Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
Eps 140


__ADS_3

Kini Anatasya sudah duduk dengan tenang didalam Mobil William,dengan menjilati Es Krimnya layaknya seorang bocah kecil,tanpa memperdulikan keempat kakaknya yang sibuk bercerita...William yang menjadi supir,Alex disamping kemudi,dan ada Maxim dengan Kin duduk dikedua sisi gadis kecil itu,mengapitnya dengan posesif.....


"Kak Max,aku tidak sabar menunggu dua Minggu lagi kak Elle melahirkan,pasti keponakanku sangat tampan"Celetuknya menatap Maxim yang berada tepat disebelah kanan....Bukannya menjawab Maxim malah tertawa lucu melihat ekpresi Anatasya,dengan bibir celemotan dan juga topi Kostum itu yang hampir menutupi seluruh wajahnya.....


"Kenapa kau itu menggemaskan sekali ha?"Geram Maxim tak tertahan lalu menggigit pipi Bakpao Anatasya.....


"Kak Max"Keluhnya memegang pipi lalu memukul kecil paha Maxim dan kembali menjilati Es krimnya...


Keempat kakak Anatasya tertawa keras melihat tingkah lucu sang adik,yang bisa-bisanya sedang kesal malah makan Es krim....


"Astaga,aku bahkan tak rela sekarang kau bukan milik kami lagi"Ucap Alex pula berbalik melihat wajah Anatasya,lalu dengan jahil mencubit pipinya....


"Aku ini milik semua orang"Jawab Anatasya dengan enteng,lalu tangannya yang terkena Es krim dia sapukan keJas Kin,dan memberikan cengiran kelinci....


"Dasar gadis nakal"Kin tidak marah,malah dia semakin merasa gemas dengan adik sepupunya itu....


"Aku ini bukan gadis lagi"Keempatnya membulatkan mata mendengar penuturan polos Anatasya....bahkan William sampai mengerem mobilnya mendadak....


"Kan memang benar,aku sudah punya suami,jadi dia membuatku tidak gadis lagi"Anatasya kembali berucap dengan polos. Para kakak itu menahan nafas mendengarnya,benar juga,adik mereka sudah bersuami jadi itu sah-sah saja....


"Baiklah-baiklah...Heeemmm,apa kau mau pulang keMansion?" Tanya William berusaha mengalihkan perhatian dan kembali melanjutkan perjalanan....


"No...pasti sangat sepi disana,Grandma dan para Monster kecil kan sedang berlibur,jadi tidak ada keributan di Mansion...." Semuanya hanya mampu mengangguk,mereka takut salah berucap yang nanti bisa membuat jantung mereka copot mendengar perkataan aneh Wanita beranak satu itu...


"Dadah kakak hati-hati......"Anatasya melambai dengan lucu kepada keempat kakaknya yang juga tengah melambaikan tangan dari dalam mobil.... melihat mobil mereka yang sudah berlalu,diapun melangkah masuk kedalam perkarangan rumah.....


"Nyonya"Sapa para pelayan yang berlalu lalang diteras tengah melakukan tugasnya.... Anatasya mengangguk lalu memberi senyuman....dia benar-benar terlihat menggemaskan dengan kostum merah mudanya,ditambah tubuhnya yang mungil persisi seperti seorang gadis kecil yang cantik...para pelayan terus saja memuja dan mengagumi sosok Anatasya,dengan gaya anggun dan juga sisi lembutnya membuat siapa saja akan terpukau......


Drttttt....Drtttttt...


Baru saja kaki mungil Lady TZX itu melewati pintu utama rumah,ponsel yang berada disaku depan kostum itu berbunyi.....


"Hallo Sya" Sapa seorang dari seberang sana,tak lain tak bukan,adalah Asst pribadi Anatasya, Steven Gerrard


"Ada apa?"Tanya Anatasya to the poin,sambil kakinya terus melangkah mengarah ketaman belakang Rumah,yang menghadap langsung kearah Laut....


"Semua seperti yang kau inginkan. Jantung Axel Young sudah berada ditanganku. Markas dan juga anak buahnya semua sudah aku sapu bersih" Jawab Stev dengan begitu semangat..... Seketika Anatasya melebarkan senyum...dia meraba-raba rokok pada kostum yang dia kenakan,lalu menduduki bokong tepat dikursi santai yang berukuran jumbo....gumpalan asap kembali keluar dari bibir mungil gadis itu.....

