
Hari-hari terus mereka lewati bersama,sosok Zayn selalu menjadi penyemangat dan juga penyelamat untuk Anatasya disaat dia menghadapi pahitnya kehidupan dan juga hancurnya keluarga....hingga dimana suatu hari hubungan keduanya kandas tanpa kejelasan. Zayn pergi meninggalkan Anatasya satu hari setelah kelulusan Anatasya mendapatkan gelar S3 nya......
Waktu itu. Zayn yang tengah berjumpa dengan seorang wanita yang dijodohkan kedua orang tuanya disebuah Kafe tengah saling peluk,bukan apa keduanya hanya berpose untuk kenang-kenangan karna Zayn yang menolak mentah-mentah perjodohan itu. Anatasya yang tak sengaja lewat didekat situ menjadi salah paham saat matanya menangkap dan melihat pose mesrah kekasihnya dengan wanita lain. Anatasya yang waktu itu masih sangat labil menjadi murka dan menghampiri Zayn. Zayn sudah mencoba menjelaskan namun Anatasya selalu tidak percaya,setelah Anatasya pergi dari hadapannya bukan mengejar Zayn malah kembali duduk bersama orang tuanya,besoknya Anatasya yang menunggu Zayn datang untuk menjelaskan kejadian kemarin hanya bisa gigit jari,ternyata pria itu sudah pergi kenegara lain untuk menuntut ilmu lebih dalam lagi. Zayn lebih memilih menuntut ilmu dari pada bersama Anatasya....sejak saat itu keduanya sudah tidak ada kabar lagi,mereka disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Hingga saat ini setelah sekian lama,keduanya kembali dipertemukan bukan sebagai kekasih,tapi dua orang asing yang berbeda status....
Kembali ke Anatasya,gadis itu menarik nafas panjang,matanya mengunus hamparan perkebunan teh yang begitu sejuk dan enak dipandang,dia sudah berada dibalkon lantai dua rumah sederhana namun terkesan mewah itu.....Jujur saja,masih ada Zayn dihati kecil Anatasya,namun nama Zayn sudah mulai menghilang digantikan dengan nama sang suami Bryan...... Anatasya kembali menghela nafas,dia teringat dengan suaminya......
"Aku tahu kau menyukainya"Tiba-tiba lengan kekar Zayn melingkar dari belakang dipinggang ramping Anatasya,dagunya dia letakkan dibahu polos Anatasya.....
"Zayn jangan seperti ini"Lirih Anatasya,dia merasa tidak nyaman,dia mencoba menepis dengan halus wajah Zayn yang mulai mengendus lehernya....
"Kau masih marah,sudah aku katakan kau hanya salah paham"Ucap Zayn dengan kekehan,dia membalikkan tubuh sang gadis agar menghadap kearahnya.....
"Zayn,lupakan aku,kita tidak bisa bersama lagi,aku sudah menikah"Anatasya memejamkan matanya,dengan sekali tarikan nafas akhirnya kalimat itu keluar juga. Gadis itu kembali membuka mata saat mendengar suara kekehan Zayn.....
"Menikah,itu alasan terlalu labil Honey,sudahlah aku tahu sekarang kau sudah dewasa,dan pasti sudah memaafkanku"
__ADS_1
Zayn berjalan kearah sofa yang ada dikamar itu,dia mendudukkan diri disana dan menatap Anatasya yang tengah berjalan kearahnya....
"Mengertilah Zayn,aku sudah menikah,sudah menikah"Teriak Anatasya mengangkat tangannya, menunjukkan cincin dijari manisnya....Zayn melihat itu,dia berdiri dari duduknya,jantungnya berdegup dengan kencang,dia menatap Anatasya dengan amarah yang membuncak....
"Apa kau gila,kau gila,kau menikah disaat aku disana berjuang mendapatkan ini semua untuk masa depan kita"Balas Zayn berteriak tidak terima,dia mengguncang bahu Anatasya,matanya menunjukkan kekecewaan yang begitu dalam....
"Zayn maafkan aku,maafkan aku,kau yang meninggalkanku"Lirih Anatasya,air mata sudah mengalir dengan deras dari mata indahnya yang masih terbalut Soflen,kakinya melemas dia menjatuhkan diri dilantai,dia sungguh tidak sanggup melihat kesedihan diwajah pria yang pernah menghiasi hari-harinya.....
