
keesokan harinya alexsa dan edward bersiap siap untuk berangkat ke bandara dengan tujuan berbeda, sedangkan raymon sudah di titip pada dokter manda di markas KBR
"baby apa kau sudah siap?" tanya edward
"sebentar aku periksa dulu" seru alexsa
"oke sepertinya sudah, mari berangkat honey" ajak alexsa
"ayo baby" gandeng Edward pada pinggang alexsa
sesampainya di bandara mereka pergi ke tempat penungguan sebelum naik ke pesawat, alexsa lebih memilih naik pesawat biasa dari pada naik jet pribadi. sedangkan edward memilih naik jet pribadi agar lebih cepat sampai dan bisa menyusul istrinya ke australia.
mereka akhirnya berpisah naik ke pesawat masing masing, sebelum naik edward memberikan kecupan di kening dan bibir
Cup
Cup
"hati hati di jalan baby" seru edward
"kau juga honey" balas alexsa
visual jet pribadi edward
dan ini pesawat yang di naiki alexsa
__ADS_1
mereka berangkat dengan hati yang bahagia tanpa tau ada musibah apa di depan sana yang sedang menanti mereka.
saat di perjalan alexsa merasa perasaan seperti akan terpisah dari putra dan juga suaminya.
"ya tuhan perasaan apa ini, lindungi aku dan juga keluargaku ya tuhan" batin alexsa sembari berdoa
...tidak lama dari itu pesawat yang di tumpangi alexsa mengalami masalah pesawat kehilangan daya angkat atau stall saat badan pesawat mulai oleng alexsa hanya bisa berdoa demi keselamatan dirinya dan juga bayi yang sedang di kandungnya, pesawat terus oleng dan terus turun dari ketinggian tinggih menuju arah lautan victoria di australia akhirnya pesawat jatuh di lautan tersebut. beritanya begitu cepat tersebar
...
keluarga yang ada di irlandia begitu cepat menerima berita
"daddyyyyy, brayeennnn, jeseennnn" seru natalia menggema di seisi mansion
ketiga nama yang teriaki lari terbirit birit menuju ruang keluarga
"iya sayang ada apa" seru daddy
"kenapa kau teriak teriak ada apa" tanya jesen
"lihatlah berita itu, apakah itu benar" seru natalia yang sudah menangis
"tidak tidak ini pasti salah adik kita baik baik saja di sana" ucap brayen yang juga sudah meneteskan air mata
jesen langsung memgambil hp dan menghubungi edward, bertepatan edward yang baru saja tiba di irlandia dan sedang berada dalam perjalanan menuju kediaman abraham dan dia mematikan handphone dari pesawat tadi
"kenapa hp edward tidak aktif" kata jesen yang tiba tiba juga mengeluarkan Air mata
__ADS_1
tidak Lama kemudian terdengar suara mobil yang masuk ke halaman mansion mereka berempat keluar dan betapa terkejutnya mereka melihat edward yang tengah tersenyum berjalan ke arah mereka.
"edward di mana adikku" tanya Natalia yang kini sudah berada di depan edward
"oh alexsa sedang dalam perjalanan menuju Australia" kata edward
"hiks... hiks...hiks." tangis natalia pecah ia menangis meraung membuat edward bingung melihat mereka meneteskan Air mata terlebih natalia yang sedang menangis meraung memanggil nama alexsa
"alexsa hiks..hiks" tangis natalia
"ada apa ini kenapa kalian menangis apa yang terjadi pada alexsa" seru edward dengan Aura dingin
"kau lihatlah berita ini" seru jesen sembari memberikan handphone
tiba tiba tangis edward pecah melihat berita itu bagaimana tidak ia begitu hapal pesawat yang di naiki sang istri
" babyyy, hiks hiks hiks" tangis edward yang sudah terduduk di lantai
"bagaimana ini Al...ale...alexsa sedang hamil" ucap edward terbata Bata
"apa" kejut brayen
"cepat kerakan semua Mafioso terbaik dari sini untuk mencari alexsa" seru edward
"baiklah kakak akan memerinta mereka" kata Natalia yang sudah lebih tenang
"kak brayen tolong tahan persebaran berita tentang hilangnya alexsa, kalau perlu retas semuanya sebisa mungkin kita tahan sebaran berita ini" seru edward
"siap kakak akan berusaha meretas dan menahan berita ini" seru brayen sembari melangkah kearah komputer miliknya sendiri
__ADS_1
sedangkan edward dan beberapa Mafioso terpilih langsung terbang ke australia lebih tepatnya lautan Victoria.