Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
34.konferensi peers


__ADS_3

keesokan harinya alexsa dan edward kembali sekolah tapi kali ini penampilan mereka bukan mengenakan pakaian sekolah mełaikan alexsa memakai kaos berwarna putih celana jins hitam serta di padukan dengan jaket kulit berwarna hitam tak lupa sepatu berwarna putih begitu pun edward dia memakai baju hitam jaket Levi's berwarna putih celana putih dan sepatu berwarna hitam


"bagaimana penammpilanku honey" tanya alexsa pada edward yang sedang duduk santai di sofa


"bumilku selalu cantik bahkan sempurna" seru edward membuat alexsa malu


"kau bisa saja honey" kata alexsa


"ck ternyata lady mafia bisa malu juga" seru edward seketika hawa menjadi mencekam alexsa menatap tajam pada edward


"kau tau honey aku sudah lama tidak membunuh orang, rasanya aku ingin sekali membunuh orang"kata alexsa


"ayo ke markas di sana banyak tawanan" ajak edward


"no no no, aku ingin membunuhmu honey" kata alexsa dengan tatapan lebih tajam dari yang tadi


"jangan bercanda, kita sudah terlambat" seru edward mengalihkan pembicaraan


"baiklah ayo kita berangkat" ucap alexsa tiba tiba ceria


"kalian akan tau telah berurusan dengan siapa, sebentar lagi tunggu saja" batin alexsa


mobil edward dan alexsa telah memasuki kawasan parkir sekolah elit itu semua siswa siswi yang melihat mobil edward pun mulai membicarakan apakah alexsa juga datang tiba tiba edward keluar lebih dulu dan itu membuat para siswi berteriak histeris melihat penampilan edward yang beda dari biasanya, edward memutari mobil lalu membuka pintu sebelah kemudi dan turunlah wanita cantik yang tak beda jauh dari penampilan edward dan itu membuat para laki laki menjerit di dalam hati.


edward dan alexsa berjalan santai sembari bergandengan tangan dan itu membuat semua siswa siswi menjadi iri termasuk amelia ia benar benar marah melihat edward menggandeng tangan alexsa

__ADS_1


"masih berani datang ke sekolah lo jalang" sapa amelia dengan sedikit hinaan


"jangan memancing amarah gw" sarkas edward menatap tajam amelia seketika amelia menjadi takut dan memilih pergi dari sana


tak habis sampai di situ bahkan reina sahabat alexsa pun menghinanya


"al lu gak malu apa datang lagi ke sekolah lebih baik lu keluar dari sekolah ini deh jangan bikin malu" seru reina sedangkan sinta yang sahabat alexsa juga yang baru pulang dari study tour di jepang sudah mendengar semua yang terjadi pada alexsa dan dia turut sedih tapi dia tak perna marah atau benci alexsa bahkan dia tetap membela alexsa karna ia tau alexsa bukan wanita seperti yang di bicarakan anak anak


"reina lo udah keterlaluan bangat" sentak sinta


"lo yang keterlaluan lo belain jalang ini" kata reina membuat air mata alexsa jatuh dan itu membuat amarah edward memuncak tapi segera di tahan oleh alexsa


"lo benar benar keterlaluan, lo gak ingat apa yang alexsa lalukan saat kita susah saat kita butuh bantuan hanya dia yang nolong kita dan cuman karna masalah yang belum jelas lo udah ngomong yang bahkan alexsa gak perbuat" marah sinta


"gak perbuat apanya sudah ada di depan mata dokter jelas jelas mengatakan jika dia hamil" bentak reina sembari menunjuk alexsa


"oke gw terima" balas reina dan segera menarik satria sedangkan kevin tetap berada di pihak edward dan alexsa


mereka segera menuju aula untuk melakukan konferensi pers sudah sangat banyak wartawan di aula itu murid murid pun sudah duduk di tempat masing masing akhirnya edward alexsa dan sinta serta kevin masuk, alexsa edward dan sinta duduk di depan siswa siswi beserta guru guru, sinta memegang erat tangan alexsa agar alexsa tidak gugup.


"selamat siang saya selaku kepala sekolah akan membuka konferensi pers ini" ucap kepsek


"di persilakan untuk nak edward berbicara" ucap kepsek lagi


" baiklah saya edward watson abraham akan mengkonfirmasi tentang masalah kemarin, masalah kehamilan alexsa" kata edward namun edward menjeda dan menggenggam tangan alexsa. semua siswa siswi kaget mendengar nama asli edward, siapa yang tidak tau nama Abraham raja bisnis irlandia

__ADS_1


"saya akan menyampaikan bahwa alexsa alderia smith watson Abraham adalah istri saya dia adalah pasangan sehidup semati saya kami telah menikah setahun yang lalu jadi saya tidak mau ada desas desus tentang kehamilan alexsa yang akan membuat dia down jika saya sampai mendengar hal itu saya tidak segan segan bertindak untuk menghancurkan kalian paham, ada yang ingin bertanya" ucap edward


"lalu kenapa dia di bebaskan bersekolah kalau dia hamil katanya sekolah elit tapi kenapa menerima murid hamil" ucap reina dengan sinis


"pertanyaan yang bagus reina" seru edward dengan sunggingan sinis


"nama sekolah ini ada SW High school internasiona, kalian tau apa kepanjangan dari SW?" tanya edward dan di jawab gelengan dari siswa siswi


"SW adalah SMITH WATSON, yang berarti sekolah ini ada milik kami berdua!". seru edward lantang membuat semuanya melotot tak percaya bahkan reina dan sinta pun tak kala terkejut


"jadi saya harap kalian tidak perna berbuat kesalahan jika tidak ingin berurusan dengan kami." edward berkata lagi


"untuk sinta dan kevin yang terus percaya dan membela gw ucapin terimakasih banyak" bukan edward yang berbicara melainkan alexsa


"gue gak percaya ini, gue udah rusak persahabatan gue sendiri dasar bodoh" batin reina meyesal.


tapi semua sudah terjadi dan waktu tidak bisa di putar kembali.


"apa buktinya jika kalian memang benar benar menikah" seru amelia sinis


"satu pertanyaan yang gw tunggu juga" kata edward sembari menunjukan buku nikah dan juga semua surat suratnya


seketika itu juga amelia menjadi lemes dia tidak punya kesempatan lagi mendapatkan edward begitupula juga satria.


"***gue harus bisa rebut edward dari alexsa gw kan lebih cantik dari alexsa" batin amelia terlalu percaya diri

__ADS_1


"pupus sudah harapan gw mendapatkan alexsa" batin satria***.


Bersambung......


__ADS_2