__ADS_1


"Kau memang bisa diandalkan,sebagai bayaran...Hotel dikota XXX aku berikan untukmu".....


"Kau memang yang terbaik Sya,aku suka gayamu,dan ah....ada lagi berita yang paling mengejutkan"


"Aku tidak suka dengan rasa penasaran"....


"Calm down Babe. Dadymu itu siFelix,dia sudah gila,kemarin dia hampir membunuh seorang polisi karna tidak terima ditegur berhenti ditengah jalan,setelah diperiksa ternyata dia depresi dan kejiwaannya terganggu. Sekarang pria tua itu sudah berada dirumah sakit jiwa....Hahahha....bukankah dendammu terbalas sayang"


"What the....Hahahahah....aku bahagia sekarang, benar-benar bahagia,pria itu akhirnya mendapatkan balasannya,sudah aku bilang tidak perlu mengotori tangan untuk membuatnya menderita...Hahahah"


Keduanya terus bercerita dengan perasaan bahagia dari balik ponsel genggam. Anatasya tidak menyadari dibelakang ada Laura yang menatapnya tidak percaya,karna dia yang menghisap sebatang rokok,sayang Laura tidak mendengar suara Anatasya.....Wanita itu mendekat kearah musuh bebuyutannya,dia berdiri persis tepat didepan Anatasya......


"Wah...wah...ternyata benar dugaanku,kau ini bukan wanita baik-baik,kau adalah seorang Jal*ang murahan"Teriak Laura didepan Anatasya.... Anatasya hampir saja terlonjak kaget, dia menatap wanita rubah itu dengan nanar.....


"Nanti kita lanjutkan lagi"


Tut.....


Anatasya mengakhiri panggilan bersama Stev,lalu beranjak berdiri tepat didepan Laura....


"Sebaikanya kau mundur saja,biarkan aku yang menjadi nyonya dirumah ini,dan aku tidak akan mengungkapkan siapa kau sebenarnya"


"Laura,aku selama ini diam bukan berarti aku lemah,tapi karna aku cukup menghargaimu,sebagai orang yang pernah menyelamatkan suamiku"Anatasya berucap dengan tenang,dia tidak ingin emosinya membara dan bisa membuat keributan disini.....


"Ckkk.Kau diam karna kau lemah,dasar wanita murahan"


"Laura"


Bentak Bryan dari belakang mereka. Laura seketika diam membeku dia mengalihkan matanya kearah Bryan yang terlihat berjalan dengan cepat kearahnya....Pria itu sepertinya marah besar,wajahnya memerah bak tomat matang.....


Plakkkk


"Beraninya kau berkata seperti itu kepada Istriku"Teriak Bryan dengan marah dan mendorong Laura dengan kasar hingga wanita itu terjatuh dan kepalanya mengenai Vas bunga kecil kaca. Kepala Laura langsung mengeluarkan darah segar didekat jidatnya....


"Memang kenapa,istrimu itu memang bukan wanita baik-baik. Jangan lupa Ray,aku yang menyelamatkanmu waktu itu"Tantang Laura dengan meringis menahan sakit dikeningnya,dia berdiri tepat didepan Bryan dan Anatasya,air mata menetes dari pelupuk matanya, hatinya sangat sakit diperlakukan kasar seperti itu oleh pria pujaannya.....


"Sekalipun kau orang yang menyelamakanku,kau akan kubunuh jika berani menyakiti dan berkata jelek tentang Istriku"Bentak Bryan dengan marah.....

__ADS_1


"Akhhhhhh sakit Ray...sakit....lepaskan" Pekik Laura dengan memohon,saat Bryan menarik rambut panjangnya dengan kasar hingga dia mendongak keatas....


"Kak Ray,sudah..."Anatasya menyentuh lengan kekar suaminya,dia mencoba menenangkan singa mengerikan itu,jika Laura mati sekarang maka Anatasya akan rugi besar,dia kan belum mendengar jeritan kesakitan Laura....


"Sakit....Ray....Hikssss...ampun....."Laura terus meringis dan memohon,rambutnya benar-benar terasa sakit,kulit kepalanya terasa tercopot,tenaga Bryan benar-benar luar biasa....


