
"siapa mereka?".tanya sinta
"mereka anak anakku" sahut alexsa membuat yesa han sinta dan reina terkejut
"a.. ap...apa anak"teriak sinta
"mom sudah ku bilang kecilkan suaramu, kenapa kau suka sekali teriak" seru amy sembari menutup telingannya
"itu sudah menjadi kebiasaan mommymu" ejek alexsa membuat sinta kesal
"wahh anak anakmu tampan dan juga cantik al" kagum reina
"cucuku" panggil yesa membuat si kembar berjalan perlahan kepada yesa
"grandma grandpa" panggil rachel dan langsung masuk ke dalam pelukan hangat yesa sedangkan aiden dan alex duduk di kiri dan kanan Han
"kalian begitu persis dengan alexsa dan edward" kata yesa
"mereka anak anakku mom jelas mereka akan sama denganku" angkuh edward di Iringi dengan senyum manisnya
"dasar sombong" teriak brayen dan lexsi bersamaan
"makanya cepat cepatlah menikah tinggal kalian bertiga yg belum menikah" ejek edward
"aku tidak melihat kak natalia dan juga kakek, di mana mereka?". tanya alexsa
"mereka sedang dalam perjalanan ke sini al" jawan jesen
__ADS_1
saat mereka tengah asik berbincang bincang terdengar suara deru mobil memasuki halaman mansion.
"mom biar aku yg membukanya"seru daniel
"baiklah" jawab reina
"mom kami ingin istirahat" rengek rachel dan di angguki ke dua saudaranya
"baiklah kalian naik ke atas saja, pilihlah kamar sesuka hati kalian" seru yesa karna si kembar sudah menaiki tangga
"alexsa" seru natalia sembari memeluk erat alexsa
"kakak kita baru kemarin ketemu, tolong aku bisa mati jika begini" berontak alexsa.
"tapi mengapa aku sudah sangat merindukanmu" ucap natalia yg kembali memeluk alexsa tapi tak seerat tadi
"ai ternyata keluarga mommy dan daddy banyak juga, aku risih" adu rachel pada aiden
"akupun ra" singkat aiden sedangkan alex sedang asik dengan dunianya sendiri
"hey anak nakal apa yang sedang kau lakukan" seru rachel
"aku sedang bermain game kak" jawan alex tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone yg ada di depannya
tiba tiba saja rachel dengan jahilnya merebut handphone itu dan membuat alex kesal setengah jam mati pada sang kakak perempuan
"kak kembalikan aku sedang bermain" teriak alex untung kamar tersebut kedap suara jadi teriakan alex tidak kedengaran keluar
__ADS_1
"ambil kalau bisa" ejek rachel dan berlari di dalam kamar itu dan membuat aiden pusing
"Berhenti". ucap aiden dengan nada rendah tapi tegas dan itu sangat menusuk ke telinga rachel dan juga alex
"apa kalian tidak bisa diam, tadi di luar kalian seperti kucing basah kenapa sekarang kalian begitu berisik" ucap aiden lagi tapi tidak ada nada marah ataupun bentakan dalam ucapannya
"maafkan kami ai" ucap rachel dengan suara kecil menahan tangis karna ia berfikir aiden marah
"tidak usah menangis ra" suara aiden kembali terdengar dan itu membuat air mata rachel mengalir perlahan
aiden dan alex di kejutkan dengan isakan yg keluar dari bibir rachel.
"ra sudah ku bilang jangan menangis" aiden berbicara sembari merangkul rachel masuk ke dalam pelukannya
dan di saat yg bertepatan raymon masuk tanpa mengetuk pintu dia berfikir klo itu adalah kamar aiden
"loh kalian bertiga ada di sini?" bingung raymon dan di tambah ia melihat rachel yg sedang Amenangis
"ada apa dengan rachel? kenapa ia menangis". tanya raymon
rachel yg di tanyai seperti itu akhirnya menyunggingkan senyum licik ia akan mengerjai aiden dan alex
"kak ray hiks hiks hiks" rachel menangis dan segera berlari ke arah raymon dan memeluknya
"ada apa gadis manis" tanya raymon selembut mungkin, jika orang lain mendengr suara raymon pada rachel pasti mereka mengira raymon orang lain dan bukan raymon yg dingin serta cuek
" mereka berdua memarahiku" adu rachel dan itu membuat aiden dan alex terkejut
__ADS_1
"Apa"~raymon