretas Data data tersebut, belum lagi data data itu di kunci sangat rapat.
"sayang ayo ganti baju kalian dan makanlah mommy sudah menyiapkannya" seru alexsa dari arah dapur
"ayo cepat mommy sudah memanggil" seru alex
"iyaa ayo kita makan dulu sebelum mommy curiga" Final aiden
"hai Mom, apa kepalamu masih sakit" tanya aiden
"ya tapi tinggal sedikit" seru alexsa dengan sedikit cengengesan
"jangan lupa memakan obatmu Mom" seru rachel
__ADS_1
"tentu tuan putri" balas alexsa
"Mom apa mereka msih sering datang di mimpimu" tanya aiden
"ya Boy masih tapi mommy tidak bisa melihat jelas wajah dari dua orang pria itu" jawab alexsa
"apa yang sedang kalian bicara? pria siapa?" tanya rachel
"semalam aku tidur bersama mommy tapi saat tengah malam mommy mengigau memanggil honey, entah siapa orang yang mommy mimpikan" cerita aiden
"Mom besok datanglah ke sekolah karna kepala sekolah ingin membicarakan sesuatu dengan mommy" seru alex yang baru teringat akan hal itu
"kalian tidak melakukan kesalahan bukan?" selidik alexsa dan di jawab gelengan dari ketiga anaknya.
"selamat pagi pak saya datang untuk memenuhi panggilan" seru alexsa dengan sopan
"cantik juga ibu si kembar Kalau di cicipi sedikit tidak apa kan" batin kepala sekolah
"mari bu kita bicara di ruang pribadi saya"kata kepsek tersebut
"maaf apa tidak bisa di sini saja" tolak alexsa
__ADS_1
"tidak bisa ini sangat penting" ucapnya lagi
"baiklah" setuju alexsa dan mengikuti langkah kepsek itu ke ruang pribadinya
saat tengah berjalan kepsek itu berbalik dan mendorong alexsa hingga alexsa tersandar di dinding ruangan tersebut.
"sudah ku duga" batin alexsa
seringai yang sudah lama hilang kini terbit kembali jiwa devil alexsa kembali bangkit
saat kepsek itu mencoba menyentuh alexsa kembali dengan secepat kilat alexsa memutar tangannya ke belakang dan itu membuat kepsek tersebut kesakitan dan akhirnya perkelahianpun terjadi tidak butuh waktu lama alexsa bisa menaklukan kepsek tersebut, dan tanpa mereka sadari ada tiga pasang mata yang memperhatikan mereka siapa lagi kalau bukan anak anak alexsa.
"wahh mommy seperti sudah terlatih" seru alex
"Ra apa kau sepemikiran denganku" tanya aiden pada saudara kembarnya
"ya sepertinya dugaan kita benar" ucap rachel
"apa yang sedang kalian bicarakan" tanya alex
"diamlah anak nakal" seru rachel membuat alex mendengus kesal
__ADS_1
"baiklah mari kita selidiki lagi" ajak aiden pada kedua saudaranya
bersambung.....