"Argggggg Anatasya,apa yang kau lakukan ha?"Bentak Zayn marah,matanya juga mengeluarkan cairan bening yang deras..... dengan murka dia membanting seluruh barang yang ada diatas nakas dengan lengan besarnya....Hancur sudah harapan Zayn hidup bersama gadis yang dia cintai,hancur sudah semuanya,niat ingin memberi kejutan dengan kedatanganya malah dia mendapat kejutan yang lebih mengejutkan.....
"Katakan padaku,bahwa semua hanya mimpi,katakan"Teriak Zayn kembali mengguncang tubuh Anatasya. Gadis itu mendongak dia menggeleng dengan air mata yang terus mengalir....
"Kita harus tetap bersama Honey"Guman Zayn mencoba meyakinkan Anatasya,namun Anatasya tetap teguh,dia akan tetap menjalani statusnya sebagai seorang istri dari Bryan. Melihat Anatasya yang menggeleng,darah Zayn kembli mendidih,dia tidak terima dengan semua ini,matanya kembali memancarkan aura dingin dia menatap mata indah itu dengan sangat tajam......
"Hemmmpphhh"Anatasya membelalak saat dengan tiba-tiba Zayn menyerang bibirnya dengan sangat rakus dan kasar,dia mencoba menghindar, dia memukul dada Zayn,namun pria itu tenaganya jauh lebih kuat dari Anatasya....dengan sekali tarikan kini Anatasya sudah berdiri. Zayn menekan kuat pinggang dan tengkuk sang gadis agar dia tidak bisa lolos....
__ADS_1
Anatasya mengerjab,air mata semakin mengalir dengan deras, tiba-tiba bayangan dia dan Bryan yang tengah berciuman seperti yang dia lakukan dengan Zayn terlintas,hatinya sesak,dia merasa bersalah dengan semua ini,dia adalah seorang istri dari pria yang berbeda tidak seharusnya dia berbuat seperti ini. Tapi Zayn,dia juga bingung harus bagaimana,dia merindukan pria ini,dia juga ingin kembali merasakan bibir ini,tapi itu tidak mungkin.....
Zayn tidak memperdulikan airmata yang terus mengalir dengan deras dari mata sang kekasih,dia menggiring Anatasya kearah ranjang,masih dengan lidah keduanya yang bertautan. Zayn melihat mata itu,dulu mata itu selalu sayu saat mereka berciuman,tapi sekarang mata itu terus menampakkan aura kesedihan.....
Brukhhh
"Apa yang kau lakukan Za....Hemmppphh"Zayn mendorong Anatasya keatas ranjang,dan dengan cepat kembali melu*mat bibir merah muda yang teramat dia rindukan,kini posisinya Zayn sudah menindih tubuh mungil Anatasya,dapat pria itu rasakan perlawanan yang terus dilakukan Anatasya yang berada dibawahnya.....
Lidah Zayn kini berhasil masuk menjelajahi rongga mulut Anatasya disetiap incinya. Anatasya dia hanya terdiam pasrah,dia membiarkan apa yang akan dilakukan Zayn,mungkin ini sudah jalan,mungkin ini ketentuan dimana mereka kembali disatukan.....
Anatasya mengerjit,saat tiba-tiba Zayn melepaskan tautan mereka,bukankah tadi pria berambut putih ini begitu bersemangat dalam melecehkan bibirnya dan sekarang pria ini melepaskan dan sedang menatapnya dengan kecewa.....
"Zayn"Lirih Anatasya,tangannya terangkat menyisir rambut putih Zayn dengan sela jarinya.....
"Ada apa Hem?"Tanya Anatasya dengan lembut,tangannya naik turun membelai kepala Zayn,air mata pria itu kembali mengalir dan mengenai ujung hidung Anatasya.....
__ADS_1
"Katakan bahwa kau tidak mencintainya"Lirih Zayn mencoba meyakinkan untuk kesekian kali. Anatasya menundukkan pandangan. Zayn terkekeh dia tahu bahwa sudah ada pria lain dihati Anatasya.....
"Aku mencintaimu"Ucap Zayn,lalu dia merebahkan kepalanya didada empuk Anatasya,keduanya sama-sama terdiam dengan posisi sebelumnya.......