Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
chapter 10


__ADS_3

si kembar belajar dengan baik sampai jam istirahat, setelah semua siswa siswi keluar tinggallah si kembar di dalam kelas, memang tidak ada yang tau jika mereka bertiga adalah saudara kembar yang mereka tau adalah rachel wanita paling beruntung yg bisa sedekat itu dengan aiden dan juga alex. Tidak sedikit dari mereka menunjukan rasa irinya secara terang terangan, tapi itu semua tidak membuat rachel merasa terganggu selagi mereka tidak menyentuh kulitnya ia akan tetap diam. Seperti itulah rachel yang tingkat kecuekannya turun dari sang mommy.


saat mereka bertiga berjalan ke arah kantin dengan menenteng bekal dari sang mommy tiba tiba ponsel rachel berdering, ia segera merogoh kantong roknya dan melihat siapa si penelpon tersebut.


" siapa el? ". tanya aiden


" uncle brayen" sahut rachel dan segera mengangkatnya.


"hallo"


"Little girl" sahut brayen di sebrang sana


" apa ada masalah uncle " sarkas rachel, karna tidak biasanya sang uncle menghubunginya seperti ini.


" tidak ada masalah little girl " sahut brayen


" lalu?". tanya rachel


"uncle ada di jerman" ucap brayen


"benarkah? apakah kau membawa aunty nara ke sini juga uncle" semangat rachel ketika tau uncle ada di jerman


" tidak sayang, aunty nara sedang mengandung muda saat ini" sahut brayen


"yey, aku akan memiliki keponakan yah uncle" antusias rachel sehingga tidak terasa mereka telah sampai di depan pintu kantin


" ya sudah uncle hanya ingin mengabarimu, oh iya uncle akan menjemput kalian, sekalian memberi kejutan pada mommy and daddymu sayang" ucap brayen


"siap kapten, di tunggu jemputannya" sahut rachel dan mengakhiri panggilan tersebut.


"apa ia akan menjemput kita?".tanya alex


"eum" sahut rachel karna mereka sudah sampai di kantin


aiden lebih dulu menghabiskan makananya tanpa menunggu kedua saudaranya


"kau hendak ke mana?" tanya rachel karna melihat aiden seperti terburu buru


" aku ada urusan di luar, kalian pulanglah bersama uncle brayen" ucap aiden yang sudah bersiap pergi


"ya sudah hati hati di jalan" lambai tangan rachel sembari berucap


setelah aiden pergi, bel masuk kembali berbunyi rachel bersama alex kembali ke kelas.


setelah sekitar dua jam lebih bel pulang terdengar, rachel segera merapikan semua alat tulisnya


"ayo" ajak alex


"eum" sahut rachel

__ADS_1


mereka berjalan ke luar dari koridor sekolah menuju halaman sekolah untuk menunggu sang uncle.


"apa dia belum datang" alex menatap sekeliling halaman sekolah


"sepertinya begitu" sahut rachel


tapi tiba tiba saja mobil mercy hitam berhenti di depan mereka, setelah itu keluar dua orang berbadan kekar membukakan pintu buat si pemilik mobil.


dan dari arah belakang rachel dan alex terdengar teriakan


"papa!".seru orang itu yg ternyata adalah raquel


"sayang apa kabarmu" seru sang papa mengelus manja surai rambut sang anak


"baik pah, papa apa kabar" tanya balik raquel


"ada apa kamu menyuruh papa datang ke sini sayang" tanya sang papa


"itu pah" tunjuk raquel pada alex sedangkan yang di maksud hanya memasang muka datarnya


"ada apa dengan lelaki dan kekasihnya itu sayang?".Tanya papa raquel


"aku menyukainya tapi temannya itu tidak mengizinkanku, bahkan dia menentangku pah" adu raquel pada sang papa


"benarkah seperti itu" tanya pasti papa raquel


"iya pah, tolonglah bicara" seru raquel.


