
Sekarang Anatasya gadis yang memiliki status tertinggi di Squat Mafia terbesar dan juga memiliki gelar Nona Besar Lowhen,tengah duduk dikursi kebesarannya yang ada di Perusahaan,sudah beberapa Minggu ini dia tidak datang keperusahaan,sekali datang ternyata sudah banyak sekali berkas yang menumpuk dimejanya....
Tinggg...Tinggg...
Terdengar Bel dari luar yang menandakan,akan ada yang mau masuk.Anatasya menekan tombol disisi meja,pintu terbuka secara otomatis,masuklah tiga orang berbeda jenis kelamin yang selalu menjadi bayang-bayangnya.....
Brughhhh....
Tanpa sopan santu,ketiga orang itu langsung menghempaskan tubuhnya disofa yang tak jauh dari meja kerja Anatasya....gadis itu hanya melirik sekilas tanpa berkomentar......
Ketiga orang yang masuk tadi adalah Oskar,Stev,dan Wenny.... sebenarnya Oskar juga merupakan sahabat ketigannya,hanya saja dia jarang sekali bergabung bersama mereka karna banyaknya tugas yang harus dia kerjakan,selain kerjaan diperusahaan pribadi,urusan Markas juga prioritasnya...jadinya Oskar hanya akan berkumpul bila memiliki waktu luang saja....
"Kami menyerah mencari mereka"Anatasya mengalihkan perhatian kearah ketiganya saat mendengar perkataan Stev.... terlihat Oskar dan Wenny mengangguk setuju...
"Tidak ada petunjuk sedikitpun"Sambung Oskar..
"Entah apa yang terjadi,hingga mereka menghilang bak ditelan bumi"Giliran Wenny yang buka suara, Anatasya mengangguk dia membuka laci dibawah meja lalu mengeluarkan satu bungkus Rokok dan mulai menyalakannya dengan santai....
Fyuhhhh..
Anatasya mengeluarkan gumpalan asap yang keluar dari mulutnya,dia melipat kaki bertumpukan matanya menelisik kearah mereka yang menunjukkan wajah frustasi......
"Kau sudah mengurus keberangkatan kita?"Anatasya baru buka suara,dia menatap kearah Stev...
__ADS_1
"Sudah,tidak terlalu ribet karna pria penguntitmu itu kali ini tidak ikut"Jawab Stev dengan ledekan, Anatasya hanya terkekeh,lalu dia kembali menatap Wenny...
"Berkas dan semua persiapan sudah aku urus,kali ini sedikit susah karna kalian yang akan kenegara terpencil"Anatasya kembali mengangguk mendengar jawaban Wenny yang super peka...
"Oskar"Panggil Anatasya pada Oskar yang tengah sibuk dengan ponselnya...
"Ada apa?"Ketus Oskar tanpa memandang sahabatnya,dia masih sibuk dengan ponsel,mendengar nada tak bersahabat Oskar ketiganya mengerjit sambil menatap pria itu....
"Jangan bilang kau bertengkar dengan Simon"Tebak Anatasya menunjuk Oskar tak percaya...
Mendengar tebakan benar Anatasya,Oskar mendesah pelan dia sangat kesal sekarang....
Hahahahah....
"Oskar bodoh,kau tahu nikmatnya saat memasukkan juniormu itu kedalam goa surga"Ledek Stev, Anatasya dan Wenny semakin tertawa keras melihat wajah merah Oskar....
"Sialan,aku juga saat bersama Simon akan memasuki Goa"Kesal Oskar melempari Stev dengan bantal sofa....
"Goa kotoran"Serempak ketiganya meledek Oskar...
"Sialan kalian"Umpat Oskar lagi,dia melempari mereka dengan bantal sofa tapi dengan lihai ketiganya menghindar....
Ketiganya terus mengobrol,tidak ada yang serius dengan pembahasan mereka,hanya hal-hal receh yang dibicarakan,begitulah saat empat sekawan itu bersatu mereka tidak terlihat seperti rumor yang beredar,mereka bersahabat seperti pada umunya....namun jangan lupa berkata kasar,dan umpatan sudah menjadi makanan untuk keempatnya....
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang yang berarti sebentar lagi adalah waktunya makan siang.Anatasya membereskan sedikit mejanya yang berantakan sebelum dia beranjak keluar pergi kekantor Bryan...tadi Bryan sempat menelepon untuk makan siang bersama dia dan Sean yang sudah berada dikantor Bryan sepulang sekolah......
"Salam Nona Besar"Sapa seluruh karyawan dilantai bawah saat melihat Bos mereka berjalan dengan masker diwajah,semuanya berdiri memberi hormat termasuk keempat teman Anatasya yang ada di kampus pun ada diantara yang lain.....
