
mereka berempat berjalan menuju luar gerbang sekolah untuk menuju mobil yang di dalam sudah ada raymon menunggu mereka.
"wah ini mobil kalian" kagum ana saat melihat mobil Lamborghini terparkir dengan sempurna
"sebenarnya kalian ini siapa? " selidik ana
" baiklah kami akan memberitahu tapi tolong rahasiakan identitas kami kalau tidak nyawamu sebagai gantinya" ucap rachel dengan aura yang mendominasi
"ba-baiklah" gugup ana
"kami bertiga adalah saudara kembar" ucap aiden dengan aura mendominasi
"sa-saudara kembar" ana kembali menjawab dengan gugup
"iya kami saudara kembar ai adalah yang pertama aku kedua dan alex ketiga" sambung rachel
"oh iya sepertinya kalian berasal dari keluarga terpandang" sambung ana karna dia masih penasaran
"kami dari keluarga Smith watson abraham" ucap rachel dengan nada berbisik
"ap-apa aku tidakk salah dengar" lagi lagi ana di kejutkan dengan kenyataan bahwa dia harus bertemu dengan putra putri dari pengusaha tersohor yg sangat menglegenda tersebut.
"le-lebih ba-baik ak aku tidak berteman dengan kalian, kita tidak setara dari segi apapun" ucap ana dengan sendu pasalnya ia sangat nyaman dan aman berada di dekat si kembar
__ADS_1
"apa yang kau bicarakan kami tidak memandang seseorang dari segi ekonomi atau apapun ana, malah kami senang mendapat teman yang sederhana sepertimu" ucap el hilang sudah aura dingin itu yang ada hanya kehangatan seorang teman
"aku dan kedua saudaraku akan menerimamu dengan senang hati" seru el dengan senyum mereka yang mana membuat ana juga tersenyum, sebelum ana kembali menyanggah ucapan rachel suara raymon lebih dulu terdengar
" apa kalian tidak mau pulang dan akan ngerumpi di situ sepanjang hari" ucap tegas raymon, seketika rachel tersadar bahwa hanya tinggal dia dan ana lah yang berada di luar mobil aiden dan alex sudah masuk terlebih dahulu.
"oh baiklah kami datang, mari ana" jawab rachel dan mengajak ana masuk ke mobilnya
"siapa dia princess kenapa kamu mengajak orang asing masuk ke dalam mobil kita" suara raymon terdengar sesaat setelah rachel menutup pintu mobil
"dia adalah sahabat baruku" seru rachel dengan nada manja
"kau yakin dia orang baik" tanya raymon lagi yang mana membuat ana ingin segera keluar dari dalam mobil yang suasananya begitu mencekam
" sudahlah kak, jangan menakutinya seperti itu" dingin rachel membuat raymon langsung bungkam
"a-aku ti-ng-gal sendiri" ana berusaha membuat suaranya keluar
"lalu jika kau tinggal sendiri siapa yang membiayai sekolah dan kebutuhanmu sehari hari" tanya rachel semakin jauh
"aku sekolah di tempat itu dengan menggunakan beasiswa dan untuk kebutuhanku sehari hari aku kerja part-time di salah satu cafe di kota ini ". jelas ana membuat rachel terdiam sesaat
rachel memikirkan kehidupannya dan kehidupan ana yang sangat berbeda di mana dia yang selalu di manjakan oleh dad and momnya, selalu di kawal jika ingin berpergian selalu di curahi kasih sayang oleh orang orang terdekat dan itu semua berbanding terbalik dengan kehidupan ana yang notabene tinggal seorang diri mencukupi kebutuhannya seorang diri.
__ADS_1
"el, el, rachel putri smith watson abraham" panggil alex karna melihat rachel melamun setelah mendengar cerita ana
rachel begitu terkejut saat ia mendengar nama lengkapnya di sebut begitu pun dengan ana yang terkejut mendengar nama lengkap rachel
"aha ya" jawab rachel seperti orang linglung
"kenapa kau melamun" kini giliran aiden yang bertanya
"tidak, tidak apa apa" jawab rachel berusaha tenang
"stop, stop kak itu rumahku" tunjuk ana pada rumah kumuh yang terlihat tidak lagi layak di huni membuat rachel kembali tertegun
saat ana turun rachel pun ikut turun membuat ketika lelaki di dalam terheran heran dengan sikap rachel
"el kau mau kemana" panggil aiden tapi tidak di hiraukan oleh rachel
"ana bereskan barang barangmu dan tinggallah bersama kami" final rachel karna ia tidak tahan melihat kondisi rumah dari ana
"tidak el kau telah begitu baik, aku tidak mau merepotkanmu lagi" tolak ana
"aku tidak menerima penolakan sekarang bereskan barang barang yang penting dan yang tidak penting tinggalkan saja paham, aku tunggu di mobil sepeluh menit dari sekarang" ucap rachel dia segera berbalik dan ingin masuk ke dalam mobil tapi belum sempat ia meraih pintu mobil ana lebih dulu menarik tangannya dan memeluk rachel begitu erat.
__ADS_1
"terimakasi, terimakasih, terimakasih banyak, kau orang yang baru ku kenal tapi kebaikanmu mengalahkan orang yang telah bertahun tahun kenal denganku" tangis ana pecah di pelukan rachel, rachel pun ikut menangis tapi ia tidak memperlihatkannya
"sekarang ayo cepat bereskan barang barangmu aku tunggu di mobil" kata rachel sembari melepaskan pelukan itu.