Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
chapter 8


__ADS_3

mereka keluar diam diam, karna mansion smith tidak ada penjagaan ketat dari para mafioso alexsa jadi si kembar dapat dengan mudah meloloskan diri.


"lalu kita naik apa ke sana" tanya rachel dengan tampang bodohnya


cetakk...


aiden menjitak kepala rachel" dasar gadis bodo" gumam aiden


mereka pergi ke arah barat mansion smith, aiden masuk ke semak semak, tidak lama kemudian terdengar suara mobil.


"sejak kapan aiden menaruh mobil di situ?". seru rachel


"itu persiapan jika ada keadaan darurat seperti ini" sahut alex.


sedangkan rachel hanya mengangguk anggukan kepalanya


" cepat masuk" suruh aiden dan mereka pun masuk


aiden segera melajukan Mobilnya ke arah yang telah di temukan tadi!. sekitar satu jam lebih mereka sampai di tempat tujuan


saat mereka turun dari mobil mereka mendengar jeritan ana, seketika itu juga darah rachel mendidih dia sudah tidak sabar untuk menghabisi orang orang yang telah berani dengan menyiksa kakaknya.


mereka bertiga melangkah perlahan semakin dekat mereka semakin mendengar jeritan ana dari dalam.


"Ka...kali...kalian akan menyesal" kata ana terputus putus.


" siapa yang akan menolongmu" seru amara yang ternyata memiliki sangkut paut dengan organisasi mafia kecil


"kalian semua pakai saja dia untuk malam ini sesudah itu bunuh dia" perintah amara dan itu membuat aiden dan alex menggelap mereka segera mendobrak pintu itu sehingga orang yang ada di dalam terkejut


Brakkkk


sekali tendangan dari kaki aiden pintu itu rusak parah.


"kalian" ucap amara sedikit bergetar saat melihat ketiga orang itu ada di hadapannya


mata rachel menangkap keberadaan ana yang bajunya sdh hampir terlepas.


"bedebah kalian semua" teriak rachel membuat mereka terkejut aura rachel begitu membuat mereka gemetar

__ADS_1


tanpa menunggu rachel langsung maju dia membabat habis satu persatu musuh, sedangkan ai dan al hanya melihat saja dulu


"kalian harus mati sekarang juga" rachel terus mangaum bagai induk singa yang tengah


bak


buk


kreakk


suara tulang patah seolah olah ada musik yang sangat indah di telinga rachel


rachel yang sedang fokus membabat habis musuh aiden dan alex menolong ana dengan menutup tubuhnya, mereka tidak memperhatikan salah satu musuh yang ternyata sedang mengarahkan pistolnya ke arah rachel


Dorr dor dorr


"argghhhkkk" jeritan itu bukan berasal dari rachel melainkan berasal dari teman mereka yang terkena tembakan dua kali sedangkan tembakan yang terakhir mengikis betis jenjang rachel dan itu membuat alex murka.


alex mengeluarkan katana miliknya dan dengan sekali tebas musuh langsung terjatuh dan darah berceceran mengenai wajah alex.


crasshhhh


dor


dor


dor..


"jangan harap bisa melukai kesayanganku lebih dari itu!!". senyum smirk dari aiden membuat ia seperti pembunuh handal


"alex" seru aiden dan alex mengerti panggilan yang di layangkan aiden


alex maju menyerang mereka yang melindungi amara


crashh


crasshhh


crassshhhhh

__ADS_1


alex menebas satu persatu kapala mereka yang menghalangi jalannya menuju amara


"aaaarrggghhh, jangan mendekat dasar psikopat" teriak amara tapi tidak di dengar oleh alex yang terus mendekat.


rachel telah selesai membabat habis anak buah dari amara yang tersisa tinggallah amara sendiri


"kalian siapa sebenarnya" teriak amara ketakutan


"jangan sakiti saya" mohon amara


"kau telah menyakiti kakakku, bahkan nyaris merenggut nyawanya" teriak rachel dengan emosi mengebu gebu


"dan kau meminta kami untuk tidak menyakitimu" sambung alex


rachel akhirnya mengeluarkan kembali belatinya dan dia mendekat pada amara, dengan sekali gerakan rachel mengancing amara dan meletakkan belati itu di leher amara


"kau harus membayar luka yang di terima kakakku" bisik rachel di telinga amara


rachel dengan tidak memiliki belas kasihan mulai meyayat wajah mulus amara hingga turun kek tangan kaki dan juga punggung amara


"aaaarrrrggghhhhhh..hentikan" mohon amara


"el cepat selesaikan kita harus segera membawa ana" ucap aiden membuat rachel melepaskan amara yang sudah kekurangan banyak darahh


akhirnya mereka menggotong ana menuju mobil untuk pulang ke rumah


mobil kembali aiden simpan di tempat semula mereka berjalan ke arah balkon kamar rachel yang terdapat tangga tersembunyi


saat mereka telah sampe di dalam kamar mereka membaringkan ana di atas tempat tidur, tiba tiba!!.


"dari mana saja kalian!!." suara rendah itu masuk ke gendang telinga si kembar


lampu menyala dan di sofa itu terdapat mommy daddy serta raymon


"astaga apa yang terjadi kenapa kalian penuh darah" tanya alexsa


"seperti mommy tidak perna bertarung saja"sahut aiden


mata raymon menangkap keberadaan ana di balik selimut dengan muka yang lebam

__ADS_1


"apa yang terjadi pada ana?". tanya raymon.


__ADS_2