Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
Chapter 28


__ADS_3

sepulang dari kampus si kemabar+Anna langsung masuk ke dalam rumah dan mereka begitu terkejut saat di sana sudah ramai oleh keluarga besar SMITH WATSON dan juga ABRAHAM.


" ada apa ini mommy?". tanya Aiden


" ah kalian sudah pulang". seru Alexsa


" sini sini duduk dulu". panggil aunty Natalia


"begini, kami semua berkumpul di sini untuk membicarakan sesuatu pada kalian" seru Edward


" apa itu tentang perpindahan jabatan?". potong Aiden


" dengar dulu boy!!" sarkas Alexsa


" kami sudah membicarakan dengan para petinggih Mafia juga perusahaan dan benar kami sudah memutuskan untuk memindahkan jabatan ke antara kalian dan perusahaan yang akan di berikan adalah perusahaan SMITH Company. Perusahaan besar yang nantinya akan berpindah tangan kepada!". ucapan Edward sengaja menggantung, si kembar+Anna saling tatap entah siapa yang akan menjadi penerus perusahaan tersebut kakak beradik itu pasrah karna memang sudah takdir terlahir di keluarga kaya raya dengan hidup yang bisa di bilang tidak normal.


" aiss cepatlah daddy kenapa lama sekali". seru Rachel tidak sabaran


" baiklah, jabatannya jatuh ke tangan Anastasya" seru Edward mereka semua bertepuk tangan riuh sedangkan Anna masih bengong dan tidak percaya bahwa ia akan memegang perusahan besar itu.


" daddy tidak salahkan" seru Anna dengan suara sedikit tercekat


" tidak sayang, kau pantas mendapatkannya sebagai putri pertama di tiga keluarga besar ini" seru Brian dan yang lainnya mengangguk serta bergantian memeluk Anna.

__ADS_1


"selamat kak semoga sukses" si kembar bergantian memberi selamat pada sang kakak


" Anna mommy akan mengadakan acara dan juga memperkenalkan kalian pada public, apa kalian setuju?". tanya Alexsa


" kalau kami terserah pada mommy dan daddy jika itu baik kami hanya mengikuti" sahut Alex di angguki kedua saudaranya.


" baiklah jika begitu, acaranya akan di adakan minggu depan jadi persiapkan diri kalian masing masing" seru Alexsa.


***


seminggu kemudian, tepatnya hari acara besar yang tunggu tunggu undangan telah di sebar di universitas si kembar kolegan kolegan bisnin dari tiga perusahaan besar dan kenalan Alexsa juga Edward Mansion SMITH menjadi tempat acara itu berlangsung, dan sekarang mansion itu telah di rumah bak istana raja dekorasi super mewah menjadi pilihan Alexsa dan keluarga.


hari itu juga si kembar+Anna masih masuk kampus dan saat memasuki lingkungan kampus hiruk pikuk orang orang membicarakan soal acara besar yang akan di adakan sebentar malam.


" hee kalian sudah mendapatkan undangan untuk sebentar malam?". tanya Laura dan si kembar hanya diam saja


" kami mendapat undangan istimewah dari nona Alexsa" sunggingan tajam di sudut bibir Rachel terlihat.


" menghayal jangan terlalu tinggih yah" seru Laura dan berlalu pergi


" rasa aku ingin menggores wajahnya dengan belatiku" celetuk Rachel


" seperti pagi ini kita tidak memiliki mata kuliah hingga sore karna dosen sedang sibuk mengurus keperluan untuk acara malam ini" ucap Anna yang baru tiba dari ruangan dosen

__ADS_1


" jika begitu sekarang kita jalan jalan saja mecari gaun yang akan kak Anna kenakan ayo" ajak Rachel begitu antusias


" ya sudah ayo" Aiden bergerak menuju parkiran mobil.


bertepatan dengan keluarnya mobil Laura and gang


tujuan utama si kembar adalah mall terbesar di kota itu untuk mencari gaun, setelah sampai mereka langsung turun dan berjalan masuk ke dalam serta menelusuri berbagai stand pakaian branded.


sampai di salah satu stand yang memang favorit semua orng untuk di kunjungi, setelah memilah milah hampir satu jam mereka akhirnya berkumpul di kasir untuk membayar pakaian mereka.


" eh orang miskin belanja di sini juga memangnya mampu bayar?". tanya Laura yang kebetulan juga membayar belanjaannya


si kembar+ Anna hanya diam saja dan masing masing dari mereka mengeluarkan kartu dari dalam tasnya ingin membayar.


" aku saja yang bayar!!" seru mereka berempat sembari mengeluarkan empat blackcare, kasir sampai terbatuk dan melotot


" uhukk uhukk uhuukk" batuk kasir itu sembari menetralkan perasaannya


" kami memang orang miskin Laura" seru Rachel sembari menyunggingkan sudut bibirnya


" berapa semuanya mba?". tanya Aiden


" total semuanya dua koma miliyar nona" sahut kasir tersebut.

__ADS_1


" pakai kartuku saja" ucap Aiden menyodorkan kartu tersebut


setelah selesai mereka keluar dan bergegas pulang karna sudah waktunya jam makan siang, si kembar lebih memilih makan di rumah dari pada makan di luar karna pasti mommynya akan marah jika tau.


__ADS_2