Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
45.


__ADS_3

akhirnya mereka membawa alexsa menuju rumah sakit abraham yg ada di australia


sesampainya di rumah sakit para dokter dan suster sudah menunggu karna sedari perjalanan tadi raymon sudah menghubungi mereka


"dokter dokter.....cepat tolong istri saya" teriak edward yg mana membuat dokter dan perawat itu terkejut bukan karna teriakan edward melainkan kata istri seketika mereka menoleh ke pasien dan ternyata benar


"lady" ucap haru para mafioso yg berprofesi sebagai dokter


"apa yg kalian lihat cepat bawa mommy" teriak raymon yg sudah emosi


"tenanglah boy, mommy wanita kuat" ujar edward agar raymon tenang sedangkan si kembar hanya menatap bingung pada orang orang di depan mereka


raymon mengambil aerphone canggih yg bisa otomatis tersambung ke nomor telfon yg ingin dia tuju


"uncle brayen" seru raymon karna hanya brayen yg mengangkat telfonnya


"iya ray ada apa?". tanya brayen


"kami telah menemukan mommy" ucap raymon membuat air mata brayen mengalir


"kau jangan membohongiku ray" tekan brayen


" aku tidak membohongimu uncle" sahut raymon lagi


" mana sekarang keberadaanmu? ". tnya brayen


"kami berada di australia tepatnya di rumah sakit abraham" ujar raymon


"baiklah malam ini juga kami terbang ke sana, tunggu uncle di sana!". seru brayen

__ADS_1


"ya akan kami tunggu, dan kami pun punya kejutan untuk uncle dan aunty" sahut raymon


"terserahmu saja" sebal brayen di akhiri gelak tawa raymon


mata raymon sedari tadi berbinar menatap tiga anak remaja yang juga memanggil alexsa mommy yang berarti mereka adalah adiknya tak jauh beda dengan edward pun merasa bahagia melihat wajah tampan aiden yg sangat persis seperti wajahnya serta wajah rachel yg persis seperti wajah alexsa sedangkan alex mengambil kedua bagian wajah orang tuanya.


"siapa nama kalian?". tanya edward yg akhirnya bersuara


"saya aiden yang ini rachel dan yg itu alex" jawab aiden dan memperkenalkan kedua saudaranya


"putra putriku" seru edward membuat hati hati si kembar bergetar seakan akan ada ikatan darah di sana


rachel lebih dulu berjalan ke arah edward dan tiba tiba memeluknya lalu berkata


"jika benar kau daddy kami, maka mari bantu kami membuat mommy mengingat segalanya" ucap rachel sambil memeluk edward, ada rasa nyaman dan aman saat berada di pelukan edward


"daddy janji akan membantu kalian membuat mommy mengingat segalanya" sahut edward dan seketika itu juga aiden serta alex ikut memeluk edward mereka menjadi yakin jika edward ini adalah daddy mereka.


akhirnya mereka melepaskan pelukan mereka, rachel beralih menatap raymon


"dia kaka pertama kalian, meski dia bukan anak kandung daddy dan mommy tapi kami menyayangi kalian semua" sahut cepat edward sebelum rachel bertanya


rachel berlari dan memeluk raymon, sama halnya dengan edward saat memeluk rachel. raymon pun merasa seperti memeluk sang mommy


"kau memang adikku" ucap raymon


"aiden rachel alex" panggil paman sam bersama dokter anjas


"uncle aunty" sahut si kembar

__ADS_1


"bagaimana keadaan mommy" tanya paman sam


"dokter masih memeriksanya" sahut edward membuat sam menoleh ke asal suara


"maaf anda siapa?" tanya sam


"perkenalkan saya edward watson Abraham suami dari alexsa alderia smith" jawab edward dan jawaban itu membuat si kembar yakin bahwa yg di hadapan mereka adalah daddy mereka


"edward watson? king mafia terbesar itu!". sahut paman sam dan di angguki oleh edward


tiba tiba dokter keluar" dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya edward


"tidak ada yang perlu di khawatirkan istri bapak tidak apa apa, tapi ia ingin bertemu dengan ketiga anaknya" ucap dokter itu membuat si kembar berdiri dan langsung masuk ke dalam ruangan mommynya


"mom apa kau baik baik saja" tanya rachel


" yes mommy baik baik saja" jawab alexsa tiba tiba pintu terbuka dan memperlihatkan edward serta raymon berdiri di ambang pintu sedangkan paman sam dan anjas pergi mengikuti dokter yang memeriksa alexsa


" mommy ray sangat merindukan mommy" seru raymon yang sudah menangis


"maaf kau siapa nak" tanya alexsa membuat edward menangis dalam diam karna alexsa benar benar tidak mengenali putra dan suaminya


"mom ini aku raymon putramu, hiks hiks aku sangat hiks merindukanmu hiks hiks" raymon menangis tersedu sedu sembari memegang tangan alexsa


"maaf kau mungkin salah orang" seru alexsa


"tidak aku hiks tidak salah orang, aku mohon mom jangan tinggalkan aku lagi" raymon menangis terus membuat alexsa iba


"kau pasti sangat merindukan mommy mu baiklah mari peluk aku kau bisa menganggapku mommymu" ujar alexsa dengan senyuman yg masih menawan tidak membuang buang waktu raymon masuk ke dalam pelukan alexsa dan menangis di sana.

__ADS_1


__ADS_2