
saat ini alexsa dan edward sedang dalam perjalanan pulang dari markas menuju mansion.
tapi sebelum itu mereka singgah di rumah sakit untuk memastikan bahwa yang di katakan dokter di uks tadi benar.
mobil edward memasuki rumah sakit terbesar di kota itu di mana dokter amanda juga bekerja ya itu rumah sakit milik alexsa yang di beri nama AL'HOSPITAL, alexsa dan edward masuk sambil bergandengan tangan tak lupa mereka berdua mengenakan masker agar tidak di kenali banyak orang.
mereka berjalan menuju ruangan dokter kandungan, saat sampai mereka di sambut ramah oleh dokter tersebut.
"silakan duduk tuan nyonyah" seru dokter itu sopan
"dok saya ingin mengecek apakah saya benar hamil ataukah tidak" kata alexsa
"apa keluhannya nyonya?" tanya dokter itu
"saya dari kemarin merasakan pusing mual dan lemes dok" kata alexsa lagi
"baiklah silakan baring di situ saya akan memeriksa nyonya" seru dokter sembari menunjuk ranjang pasien
setelah alexsa berbaring dokter itu mengoleskan gel ke perut rata alexsa dan mulai menempelkan alat. alat itu berputar putar di perut alexsa seperti mencari sesuatu, setelah dapat dokter tersebut langsung tersenyum
"tuan nyonya apa kalian melihat titik kecil itu?" tanya dokter pada alexsa dan edward
"iya dok kami melihatnya" jawab edward
"itu adalah buah cinta antara tuan dan nyonya" kata dokter itu sambil tersenyum manis
__ADS_1
alexsa dan edward terharu mereka terus mengamati gambar itu tiba tiba edward bertanya
"dok kenapa titik itu menjadi dua?" tanya edward
"oh astaga mereka kembar rupanya, selamat tuan nyonya" seru dokter itu gembira
"honey aku sangat senang" seru alexsa
"aku pun baby" tambah edward
setelah memeriksa dan menebus beberapa obat mereka langsung pulang menuju k mansion tapi saat di jalan alexsa mendapat telfon dari abangnya yaitu lexsi, dengan senang hati alexsa mengangkat
"hallo sayang kalian di mana ini kan sudah jam pulang sekolah? dengar raymon menangis dan terus menangis karna menunggumu" ucap lexsi panjang lebar
"darimana abang tau raymon menangis?"seru alexsa tajam sedangkan edward yang mendengar putranya di sebut pun menoleh
"baiklah kami sedang di jalan" kata alexsa
"akan abang tunggu" seru lexsi lalu menutup teleponnya
"kira kira apa yang akan abang bicarakan yah" tanya alexsa pada edward sedangkan edward hanya mengangkat bahunya tanda tak tau
sesampainya di mansion alexsa dan edward turun saat membuka pintu raymon langsung berlari dan memeluk alexsa
"mommy hiks hiks hiks" tangis raymon pecah di pelukan alexsa
__ADS_1
"hey boy kenapa emm?" tanya alexsa lembut pada raymon
"aku khawatir pada mommy" seru raymon yang sudah lebih tenang
"tak apa boy mommy baik baik saja, maaf mommy tadi sehabis dari kantor daddy sayang" seru alexsa menjelaskan
"sekarang raymon istirahat oke, karna besok raymon sudah bisa sekolah" seru edward membuat raymon bersorak gembira dan berlari ke arah tangga di susul bibi yang mengasuhnya
"baiklah, apa yang akan abang katakan" tanya alexsa to the poin
"tapi sebelum itu kamu jangan marah dan jangan potong apa yang abang sampaikan" kata lexsi
"baiklah" singkat alexsa
"abang telah mengatakan semuanya pada mommy dan daddy" kata lexsi tiba tiba raut wajah alexsa berubah tapi ia tidak mengeluarkan suaranya
"lalu mommy dan daddy menyesal meraka menyesal telah mengusirmu sayang mereka lupa jika di taman itu terdapat cctv yang dapat membuktikan kebenarannya setelah seminggu dari kejadian daddy dan abang memeriksa cctv taman itu dan betapa terkejutnya daddy dan abang ternyata yang bunuh alexsi bukanlah kamu sayang, daddy benar benar menyesal tapi daddy belum tau siapa dalang di balik kejadian beberapa tahun silam, tapi daddy berharap dalangnya segera di temukan agar di hukum seberat beratnya. setelah kami tau yang sebenarnya kami berusaha mencari kamu sayang tapi kamu seperti hilang di telan bumi dan juga abang mau menyampaikan undangan secara langsung dari mommy dan daddy untuk kamu datang besok di pesta ulang tahun mommy, abang mohon dek maafkan daddy dan mommy. daddy sekarang sedang sakit sakitan mereka bilang hanya ingin tenang di masa tuanya tanpa memiliki rasa bersalah dan penyesalan di hidup mereka abang mohon sayang" kata lexsi panjang lebar sembari berlutut di depan alexsa dan edward.
"bang jangan seperti ini, akan aku pertimbangkan dulu berdoalah semoga saja aku bisa memaafkan mereka" seru alexsa dan langsung berdiri meninggalkan edward dan lexsi
"kalau begitu saya pulang dulu, saya tunggu kabar baiknya" kata lexsi sembari berdiri
"iya bang" jawab edward
**Tolong author yah tinggalkan jejak dan vote kalian biar author tambah semangat up nya
__ADS_1
salam manis author😊**