Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
chapter 12


__ADS_3

dan benar saja aiden mengikuti rachel sampai ke markas dan itu masih bersama dengan alex juga brayen


"tuan brayen" sapa hormat sandy


"tuan muda sulung, tuan muda bungsu" Sandy kembali menyapa tuan muda mereka dan hanya di jawab dengan anggukan


"Kak sebaiknya obati dulu lukamu rachel akan bertambah marah jika melihatnya" ucap alex tapi aiden tidak mendengarnya


"di mana adikku" tanya aiden pada Sandy


"Nona muda ada ruang latihan tuan muda sulung" seru Sandy memberitahukan keberadaan rachel


sedangkan rachel tengah latihan menggunakan katana kembar miliknya


tanpa takut terkena katana aiden memeluk rachel dari belakang, rachel diam karna dia tau itu aiden.


"maafkan aku el" ucap aiden masih dengan posisi yang sama tapi rachel tetap diam


"el bicaralah, aku minta maaf tidak memberitahumu ataupun Alex" ucap aiden, ya aiden akan bersikap layaknya anak kecil tapi itu hanya berlaku untuk kedua saudaranya juga sang mommy


rachel berbalik dan membalas pelukan aiden " Kau tau aku tidak bisa marah lebih dari ini, jadi tolong jangan di ulang kembali" seru rachel sembari mengeratkan pelukannya


tapi ada yang aneh tangan Rachel basah, ia segera menarik tangannya dan y'all darah aiden ada di tangannya


"kau belum mengobati lukamu" tanya rachel dengan mata mulai berembun


"aku mengkhawitkanmu el" sahut aiden


"dokter dokter dokterrrr" teriak rachel membuat dokter amanda berlari dengan Sangat kencang menuju ruang latihan

__ADS_1


"jangan teriak teriakk el nanti tenggorokanmu sakit" perintah aiden


"nona muda ada yang bisa saya bantu" seru amanda setelah sampai pada rachel


"tolong obati kakakku yang nakal ini" seru rachel membuat amanda langsung mengeluarkan segala peralatannya


"alex mandilah lalu istirahat malam kita akan kembali ke mansion" suru rachel


"kau pun Uncle istirahat lah jangan lupa menghubungi aunty nara" ucap rachel membuat brayen baru teringat akan Istrinya


"kau temani aku" ucap aiden pada rachel.


"apapun untukmu tuan muda" seru rachel sembari hormat


saat malam tiba mereka berempat bersiap pulang Tapi amanda menahan mereka


"tuan muda, nona muda, tuan brayen apa kalian tidak ingin makan malam dulu" seru amanda


"oohh baiklah nona muda, salam buat lady dan king" ucap amanda sebelum berbalik


saat mereka akan jalan tiba tiba ponsel aiden berbunyi dan yang menelpon adalah sang mommy


"hallo mom" aiden lebih dulu bersuara


"boy kalian di mana? mommy khawatir" ucap alexsa


"kami di markas mom, ini kami akan pulang" seru aiden membuat alexsa bisa tenang sekarang


"baiklah mommy tunggu kalian di rumah" seru mommynya dan menutup panggilan tersebut

__ADS_1


"ayo mommy dan yang lain telah menunggu" seru aiden


"eum" sahut rachel dan mereka berangkat menggunakan dua mobil aiden dengan rachel sedangkan alex bersama sang uncle


**


mobil mereka memasuki kawasan mansion smith, aiden dan rachel turun lebih dulu di susul alex dan yang terakhir brayen karna ia harus mengambil kopernya terlebih dahulu


"mommy kami pulang" seru si kembar


"kalian, gantilah dulu pakaian setelah itu turun untuk makan" perintah raymon yang ternyata juga ada di mansion tersebut


"baik kapten" seru rachel saat melewati tangga ia bertemu sang mommy and daddy dan saat itu juga ia teringat akan uncle brayen


"mom dad liat siapa yang datang" seru rachel berbalik dan dengan cepat menarik brayen


"kakak" teriak alexsa


"al, kakak merindukanmu sayang" seru brayen


"aku pun kak" balas alexsa pada pelukan brayen


"kau hanya sendiri, dimana nara?". tanya alexsa


" nara tidak bisa datang karna ia sedang dalam masa mengidam" seru brayen


"ah benarkah? " antusias alexsa


" yey anakku akan bertambah" teriaknya lagi

__ADS_1


"honey jangan teriak teriak" tegur edward pada sang istri dan di balas cengiran kudanya.


__ADS_2