Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
eps: 19.Penghianatan


__ADS_3

setelah pengakuan edward pada alexsa mereka akhirnya resmi menjadi tunangan dan juga mereka sepakat untuk memberi tahu ini pada kakek stamfort


kini mereka sedang berada di ruang keluarga,


"kek aku ingin bicara serius" kata edward mengawali pembicaraan


"bicaralah nak" seru kakek stamfort


"aku dan alexsa sudah resmi menjadi sepasang kekasih kek" tutur edward


"baguslah jika kalian sudah menjadi kekasih kakek ikut senang dan kakek juga merestui hubungan kalian"~kakek


"benarkah kek?" tanya alexsa


"iyaa sayang" jawab kakek


"terimakasih kek"~alexsa


"sama sama"~kakek


"kakek ada satu lagi yg akan edward katakan" seru edward membuat alexsa bingung dan kakek hanya menunggu apa yg akan di katakan edward


"apalagi honey" kata alexsa bingung


"aku ingin kita secepatnya menikah" jawab edward mantap yg mana membuat mulut alexsa terbuka saking terkejutnya


"apa kau serius nak ingin segera menikah?" tanya kakek edward memegang tangan alexsa dan mengangguk membuat alexsa seketika menjadi tenang dan menjawab" iya kek aku akan menikah dengan edward" jawab alexsa mantap


"baiklah kapan kalian akan menikah?" tanya kakek


" kita akan menikah bul....." belum selesai edward bicara alexsa lebih dulu memotongnya


"lusa kek" jawab alexsa membuat edward dan kakek terkejut


"secepat itu baby?" tanya edward


"iya lebih cepat lebih baik lagipula kita sudah saling mencintai" jawab alexsa tenang


"baiklah nak kau mau adakan di mana pestanya" tanya kakek

__ADS_1


"di mansion ini, dan aku ingin yg datang hanya keluarga dekat beberapa kolegan bisnis kakek dan beberapa petinggi perusahaan Albranatjes" pinta alexsa


"baiklah persiapkan diri kalian biar kakek yg akan mengurusnya" seru kakek


"terimaksih kek, dan jangan terlalu lelah kakek harus istirahat" perhatian alexsa pada kakeknya


"oh iya kek abis menikah aku akan kembali ke jerman untuk menuntaskan satu hama pengganggu yg membuat keluargaku begini" tutur alexsa


"baiklah kapan kau akan berangkat?" tanya kakek


"sehari setelah pernikahan, anggap saja itu bulan madu kita"~alexsa


**kantor albranetjes


alexsa datang ke kantornya dengan menggunakan topi dan masker sehingga tidak ada yg mengenalnya


saat memasuki loby kantor langkah alexsa di cegat oleh seorang resepsionis dengan pakaian kurang bahan dan make up setebal aspal jalanan


"heh anak kecil mau apa kau ke kantor ini" tanya resepsionis yg name tag nya Desi


"aku ingin ketemu kak brayen" jawab alexsa dengan nada dingin dan juga tatapan tajam


"bukan urusanmu" jawab alexsa lagi dan langsung berlalu menuju lif petinggih


dan lagi lagi langkahnya terhenti akibat tarikan dari desi sang resepsionis tadi


"kyakk....apa yg kau lakukan" teriak alexsa menggema di setiap sudut kantor para mafioso KBR yg mendengar teriakan sang lady dan merasakan aura pekat yg menghitam langsung merinding mereka lebih memilih diam dari pada kena imbasnya


"sudah ku bilang apa urusanmu datang ke sini bocah ingusan" hinaan yg di lontarkan desi membuat emosi alexsa naik tapi masih bisa alexsa kendalikan


"aku tidak punya urusan denganmu mengerti" bentak alexsa membuat nyali desi menciut tapi dia menutupinya


"siapa dirimu kau tidak berhak ada di kantor ini dan tidak bisa juga ketemu bapak brayen" sarkas desi


"lalu apa hak mu di sini?" tanya balik alexsa


"aku adalah sepupu dari CEO kantor ini mengerti" jawab desi dengan bangganya


"cih....tapi sayang CEO di sini tidak punya sepupu" telak alexsa membuat desi marah

__ADS_1


"dasar jalang.....apa kau tidak perna di ajar oleh kedua orang tuamu atau ibu mu juga jalang?" desi menghina alexsa sehingga membuat alexsa begitu marah meski dia benci kedua orang tuanya tapi dia tidak mau mereka di hina hina seketika itu juga warna mata alexsa berubah menjadi abu abu ya dia adalah alexsi yg mengambil alih tubuh alexsa


Plaak


Plakk


PLakkk


Buugh


tiga tamparan dan satu pukulan membuat desi terpental cukup jauh dan mengeluarkan darah di sudut bibirnya


Untung cuma alexsi yg memukulmu jika saja tadi kemarahan alexsa mungkin kau sudah tiada desi. batin seseorang yg melihat perkelahian ituu


"stop swetty" suara bariton itu membuat pergerakan tangan alexsi hanya sampai di udara


Grebb


Brayen memeluk alexsi dari belakang untuk menenangkannya


"alexsi tenanglah kembalikan tubuh alexsa" seru brayen


tiba tiba warna mata alexsa kembali menjadi biru laut dan dia menangis tersedu sedu di pelukan brayen


"kak aku mau dia keluar dari kantor ini dan jangan biarkan dia di terima di perusahaan manapun" titah alexsa


"baiklah swetty" tegas brayen


"desi hari ini juga kau keluar dari perusahaan dan silakan ambil pesanggohanmu" tegas brayen sekali lagi


"stevin bawa penghiatan itu ke ruang eksekusi" suru alexsa pada salah satu mafiosonya yg bekerja


"baik nona" jawab stevin


"jangan ada yg menyentuhnya setelah sampai langsung serahkan pada smart yah"titah alexsa.


Bersambung, gimana episod kali ini berikan tanggapannya like komen and vote jangan lupa juga rate 5


maaf typo bertebaran🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2