"Kak Ray....aku mohon,lihat para pelayan,mereka sedang menatap kita"Mohon Anatasya memeluk tubuh suaminya itu dari belakang....Bryan pun menurut perlahan dia melepaskan tangannya dari rambut Laura lalu menatap wanita itu dengan dingin.....


"Hikssss.... Anatasa... Anatasya... Anatasya....kau tidak pernah melirikku,tidak pernah...kau hanya mementingkan Istrimu itu saja,dia itu bukan wanita baik-baik....lihat saja...aku akan mendapatkan mu,dan akan membuatmu jatuh kepelukanku"Laura berteriak dengan kencang lalu berlari kearah kamarnya... Anatasya memiringkan tubuh agar bisa melihat kedalam....dia melihat wanita rubah itu tengah menatapnya dengan sinis sebelum berlalu keluar Rumah dengan koper besar yang dia seret.... Anatasya tertawa dalam hati...wanita itu minggat dengan sendirinya...


Pandangan Anatasya beralih kearah suaminya yang sudah duduk dikursi santai,dan menyeruput secangkir kopi....Pria itu teramat santai,tidak ada raut merasa bersalah dan juga kasihan atas apa yang dia lakukan tadi.........


"Suamiku ini memang yang terbaik"Anatasya dengan genit duduk dipangkuan Bryan yang menyandar pada kursi.....


"Astaga...sayang kau menggemaskan sekali"Anatasya terkaget saat mendengar pekikan suaminya tepat didepan wajahnya...dia bertambah kaget saat pria itu memeluknya dengan erat mendekap dengan gemas....


"Huuuuh Kak Ray aku tidak bisa bernafas"Protesnya mengerucutkan bibir....Bryan menggigit bibir bawah sangking gemasnya,dia terus mencubit-cubit kecil pipi sang istri.....


"Aku jadi ingin menerkammu"Nakalnya lalu mulai mengangkat tangan meraba-raba bakpao kembar Anatasya..... Anatasya menepis lembut tangan Bryan,wajahnya dia tekuk pertanda membuat penolakan,pria itu semakin gemas saja,dia menciumi seluruh wajah sang Istri....


"Kak,dimana Sean?"Tanya Anatasya,dia menahan wajah Bryan yang mulai mengendus lehernya .....


"Dikamarnya,tadi dia ketiduran"Jawab Bryan yang masih sibuk menelusuri leher sang Istri....


"Ohya sayang,apa kau masih bertemu dengan pria itu?"Tanya Bryan tiba-tiba menatap sang istri dengan menyelidik. Wajah Bryan langsung mengeluarkan aura dingin saat melihat Anatasya yang mengangguk....


"Tadi di Mall....tapi aku sama sekali tidak menyapanya kok"Jawab Anatasya meyakinkan suami tampannya itu....Bryan tak menggubris matanya lurus memandang lautan ..... Anatasya mendengus dia tahu bahwa Bryan dalam mode cemburu....


"Kak Ray....meaow....meaowwww"Anatasya bertingkah imut,dia mengeluarkan suara bak anak kucing,dengan tangannya yang menggaruk-garuk dada bidang sang suami,lalu menunjukkan puppy eyes andalannya,dengan lidah yang dia meletkan seperti sedang menjilat..........


"Oh...God...aku tidak tahan"Batin Bryan mengulum bibirnya melihat kelakuan Anatasya....dia melingkarkan tangan dibokong besar Anatasya...lalu menganggkatnya keatas gendongan.....


"Ayo kekamar....kau harus memuaskanku,sebagai tanggung jawab karna kau terlalu menggemaskan"


Anatasya tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan suaminya,tapi dia tetap mengangguk dengan malu-malu....


"Aku akan memberikanmu pijatan yang hot...."Bisik Anatasya dengan nakal lalu menjilati cuping Bryan...dia yang sudah menegang sedari tadi...semakin bertambah,dengan terburu-buru dan tidak sabaran dia melangkahkan kaki jenjangnya dengan cepat kearah kamar....Para pelayan yang melihat kemesraan majikannya memberikan senyuman dan juga doa agar keduanya tetap disatukan....

__ADS_1


__ADS_2