"nona, apa anda kekasih dari anak muda ini?". Tanya Papa raquel


tapi rachel hanya diam dan memasang muka datarnya begitupun dengan alex


" nona saya sedang bicara dengan anda" seru papa raquel


"haisss, kalau iya kenapa kalau tidak kenapa?" tanya balik rachel sembari berdecak


" nona sopanlah sedikit" ujar sang bodyguard


" jika kau bukan kekasihnya atau pun kekasihnya, tolong biarkan anak saya bersamanya" ucap papa rachel dengan tidak tau malunya


"apa hak anda mengatur atur saya" suara dingin rachel terdengar


" saya berhak mengatur anda, karna anda bersekolah di sini" sahut Papa raquel


"lalu jika saya bersekolah di sini apa hubungannya dengan ini semua?". Tanya rachel yang membuat papa raquel emosi


" hey kau akan menyesal sudah membantah ucapan saya, asal kau tau saya memiliki saham besar di sekolah ini jadi saya bisa dengan senang hati mengeluarkan kau" ucap papa raquel dengan setiap Penekanannya tapi tidak membuat seorang rachel ketakutan


"jika saya bilang sekolah ini adalah milik saya" seru rachel dengan lantang, dan itu mengundang mata setiap murid murid yang ada di sekitar tempat tempat kejadian

__ADS_1


" kurang ajar, kau akan saya beri pelajaran!!" seru papa raquel


"hah saya sudah bosan belajar Pak" sahut Rachel lagi membuat amarah papa raquel menggebu gebu


" serang dia" perintah papa raquel tanpa melihat jika rachel masihlah anak sekolah


tapi dengan mudahnya kedua orang itu di taklukan oleh rachel


"kakakku memang hebat" seru alex namun karna tersulut emosi jadi tidak ada yang mendengar perkataan alex termasuk raquel yang hanya berdiam diri di mobilnya


" ku hajar kau" teriak papa raquel tapi sebelum kepalan tangan itu mengenai kulit rachel tangan kekar alex lebih dulu menahannya


" jangan coba coba sentuh dia dengan tangan kotormu itu" kata alex


saat mereka sedang adu mulut tiba tiba saja brayen muncul di antara keributan itu


" ada apa ini?". Tanya brayen


" Tuan brayen, tidak ada apa apa saya hanya sedikit memberi pengertian pada kedua anak ini karna terlalu membangkang" ucap papa raquel dengan sedikit berbohong


"kalau begitu ada apa dengan anak buahmu itu pak?" tanya brayen lagi sembari menahan tawa karna ia tau itu pasti ulah si kembar


"tidak apa apa, oh iya ada apa tuan brayen sampai datang ke sekolah ini?" tanya papa raquel


"saya ingin menjemput kedua kesayangan saya yang bersekolah di sini" seru brayen


"mungkin mereka masih di dalam tuan brayen" sahut ramah papa raquel


ya siapa yang tidak tau brayen Abraham pembisnis besar dari irlandia bahkan sudah meluas ke beberapa negara besar.


" lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya pada mereka" ucap brayen sembari matanya mengkode ke arah rachel dan juga alex


"saya akan mengskorsing mereka berdua tuan" ujar papa raquel


tiba tiba saja saat brayen tengah berbincang dengan papa raquel suara manja itu terdengar kembali


"uncle aku sudah lapar apa kita tidak akan pulang, lagipula di sini sangat panas" seru rachel dengan lantang namun terkesan manja


papa raquel tiba tiba saja menegang saat kata kata itu keluar dari mulut rachel


"kau sudah dengar bukan paman, mereka adalah keponakan saya. Dan siapapun orang yang mengganggu keluarga saya akan tau akibatnya" seru Brayen dengan nada rendah sembari berbalik dan mengajak rachel serta alex ke mobilnya


"papa apa yang terjadi kenapa papa tegang begitu" tanya raquel pada sang papa


"lebih baik kamu jauhi pemuda itu serta wanitanya" perintah sang papa


"apa yang papa katakan.?" seru raquel


"sudah jauhi saja jika kau tak mau hidup kita melarat" peringatan papanya membuat ia tertegun

__ADS_1


"maksud papa apa?" tanya raquel karna masih bingung.


"mereka ada keponakan dari tuan brayen abraham pembisnis besar itu." ucap papa raquel sembari menutup matanya karna kepalanya juga terasa pening.


__ADS_2