Anatasya mengangguk,dia mengangkat tangan memberi kode agar kerja dilanjutkan,lalu dia mulai melangkah keluar menghampiri mobilnya....
Brum...Brum....
Anatasya melajukan mobilnya,dia menyusuri jalan dengan kecepatan Normal,dia menikmati angin disiang hari karna memang kaca jendela mobil yang terbuka..... Anatasya mendelik,tak sengaja matanya menangkap sosok sesorang menepi dipinggir jalan dengan motor,wajahnya tampak frustasi dan tak terurus,dia seperti orang gila yang celingukan kesana kemari dipinggir jalan.....
"Rasakan itu"Umpatnya dari dalam mobil,dia tertawa lalu kembali melajukan mobil menuju tujuan....pria tadi merupakan Daddy Anatasya eh salah mantan Daddy.... terlihat dia seperti yang mencari seseorang.. Anatasya yakini pasti dia tengah mencari sosok istrinya yang diculik dan dibunuh Anatasya.....
"Nyonya"Sapa Ariel yang menjemput Anatasya diparkiran,dia menunduk hormat saat gadis cantik itu keluar dari mobil.... Anatasya mengangguk lalu kembali memasang Maskernya....Ariel dan Anatasya berjalan beriringan kedalam gedung kantor,para pekerja sudah tidak heran dengan Anatasya karna memang dia yang sering berkunjung namun tidak beberapa waktu terakhir...
"Asisten Ariel"Sapa seorang wanita berdiri didepan pintu yang pernah ditempati Lucy....Ariel mengangguk tidak dengan Anatasya yang heran karna baru pertama melihat wanita itu,apalagi gaya pakaiannya yang terkesan terbuka satu dualah dengan Lucy...apa saudari siLucypikir Anatasya.....
"Sapa lah Nyonya,Mia"Suruh Ariel,terlihat wanita itu terkejut mendengar kata Nyonya tapi dengan patuh dia menunduk dan memberi hormat... Anatasya menyeringai kecil,dia sekarang tahu bahwa wanita inilah yang menggantikan Lucy sebagai sekretaris Bryan,diakui gaya jal*ang mereka sama,tapi sepertinya yang satu ini tidak terlalu berani dan nekat seperti Lucy.....jangan tanyakan posisi siLucy sekarang,wanita sialan itu sudah mati ditangan Bryan,dia tak main-main dalam memberi pejalaran untuk siapa saja yang berani menyakiti gadis kesayangannya.....
Anatasya membuka pintu kerja Bryan yang memang tidak dikunci,matanya menghangat saat melihat pemandangan indah didepan mata,disana dia melihat Bryan yang dengan telaten menyuapi putra mereka Sean yang sibuk dengan ponselnya,karna memang Sean tidak boleh telat makan,jadi dia lebih dulu makan dibanding kedua orang tuanya....
"Wah Daddy manis sekali"Puji Anatasya menyentuh punggung Bryan,keduanya menengok kearah Anatasya mereka melemparkan senyum penuh cinta,hati Bryan berbunga-bunga saat mendengar panggilan Daddy dari bibir mungil gadis kesayangannya....entah kenapa hal-hal kecil seperti itu mampu membuat Bryan terbang melayang keudara,namun itu yang dinamakan Cinta. Cinta akan terus tumbuh setiap waktu Walau dengan hal kecil.....
"Anak tampan sudah selesai,sekarang giliran Daddy yang disuapi"Celetuk Bryan,tangannya membersihkan sisa makanan disekitar bibir Sean, Anatasya terkekeh lucu dia melihat beberapa kotak makan diatas meja,lalu dia beranjak menyiapkan makanan itu untuk kekasih tercinta....salah maksdunya belum cinta...astaga Author suka khilaf....
__ADS_1
"Daddy,Sean mau main sama Uncle Ariel"Tunjuk Sean pada Ariel yang berdiri didekat pintu,seketika itu juga nafas Ariel memburu mendengarnya,bermain bersama bocah kecil itu adalah mimpi buruk untuk semua orang,setiap mengenal Sean disaat itupula kedok bocah itu terungkap,dia sangat nakal dan suka sekali menjahili orang,jangan lupakan watak mengerikannya yang sering sekali membunuh hewan dengan cara mengenaskan....pernah sekali sewaktu Sean meminta bermain bersama Ariel.Awalanya Ariel tampak biasa saja karna munurutnya anak orang kaya seperti Sean tidaklah terlalu nakal,namun ternyata berbeda,saat keduanya tengah makan olahan Mie berkuah,hampir saja Ariel memakan tumpukan cacing yang sudah berwarna mirip dengan Mie itu,kalau bukan salah seorang meneriaki Mie itu yang tampak bergoyang,dan ternyata pelakunya adalah Sean anak dari bosnya....