
saat lexsi menangisi jenaza adiknya, sebuah senyuman licikpun terlihat dari sudut bibir amelia
"maafkan aku alexsi, jika aku tak membunuhmu kau lah orang pertama dan penghalang terbesarku untuk mendapatkan posisi alexsa, sekali tembak dua sasaran pergi" batin amelia senang
saat semua sedang bersedih tiba tiba lexsi teringat pada alexsa karna semenjak dia datang, dia sama sekali tidak melihat alexsa
" Mom dad di mana alexsa kenapa aku tidak melihatnya sedari tadi?" tanya lexsi pada kedua orang tuanya
seketika amarah Stiven yg sudah mereda kembali meledak
"jangan sebut nama anak sialan itu" bentak stiven
"apa maksud daddy dan di mana alexsa?" tanya lexsi lagi
"tidak akan Ada lagi yg bernama nama ALEXSA ALDERIA SMITH karna dia bukan lagi bagian keluarga ini" jawab stiven dengan amarah yg memuncak
"tidak apa yg daddy katakan, apa salah al Dad hingga kalian mengusirnya?" tanya lexsi dengan nada membentak
"dia pantas di usir karna dia yg telah membunuh putriku" bukan stiven yg menjawab melainkan yesa sang mommy.
__ADS_1
"tidak mungkin mom mana ada orang yg mau membunuh saudari kembarnya mom itu tidak mungkin" kata lexsi
"apa yg tidak mungkin bang lihatlah kakak alexsi sekarang menjadi korbannya entah siapa korban selanjutnya" kata amelia dengan Air mata palsunya
"tidak aku tidak percaya jika alexsa yg telah membunuh alexsi, Dan jika alexsa keluar dari rumah ini maka akupun akan keluar dari rumah ini mengikuti adik bungsuku" kata lexsi panjangg lebar
"silakan jika kau ingin ikut anak sialan itu" kata stiven
"baiklah tapi ingat kata kata saya jika suatu saat nanti alexsa terbukti tak bersalah atas apa yg terjadi malam ini karna tidak semua orang mendapatkan kesempatan kedua" kata lexsi dengan dingin dan datar
Lexis pun pergi mengemasi pakaiannya dan segera pergi dari rumah menuju ke apartemennya sembari mencari adiknya di sepanjang jalan tapi nihil dia bahkan tidak menemukan tanda tanda tentang keberadaan adiknya
"princesss kamu di mana sayang" kata lexsi dengan Air mata yg mengalir di pipinya
^^^^^^^^^^^^^^^^_________________^^^^^^^^^^^^^^^
Irlandia waktu setempat
di sebuah mansion yg sangat besar terbaring seorang gadis cantik dengan segala alat medis yg menempel di tubuhnya, sudah hampir satu bulan lamanya gadis tersebut enggan untuk membuka matanya.
__ADS_1
"nak buka matamu jangan menutupnya terus kakek berjanji jika kau bangun kakek akan mengangkatmu menjadi cucu kakek" kata tuan stamfort sambil menggenggam tangan gadis itu
sedangkan di alam bawa sadar gadis itu dia sedang duduk dengan seorang gadis yg sama cantiknya bahkan sama persis wajahnya, ya mereka adalah alexsi dan alexsa
"dek apa kamu benar tak akan kembali lagi?" tanya alexsi pada saudari kembarnya
"tidak kak aku akan tetap bersama kakak di sini menemani kakak" kata alexsa
"tapi dek di sana perjalanan hidupmu masih panjang masih ada abang lexsi, mommy, daddy yg harus kamu lindungi dari wanita iblis itu sayang" kata alexsi memperingati adiknya
"tapi kak apa mommy dan daddy juga bang lexsi akan percaya padaku?" tanya alexsa pada Sang kakak
"kau harus menCari bukti bahwa kau tak bersalah atas kematian kakak, tapi untuk bang lexsi dia sangat percaya padamu bahkan sekarang dia sedang mencarimu kemana mana" jawab alexsi
"dan yah ada orang baik yg menunggumu dek dia yg akan menjadi keluargamu mengerti!! sekarang pergilah" kata alexsi lagi lalu membawa alexsa ke sebuah cahaya yg sangat terang dan mendorongnya keluar dari alam bawa sadarnya.
tidak berselang Lama tangan alexsa mulai bergerak menandakan bahwa dia akan segera sadar, tuan stamfort yg menyadari pergerakan itu pun memanggil dokter untuk memeriksa alexsa
"bagaimana dok keadaanya?" tanya tuan stamfort
__ADS_1
"dia sudah sadar dan sudah melewati masa komanya tinggal tunggu proses pemulihan saja" jawan dokter itu
Bersambung sampai sini dulu yah soalnya pegal tangan authority ngetiknya dan jangan lupa tinggalkan jejak see you readers sayang❣️❣️💜💜