Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
.47


__ADS_3

mereka berenam akhirnya tiba di bandara internasional airport australia, penjagaan begitu ketat hingga si kembar yg belum perna merasakan di kawal seperti itu menjadi risih


"Dad lihatlah adik adikku, ekspresi mereka sangat menggemaskan" bisik raymon pada telinga edward


"mereka hanya belum terbiasa Boy, apalagi aiden yang berbeda dari kedua saudaranya" bisik edward lagi sehingga mengundang perhatian alexsa yang berada tak jauh dari mereka berdua


"apa yang sedang kalian bicarakan" suara alexsa mengejutkan kedua pria berbeda usia itu


"tidak ada, kami hanya sedang membicarakan perusahaan yg akan bekerja sama dengan kita Mom" sahut raymon


"siapa yang sedang kau bohongi Boy" tekan alexsa


"baiklah Mom kami membicarakan si kembar" jawab raymon si kembar yang di sebut pun memberikan tatapan dinginnya


"oh ayolah mom kenapa mereka sangat menakutkan" bisik raymon


"sejak kapan kau menjadi penakut boy" ejek edward membuat raymon cemberut


"Mom lihatlah daddy" adu raymon membuat alexsa geleng kepala melihat tingkah suami dan anak pertamanya


saat berada di dalam pesawat pun si kembar tidak mengeluarkan suara sedikit pun dan itu membuat alexsa terheran dengan sikap anak kembarnya.


"kalian kenapa Emm?" tanya alexsa

__ADS_1


"tidak ada mom" jawan Aiden


"rachel ada apa jawab mommy" tekan alexsa


"kami merindukan paman sam dan aunty anjas mom" sahut rachel yg matanya telah berembun


"sayang kita bahkan baru Saja berangkat Tapi kau sudah merindukan mereka, bagaimana jika sudah di sana" giliran edward yang bersuara


rachel berbalik dan memeluk raymon dan menangis dalam diam di Dada bidang raymon


"sudah tenanglah jika ada waktu kita akan berkunjung ke tempat ini lagi Oke" bujuk raymon agar rachel berhenti menangis.


mereka akhirnya tiba di jerman karna semua keluarga berkumpul di jerman baik yang dari irlandia.


"uncle". sapa raymon " Ray Ada apa dengan si kembar" tanya beaten


"tanya lah sendiri uncle, mereka ada keponakanmu." seru Raymon " ia tapi uncle belum akrab dengan mereka" seru brayen lagi


"sudahlah nanti saja Bertanyanya mereka pasti lelah" sahut lexsi menghentikan percakapan antara brayen dan raymon


mobil yang mereka tumpangi akhirnya berjalan menuju mansion besar smith yang mana semua keluarga telah berkumpul.


mobil mereka memasuki pekarangan mansion dan itu membuat semua penghuni keluar untuk menyabut kembali alexsa karna waktu di Australia yesa dan han tidak ikut menjenguk alexsa.

__ADS_1


alexsa dan yang lainnya turun dari mobil langsung di sambut dengan pelukan hangat sang mommy


"mommy sangat merimdukanmu Sayang" tangis yesa pecah di pelukan alexsa


"akupun Sangat merindukan kalian semua" seru alexsa


"alexsaaa" teriak sintia dan juga reina yg ternyata mereka juga ada di antara keluarga alexsa


"sintia reina kalian di sini" tanya alexsa


"ia kami juga ingin menyambut sahabat kami" seru sintia dengan suara cemprengnya


"mom kecilkan suaramu" seru anak seusia rachel yg berdiri di dekat sintia


"mom?" tanya alexsa "iya dia adalah anakku al" sahut sintia


"jadi kalian telah menikah juga?" senang alexsa hingga mereka melupakan yg lainnya


hingga mereka di sadarkan dengan deheman aiden dan mereka baru menyadari kehadiran tiga anak remaja yang hampir seperti alexsa dan edward


"siapa Mereka?". tanya sintia


"mereka adalah anak anakku" sahut alexsa membuat rayna sintia yesa han terkejut bukan Main

__ADS_1


__ADS_2