Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
Chapter 15


__ADS_3

ddrttt drrttt drrtttt


"hallo ada apa kak, kenapa begitu dekat dan kau malah menelfonku bukan langsung saja datang ke kamarku apa sekarang kakimu tidak berfungsi lagi" alex berbicara panjang lebar pada sang kakak karena kesal.


"diam dulu anak nakal" seru rachel dengan setengah berteriak


"haisss bicaralah cepat" pasrah alex


"bersiaplah jam 10 malam nanti kita punya misi".ucap rachell


"haa!! benarkah begitu kak? ".antusias alex kala mendengar kata misi


"begitu saja baru semangat, tadi nyerocos kaya bajay" gerutu rachel dan hanya di balas dengan cengiran kuda dari sang adik


"baiklah, sekarang jam menunjukan 09:45 kau punya waktu 10 menit untuk bersiap setelah itu kita ketemu di kamar aiden". ucap rachel lagi dan langsung memutuskan sambungan telfonnya


"kebiasaan sekali" alex berdecak kesal karna panggilannya terputus begitu saja


sepuluh menit kemudian alex telah selesai bersiap ia menggunakan baju serba hitam dengan senjata kesayangannya telah tertata rapi di pinggangnya.


alex berjalan dengan gaya coolnya menuju kamar aiden


"anak nakal, cepatlah sedikit" tarik rachel pada lengan alex


" dengarkan aku".seru aiden

__ADS_1


"orang yang telah meneror kak ana adalah raquel dan dia bergabung dengan komplotan mafia yang tidak bisa juga kita anggap sepele meskipun mafia yang mommy dirikan masih menjadi mafia nomor satu, markas mafia tersebut berada di perbatasan bagian barat tepatnya di tengah hutan belantara. Menurut para pengintai mereka tengah berkumpul di markas semua dan juga ada raquel berada di sana". jelas aiden panjang lebar


"bukankah ia menyerahkan nyawanya sendiri"senyum jahat terlukis indah di wajah rachel


"ingat kita hanya akan menghancurkan mafia yg membantu dia, urusan raquel itu nanti ada saatnya" suara aiden kembali terdengar di sela sela ia memilih senjata


dan senjata yang di gunakan aiden tentu saja pistol kembar kesayangannya sedangkan rachel ingin memamerkan kemampuan bermain katananya, jadi ia menggunakan katana kembar sang mommy.


mereka berjalan mengendap endap seperti pencuri untuk sampai ke pintu utama padahal dari balkon kamar rachel tidaklah terlalu tinggih untuk turun dari sana.


saat hampir mencapai pintu utama suara rendah namun bulat mengejutkan mereka bertiga.


"hendak ke mana kalian malam malam seperti ini!!". seru raymon


"kakak" sahut mereka bertiga secara bersamaan


"tapi ke mana kenapa pakaian kalian seperti itu" lagi lagi raymon membuat rachel gugup beda dengan aiden yg jenuh ia langsung saja menjawab


"kami hendak memusnahkan orang yang berani bermain dengan keluarga kita" dingin aiden


"kalau begitu kakak ikut" jawab raymon dengan senyum mengembang


" kalau ingin ikut bilang saja jangan bertele tele" gumam alex


" aku mendengarnya little boy" seru raymon

__ADS_1


akhirnya mereka berempat berangkan dengan menggunakan satu mobil agar tidak terlalu di curigai mafioso yang berjaga malam itu.


sesampainya di hutan tempat markas dari mafia tersebut, mereka memarkirkan mobil di sebrang jalan agar tidak menimbulkan kecurigaan


raymon berjalan lebih dulu di ikuti rachel setelahnya ada alex dan terakhir aiden, mereka berjalan dengan sangat hati hati mata yang waspada menatap sekeliling hutan yang gelap, tidak jauh berjalan mereka melihat cahaya yang menerangi sekitaran bangunan yang terlihat tua dan juga seperti tak di tinggali semakin mendekat tiba tiba gelak tawa beberapa orang terdengar begitu jelas di pendengaran kakak beradik itu. Mereka semakin waspada.


"tunggu sebentar". suara raymon menghentikan langkah si kembar yang berada di belakangnya


"ada apa kak?". tanya rachel


"pakai ini belum saatnya identitas kalian terbongkar" jawab raymon


" kita bagi tugas, aku dan alex akan masuk melalui pintu belakang, sedangkan kau dan rachel masuk melalu pintu samping. Kau bisa menjaga rachelkan aiden?" ucapan raymon di tutup dengan pertanyaan


" bahkan nyawaku pun akan ku pertaruhkan demi rachel kak" suara aiden begitu rendah namun tegas


" kau kakak terbaikku" peluk rachel di pinggang berotot aiden


"baiklah ayo kita mulai misi ini" seru raymon dan mereka berpencar untuk mencari cela masuk


rachel dan aiden telah menemukan cela untuk masuk ke dalam, saat mereka masuk satu orang penjaga lewat tepat di samping pintu yang ada kakak beradik itu.


aiden langsung saja menarik orang itu dan menggores lehernya hingga urat kehidupannya putus begitu saja


sreeekkk

__ADS_1


darah muncrat ke baju aiden namun di biarkannya, ia kembali menarik tangan rachel dan mereka berjalan masuk lebih dalam. Terdengar dari arah belakang terjadi perkelahian yang artinya raymon juga alex telah memulai aksinya.


__ADS_2