Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
Chapter 14


__ADS_3

"apa yang sedang kalian bicarakan" tanya alexsa yang baru tiba dari dapur dan membawa camilan serta minuman.


" tidak ada apa apa baby". jawab edward dengan cepat


"siapa yang sedang kalian bohongi?".seru alexsa dengan tatapan intimidasinya


"huuffff" edward membuang nafas. " baby apa kau tau mafia starred?" tanya edward sembari menatap sang istri


"eumm,,,ada apa dengan mafia itu?" tanya alexsa sembari menaikan salah satu alisnya


"putramu baby" sahut edward dengan tatapan memelas, sedangkan brayen hanya memperhatikan percakapan suami istri tersebut.


"putraku yang mana ed? mereka ada tiga". seru alexsa yang filingnya sudah pasti tertuju pada raymon


"aiden sweety" bukan edward yang menjawab melainkan brayen


" apa!! bagaimana bisa?" kejut alexsa


"aku pun bingung baby" pusing edward sembari memijat pelipisnya


sedangkan di kamar aiden, rachel masih nyaman berada di pelukan aiden sampai sampai ia seperti seekor anak monyet yang terus bergelayut manja pada kakak kembar


"el tidurlah di ranjangku" pinta aiden yang sudah merasa penat


" tidak ai, aku ingin bersama tuan devil ini" jawab rachel seolah olah ia sedang bicara pada dua orang berbeda.


"ya sudah ayo kita tidur aku lelah el" seru aiden membuat rachel mengeratkan pelukannya


akhirnya mereka berdua tertidur bersama, namun tak berselang lama terdengar teriakan ana sang kakak yg memanggil manggil rachel


"el,,el,,rachel" teriak ana hingga membuat alex berlari dari kamarnya karna terkejut di susul oleh daddy and mommy serta unclenya

__ADS_1


"ana ada apa?". tanya edward


"iya sayang, kenapa kau berteriak memanggil rachel!" seru alexsa


"mom dad, tadi aku menerima panggilan dari orang asing!!" sahut ana tangannya bergetar saking takutnya


" jelaskan dengan baik na!!!" suara bariton itu memecahkan suasana kacau tersebut. Ya pemilik suara itu adalah raymon


" kak tadi aku menerima panggilan dari nomor asing, ia mengatakan akan menghancurkan keluargaku. lalu ia juga berkata akan membunuh semua keluargaku" jelas ana sembari menangis


"sudah tenanglah kau tak perlu khawatir, biar daddy yang akan mengurusnya" Edward memeluk ana sembari menenangkannya


"little boy tolong ambikkan air untuk kakakmu" perintah alexsa, tanpa membantah alex berlari menuruni anak tangga menuju dapur.


"ini kak minumlah" alex memberikan sebotol air mineral pada ana


ana meraihnya dan langsung meminum air tersebut


" ada apa ini kenapa ribut ribut di depan kamarku" suara rendah itu masuk ke gendang telinga mereka yang masih di situ


"ada apa?". pertanyaan yang sama kembali di lontarkan aiden


"begini boy, kakakmu ana di telfon oleh nomor asing. Dia berkata akan menghancurkan keluarga kita dan membunuh kita semua" jelas edward


aiden menyunggingkan senyuman devilnya dan berkata sambil balik k kamarnya" siapa yang ingin bermain dengan keluargaku" ucap aiden membuat mereka yang berada di sana merasakan aura mematikan itu.


"hentikan dia sebelum semuanya terlambat" seru alex dan juga berbalik ke kamarnya


mereka yang ada di situ tentu saja mengerti apa yang di katakan aiden dan alex tadi.


******

__ADS_1


malam harinya mereka semua berada di meja makan.


"mom" panggil rachel


"ada apa sayang?". sahut alexsa


" apa aku tadi bermimpi mendengar kalian ribut?" rachel bertanya sembari menyuap sesendok makanan ke dalam mulutnya


"mungkin sayang" sahut sang mommy, karna kalo sampai rachel pun mengetahuinya akan semakin rumit.


"rachellll!!!".Teriak aiden dari tangga membuat mereka tersentak kaget


"aku datang tuan devil" seru rachel kembali berteriak


mereka yang berada di meja makan harap cemas jika nanti aiden memberi tahu rachel soal tadi


"ada apa tuan devil?". tanya rachel saat sudah sampai ke kamar sang kembaran.


" tolong pinjamlah ponsel kak ana dan bawa ke mari, cari alasan yang tepat agar ana percaya. Kita punya misi malam ini cepat, aku beri waktu lima menit" ucap aiden panjang lebar


" ay ay siap kapten" sahut rachel dengan antusias sembari memberi hormat


benar saja tidak sampai lima menit rachel telah kembali dengan membawa ponsel ana tanpa di curigai sama sekali


"kerja bagus cantik " puji aiden


"apa ai, aku tidak mendengarnya tolong ulang sekali lagi" pinta rachel dengan mata berbinar


"aku rasa telingamu masih berfungsi dengan baik" ucap aiden yg sedang mengoprasikan ponsel tersebut


"ketemu kau cecunguk" seru aiden dengan tatapan mata yang tajam

__ADS_1


"bersiaplah kita berangkat jam sepuluh nanti malam, kabari juga alex kau mengerti cantik" ucap aiden di akhiri pujian membuat rachel tersipu malu.


"SIAP KAPTEN" antusias rachel.


__ADS_2