
"oh ya tuhan, apa yang terjadi pada ana? ".tanya alexsa
"ana di culik mom, untuk itu kami pergi menyelamatkannya" sahut rachel.
" siapa yang telah berani menyentuh keluargaku" gumam raymon yg di dengar oleh edward
" siapapun mereka harus menanggung akibat dari perbuatan mereka!". sahut edward
"dengar!! siapapun mereka yang berani meyentuh keluargaku habisi mereka malam ini juga jangan ada yang tersisa" perintah mutlak edward di balik aerphone yang terpasang di telingannya
"dad, aku lelah bisakah kalian semua keluar" pinta rachel dengan nada sedikit manja.
tapi saat Edward hendak keluar ekor matanya menangkap hal aneh pada tubuh putrinya
"berbalik" perintah edward pada rachel
saat rachel berbalik edward memdekat dan memeriksa kaki rachel
"hanya luka kecil dad, besok juga sembuh!". seru rachel
"kau memang seperti mommymu" usap edward di pucuk kepala rachel
keesokan harinya mereka semua berkumpul di meja makan kecuali ana yang masih belum bisa terlalu menggerakan badannya.
"mom aku berangkat kerja yah" pamit raymon
"mom apa kabar para uncle kita yang ada di irland?". tiba tiba saja alex bertanya perihal para uncle
"oh itu paman kalian memilih menikahi divisi kedokteran di mafia mommy yang ada di sana" seru alexsa
__ADS_1
"kenapa tidak memberitahu kami, jika begitu kami akan pergi melihat bukan!". sahut rache
" tidak perlu sudah ada raymon yang kemarin pergi memawakili sayang" lembut edward
"lalu bagaimana dengan aunty natalia?". tanya aiden
"dia juga telah menikah bertepatan sehari setelah uncle brayen juga jesen menikah ai" ujar sang mommy yang heran kenapa ketiga anaknya menanyai hal hal tersebut
" kita tinggal tunggu undangan dari uncle sam juga aunty anjas" ucap alexsa
" yeah kita harus pergi, yekan ai, al" semangat rachel
"eum" sahut aiden. " tentu saja" sahut alex
"mom lalu apa kabar dengan uncle lexsi" pertanyaan itu membuat alexsa terdiam, memang hingga kini lexsi masih belum menemukan pujaan hatinya
"baiklah kami berangkat " pamit rachel.
mereka menggunakan satu buah mobil karna sedang malas berangkat sama sama.
sesampainya di sekolah, sekolah tengah heboh dengan kabar kematian dari amara sang ketua geng bully
sedangkan si kembar hanya memperlihatkan semyum smirk mereka kala berita itu tersebar luaskan
"itu akibat dari bermain main dengan kelurgaku" batin rachel
"eh kalian" panggil seseorang pada si kembar, dan si kembar menoleh bersama
"kau berbicara pada kami" seru rachel
__ADS_1
" eum, terutama kau" tunjuknya pada rachel
" aku ingin memberitahu bahwa ketua geng bully di gantikan oleh aku" ucapnya
"lalu apa urusannya denganku" tunjuk rachel pada dirinya sendiri
" jadi aku minta kau jangan sok akrab dengan mereka berdua, karna kau tidak pantas ada di antara mereka" ujar raquel sang ketua geng bully baru
" lalu masalahnya di mana mereka saja tidak masalah aku dekat dan berada di antara mereka" sahut rachel dengan tatapan menantang
" kau akan menyesal, karna aku bisa saja mengelurkanmu dari sekolah ini mengerti!!". sarkas raquel di wajah rachel
" siapa dirimu yang sok berkuasa di sini?" tantang rachel
" aku sepupu kepsek di sini jadi aku bisa dengan senang hati mengeluarkan mu" serunya lagi tapi tak membuat rachel takut karna yang ia tau sekolah ini milik mommynya
" heh cuman sepupu bangga" suara rachel seolah meremehkan
" bukan hanya itu, papaku punya bagian di sekolah ini jadi kau berhati hati lah" serunya tak mau kalah
sedangkan aiden dan alex tengah menunggu rachel yang sedang adu mulut
" aku tidak takut!!. Bagaimana jika aku bilang bahwa aku pemilik sekolah ini" bisik rachel di telinga raquel
"bhahahahah!! jangan mimpi" ejek raquel
" liat saja besok kau akan ku keluarkan" tekan nya pada rachel
" aku sama sekali tidak takut" tekan balik rachel.
__ADS_1