
" berani yah kalian duduk di sini" seru Laura
"memangnya ada apa kalau kami duduk di sini" jawab Anna, sedangkan Rachel hanya menatap datar wanita di hadapannya
"kau tau ini tuh tempat duduk gw" seru Laura lagi dengan sengit
"mohon maaf yah tapi ini untuk umum" balas Anna
dan mereka terus adu mulut.
" kalian jangan macam macam yah aku bisa mengeluarkan kalian dari kampus ini, mengapa kampus bergengsi ini mau menerima mahasiswa bantuan seperti kalian" ujar Laura dengan nada keras
"lakukan saja jika kau bisa!! ". suara datar dan dingin itu akhirnya terdengar juga
"oh gw pikir lu bisu, abisnya dari tadi diam aja" hina Laura dengan sinis
" saya mau lihat sampai di mana kemampuan mu untuk mengelurkan mereka" sahut suara yang lebih datar dari suara wanita tadi
" ahhhh sayang kau mengejutkanku" suara manja Laura kembali terdengar dan tiba tiba menggandeng lengan Aiden
Braaakkkkk
Rachel berdiri dan menggebrak meja di hadapannya sembari berjalan ke arah Laura dengan tatapan tajam, semua orang yang melihat adegan tersebut sangat yakin jika mereka benar benar kekasih.
__ADS_1
"lepaskan dia" seru Rachel dengan intonasi suara yang rendah dan mimik wajah yang sangat datar
" kau pikir kau siapa nyuruh gw buat lepasin kekasihku" ucap Laura dengan percaya diri yang sangat tinggih
" lepasin atau itu akan terlepas dengan tanganmu" ucap Rachel dengan aura hitam pekat
Alex yang tidak jauh dari sana langsung merinding merasakan aura sang kakak, apalagi seisi kantin tiba tiba diam karna saking sesak dan panasnya hawa di kantin tersebut.
" saya bilang lepas" Rachel membentak dan menyentak tangan laura sehingga sang pemilik tangan terhuyung ke belakang dan menabrak meja kantin.
"jangan melewati batasmu yah, kamu tau dia siapa, dia adalah anak kepala yayasan ini" teman Laura itu bersuara meski masih dengan badan yang bergetar karna takut.
" gitu aja bangga" seru Anna dari samping Rachel
"apa lo bilang, belagu bangat yah anak beasiswa ini" ujar Laura yang telah berdiri lagi
" dasar belagu bangat sih" ucap Laura hendak menampar pipi Rachel
" jangan berani berani sentuh dia pakai tanganmu itu" teriak Aiden hingga tangan Laura hanya berhenti di udara.
"pergi kalian atau aku yang akan menyakitimu" bisik Aiden hingga membuat Laura langsung berjalan pergi.
setelah masalah di kantin tadi kakak adik itu akhirnya pulang ke rumah mereka.
__ADS_1
"Mom kami pulang" teriak Alex
"little boy jangan teriak teriak ini bukan hutan" seru edward dari lantai 2 mansion itu
" mommy ke mana?". tanya Rachel karna tidak mendapatkan sang mommy
"mommy sedang pergi ke markas ada berkas yang harus di ambilnya" seru sang daddy
" sayang, daddy ingin bicara pada kalian semua, setelah makan siang datanglah ke ruang kerja daddy yah" celetuk sang daddy saat anak anaknya hendak naik untuk berganti pakaian
"siap dad"
" oke dad"jawab kakak beradik itu
setelah berganti pakaian dan pergi memakan makan siangnya mereka akhirnya sudah berkumpul di ruang kerja sang Daddy
" jadi apa yang hendak daddy sampaikan" seru Aiden tak sabaran
" sabar boy" sahut edward dengan kekehan khasnya
" begini daddy memanggil kalian semua ke sini untuk memberi tahu bahwa, daddy mommy, uncle, aunty akan melepas jabatan di tiga perusahaan besar itu, jadi apa kalian siap?". tanya edward dengan wajah penuh harap
" kalau kami mau mau saja toh semuanya akan terjadi" sahut Rachel
__ADS_1
" kalau begitu daddy berterimakasih pada kalian semua, daddy bangga memiliki kalian" ucap edward terdengar haru.
" baiklah silakan kembali dan beristirahat" ujar edward dan di angguki oleh di kembar juga Anna.