
setahun sudah alexsa berada di negara irlandia dan setahun pula lexsi terus menggerakan anak buahnya untuk mencari keberadaan alexsa sang adik, kesehatan alexsa pun berangsur angsur pulih.
alexsa pun hidup dalam bergelimang harta karna dia satu satu cucu dari Tuan Stamfort Abraham.
suatu sore di negara irlandia alexsa sedang duduk santai di balkon kamarnya sembari berfikir.
"hhmmm.....bagaimna yah keadaan bang lexsi di sana? sudah setahun lebih aku ninggalin bang lexsi" kata alexsa
tiba tiba ide cemerlang muncul di kepala cantik alexsa
"bagaimana jika aku membangun Mafia saja, aku kan tau bela diri dan menggunakan senjata" ujar alexsa
"baiklah, mulai malam nanti aku akan beraksi" Kata alexsa.
TOK TOK TOK
"nona muda, anda di tunggu oleh tuan di meja makan" kata pelayan
"baik bik saya turun" balas alexsa
setelah beberapa saat membersihkan diri dan berganti pakaian ia pun turun
"selamat malam kakek" sapa alexsa sembari mencium pipi sang kakek
"selamat malam juga cucu kakek yg cantik" balas kakek stamfort dan mencium kening alexsa.
mereka pun makan dengan tenang, hanya suara dentingan sendok dan piring yang saling bersahutan. Selesai makan mereka kembali ke kamar masing masing, di kamar alexsa ia sementara menyusun rencana untuk menyerang salah satu markas Mafia nomor 5 dunia untuk mengambil posisi dan juga mafianya.
Skip Jam 23.40 waktu irlandia
__ADS_1
alexsa telah siap dengan baju serba hitam anti peluru, pistol kesayangannya, dan juga dua katana yg langsung ia datangkan dari jepang.
"baiklah aku sudah siap sekarang tinggal berangkat" kata alexsa pada dirinya sendiri
Markas besar Red Dragon
alexsa memberhentikan mobilnya sedikit jauh dari area markas agar tidak ketahuan.
alexsa berjalan mengendap endap sambil memegang Pisau serba guna dan pistol tanpa suara
setelah berhasil melumpuhkan pertahan depan alexsa berjalan santai ke dalam markas, saat sampai di ruang tengah ia di hadang oleh lima ratus Mafioso.Dan dengan santainyan alexsa berjalan melewati mereka sembari mengayunkan katananya
sring
sring
sring
bugh
bugh
dor
dor
dor
suara senjata saling bersahutan di dalam ruangan itu, tidak perlu waktu Lama alexsa sudah menghabisi lima ratus mafioso itu, saat yg lain akan maju menyerang alexsa berkata dengan suara dinginnya
__ADS_1
"jika ingin menyerehkan nyawa dengan percuma silahkan maju" kata alexsa dengan aura yg hitam pekat
Glekk para mafioso meneguk ludahnya dengan susah payah akibat dari aura yg Di keluarkan alexsa
"saya tidak ada urusan dengan kalian" kata alexsa lagi masih dengan aura yg sama
"di mana ketua kalian?" tanya alexsa
"Dia ada di dalam ruangan pribadinya" jawab salah satu mafioso dengan keringat dingin
"baiklah panggil Dia ke sini" suru alexsa pada salah Satu mafioso
setelah menunggu beberapa saat akhirnya yg di tunggu datang
"heh ternyata aku kedatangan tamu seorang gadis kecil yg cantik" kata ketua RD dengan nada menggoda
"tidak usah basa basi aku ke sini ingin mengajakmu taruhan" kata alexsa
"sepertinya menarik, apa taruhannya gadis Kecil?" tanya ketua RD itu
" taruhannya jika kau kalah maka markas serta sisa dari mafiosomu menjadi milikku" jawab alexsa mantap
"baiklah, tapi jika kau kalah apa bahagianku?" tanya ketua RD lagi
"kau boleh minta apa saja dariku" jawab alexsa dengan senyum smirknya
"aku ingin kau menjadi pelayan pribadiku bagaimana?" tanya ketua RD
setelah perbincangan itu selesai mereka mulai bersiap siap untuk menyerang satu sama lain, ketua RD mulai menyerang deluan tapi sayangnya setiap serangannya tidak ada sedikitpun mengenai alexsa, jadi kesannya alexsa hanya seperti jadi penari saja.
__ADS_1
"hahahahahah.......apa hanya itu kemampuanmu?" tanya alexsa di sertai tawa mengejek.
Bersambung sampai sini tunggu Up selanjutnya jangan lupa juga tinggalin jejak kalian yah rate limanya juga author tunggu❣️ see you readers sayang.