
sedangkan di kamar aiden, rachel dan alex masuk dengan terburu buru hingga menimbulkan suara yg begitu kuat saat pintu terdorong dengan tangan alex.
Braaakkkkk
"astaga!! apaa yg kalian lakukan?". ucap aiden yang terkejut tapi sepersekian detik kemudian ia mengubah kembali raut wajahnya.
"ai kau sedang tidak menyembunyikan sesuatukan?" selidik rachel entah apa yang membuat ia sampe bertanya seperti itu
"apa maksudmu el?" tanya aiden dengan tampang bingungnya
"kau tidak tau sama sekali apa yang aku maksud atau kau berpura pura bodoh tuan devil" rachel terus berbicara di depan aiden tanpa memberikan aiden ruang untuk menjawab
"astaga, kau ini kenapa el. Apa ada yang salah lagi menurutmu coba jelaskan dengan benar jangan berbelit belit" sahut aiden yang akhirnya mendapatkan kesempatan berbicara
"anak nakal jelaskan" perintah rachel
"jadi begini kak, kami menemukan ini" seru alex sembari menunjukan kameja yang tadi di gunakan olehh aiden
"ini punyaku jadi apa masalahnya?".Tanya aiden
"apa masalahnya kau bilang" rachel kembali bersuara bahkan suara semakin tinggih
__ADS_1
"el turunkan nada bicaramu, jelaskan dengan benar" seru aiden yang tidak biasa dengan sikap rachel seperti ini
"lihat baju ini penuh dengan lipstik wanita, apa kau bermain wanita di belakang kami ai" rachel kembali berteriak layaknya seorang kekasih yang mengetahui bahwa pasangannya selingkuh
"huuuuffff.. jadi cuma karena ini kau berani bersuara tinggi" seru aiden dengan tatapannya fokus di bola mata sang adik kembar
"dengarkan aku gadis bodo, ini adalah lipstik wanita yang baru saja kau bunuh tadi dia begitu karna ingin menggodaku agar aku memberikan lokasi yang ada di perbatasan kota sebelah utara." ucap aiden ia menarik nafas dan melanjutkan ucapannya
" dan saat ia bertindak lebih jauh saat itu pula perkelahian di mulai, dan aku tidak sempat memberitahu kalian berdua" jelas aiden membuat tatapan rachel yang tadinya tajam menjadi sendu.
"maafkan aku ai, aku sudah mengeluarkan suara tinggih saat berbicara denganmu" seru rachel sembari menundukan kepalanya
"sekarang keluarlah aku ingin istirahat" suru aiden setelah ia melepas pelukan dari rachel
"apa aku boleh berada di sini bersamamu tuan devil" tanya rachel penuh harap
"baiklah gadis bodo" sahut aiden
"little boy kembalilah ke kamar" suru rachel dengan suara yang lembut agar alex tidak merengek untuk tetap berada di sana bersama kedua kakaknya.
sedangkan di ruang keluarga edward dan brayen tengah berbincang
__ADS_1
"aku bingung siapa yang telah membabat habis mafia starred sampai tidak tersisa" seru edward sembari berfikir karna ia baru mendapat kabar dari para pengintai bahwa mafia starred telah di babat habis saat memaksa ingin menguasai perbatasan sebelah utara.
"jadi kau tidak tau siapa dalang di balik itu semua?"tanya brayen memastikan
"apa kau tau?"edward balik bertanya
"yang membabat habis semuanya adalah tuan devil" seru brayen
"tuan devil? siapa?". bingung edward
"putramu sendiri ed" jawab brayen
"putraku ada tiga, putra yang mana maksudmu?" tanya edward lagi karna ia masih bingung
"aiden" seru brayen
"apa!! kau tidak sedang membohongikukan? "tanya edward dengan tatapan tajamnya
"bohong, untuk apa ed" sahut brayen dengan acuh
"apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya alexsa yang baru saja kembali dari dapur dan membawa Minuman serta cemilan ringan.
__ADS_1