Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
Chapter 7


__ADS_3

akhirnya setelah meminta izin pada guru dengan alasan rachel yg sakit, aiden dan rachel kembali pulang hanya alex dan ana saja yg tetap tinggal di sekolah


"jangan jauh jauh dariku" seru acuh alex dan hanya di tanggapi dengan senyuman oleh ana


mereka memulai pelajaran dengan tenang hingga pada akhirnya Jam istirahat, ana dan alex keluar untuk mengisi perut mereka tapi bukan makan makanan kantin melainkan bekal yang mereka bawa dari rumah.


"ayo little boy makanlah" seru ana membuat alex tertegun mendengar panggilan ana terhadap dirinya


mereka makan dengan hikmat sampai habis dan alex mengajak ana untuk kembali ke kelas


"kau duluanlah little boy kakak akan ke toilet dlu" ucap ana


"eum" hanya sebatas itu respon alex


saat berada di toilet ana mendengar suara langkah kaki, namun ana berfikir mungkin itu orng yg juga akan ke toilet


saat pintu terbuka tiba tiba mulut ana di bekap oleh orng yang tidak di kenal sampe akhirnya kesadaran ana perlahan menghilang dan dia di bawa pergi entah ke Mana


"kenapa ana Lama sekali" ucap alexx


"aku harus Memeriksanya, kalo tidak maka aku akan mendapatkan amukan kak rachel" gumam Alex sembari kakinya melangkah menuju toilet, sesampainya di toilet alex celingak celinguk mencari keberadaan ana namun toilet itu bersih dan juga sunyi.


" kemana Kak ana kenapa tidak ada?".gumam alex pada dirinya sendiri, alex mencoba menghubungi ana namun ponselnya tidak aktif, alex semakin di buat bingung dengan ana yg tiba tiba hilang


saat alex tengah bingung sendiri mata tajamnya mengarah pada sudut toilet yg terdapat cctv tanpa menunggu lagi alex segera berlari menuju ruang kontrol, dengan kecerdasan otak alex dia mengotak atik keyboard tersebut dengan mata tidak lepas dari layar monitor

__ADS_1


"kalian bermain pada orang yang salah" gumam alex kala matanya menemukan titik terang keberadaan ana


tut tut Tut


"Ada apa anak nakal" suara serak rachel terdengar di telinga alex


"Kak, ada yang harus kau tau tapi kita bicara di rumah saja aku sedang di perjalanan" ucap alex


"eum, hati hati di jalan" sahut Rachel tanpa curiga dan bertanya soal ana


beberapa menit kemudian mobil alex terlihat memasuki halaman mansion


kebetulan edward dan alexsa sedang duduk di teras rumah


"iya mom, aku lelah dan aku ingin istirahat" jawab alex sebelum sang mommy bertanya lebih lanjut keberadaan Ana


alex masuk ke kamar aiden karna mereka sudah sepakat berkumpul di kamar tersebut


"anak nakal bagaimana sekolahmu" tanya rachel


"eum baik" singkat alex


sebelum rachel kembali melayangkan pertanyaan alex lebih dulu bicara


" kak kita punya sasaran empuk malam ini" seru alex dengan senyum liciknya

__ADS_1


rachel dan aiden yang mengerti ke mana arah pembicaraan alex pun mulai serius mendengarkan


"siapa yang berani menggangumu anak nakal" tanya selidik rachel


"bukan aku tapi kak ana" jawab alex


seketika itu juga darah rachel serasa mendidih tangannya mengepal erat serta auranya mendominasi


" tenang el simpan dulu emosimu itu" sentak aiden membuat rachel tersadar


"little boy, cepat lacak keberadaan kak ana, kemarin aku sempat menempelkan alat di baju kak ana" seru rachel setelah mengingatnya


tanpa menunggu lagi alex segera melakukan Apa yg di perintahankan oleh sang kakak


" dapat" seru alex dengan senyum smirk


" mari kita atur rencana" ujar aiden


sekitar jam delapan malam setelah makan malam selesai si kembar langsung menuju ke kamar, tapi gerak gerik mereka tidak menunjukan ketidakberesan untuk keberadaan ana rachel berbohong dan mengatakan ana pergi ke rumah temannya dan akan menginap di sana, dan sang mommy tidak mempermasalahkan itu


mereka beriga sekarang telah memakai pakaian serba hitam dan sedang memilih senjata yang akan di gunakan, rachel lebih memilih menggunakan belati kembar buatan aiden khusus untuk rachel seorang, sedangkan alex menggunakan katana kembar juga dan itu adalah buatan rachel untuk alex sedangkan aiden menggunakan pistol rancangan alex sendiri.


mereka beriga bersiap untuk pergi melalui balkon kamar rachel yang menghadap langsung ke arah hutan.


"kak aku mohon bertahanlah" batin rachel.

__ADS_1


__ADS_2