Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
Eps 106


__ADS_3

Tak....tak...tak.....


Semuanya mengalihkan perhatian kearah Anatasya yang baru memasuki area dapur...anggun...sangat anggun cara berjalannya bagaikan seorang putri.....tubuh tegab dengan aura kuat yang selalu keluar....dia....bagaikan seorang Dewi dengan seribu pesona dan tak tik kecerdikannya......


"Mommy"Girang Sean melihat Mommynya yang berjalan kearah mereka,Ariel tak fokus mendengar suara bocah tadi...bahkan dengan tidak sopan dia memandang Nyonya dengan lekat....Bryan yang melihat itu....


Bukhhhh....


"Aaaaak"


Pekik Ariel terkejut tiba-tiba Bogeman mentah melayang di kepalanya...dia melihat kearah Bosnya sebagai pelaku...


"Matilah aku,beruang Posesif ini pasti akan membunuhku"Batin Ariel menelan salivanya kasar saat melihat tatapan maut dan aura kemarahan dari bos tampannya....


"Ma...maafkan saya Bos...saya salah"Ariel menunduk dengan merutuki kebodohannya....


"Gajimu bulan ini dipotong"Ucap Bryan dengan suara dinginnya,dengan patuh Ariel mengangguk.... Anatasya menggelengkan kepala melihat tingkah posesif keterlaluan kekasihnya ada-ada saja sesorang tidak boleh menatapnya...


Kemarahan Bryan langsung sirna saat melihat kekasihnya itu tengah melayaninya dengan membawa makan untuknya dan sang Putra....


Senyum Bryan semakin lebar saat melihat Anatasya yang tidak membawakan makan juga untuk Asst Ariel.....


Mereka semua pun memulai ritual dipagihari sebelum beraktifitas yaitu sarapan untuk mengisi stamina tubuh yang sempat berisitirahat selama delapan jam...


Cup....


Cup....


Cup....


Seperti biasa Bryan akan menjahili dan juga berbuat masum kepada Anatasya saat gadis ini tengah serius memasang dasinya,dengan mengecup seluruh wajah Anatasya berkali-kali.....


"Kak ayolah kapan ini akan selesai"kesal Anatasya mendelik kearah Dosen cabul ini....mereka sudah berdiri diteras rumah untuk Sean sudah terlebih dahulu masuk kemobil bersama Asst Ariel


"Sayang pernikahan kita dilaksanakan Minggu depan"hampir saja Anatasya mencekik Bryan dengan dasinya saat mendengar penuturan pria tampan itu......dia dibuat kaget apa-apaan ini....


"Pernikahan"Beo Anatasya,dia sudah selesai memasang dasi dan memandang Bryan dengan cengo....


"Iya aku sudah memutuskan bahwa pernikahan kita Minggu depan"jawab santai Bryan tanpa beban,dia bahkan kembali menarik pinggang Anatasya agar lebih menempel padanya....


"Ohh...."

__ADS_1


Jeda.....


"WHAT"pekik Anatasya terkejut beberapa saat,Bryan memutar matanya malas dengan reaksi itu....


"Menikah?,memang aku mau menikah denganmu kak?"Tanya Anatasya tak habis fikir dengan pira ini...


"Tentu saja kau harus mau"Tekan Bryan dengan senyuman miring dia menang kali ini....


"Oh tidak bisa....pernikahan bukanlah hal sepel ituadalah pengikatan janji yang sakral pada Tuhan...lagi pula perasaanku masih sama"Raut wajah Bryan berubah dingin mendengar penuturan kekasihnya dia melepaskan rangkulannya dan sedikit mengambil jarak....


"Aku tidak terima penolakan Anatasya,perasaan katamu....biarkan aku mencintaimu itu sudah cukup"Tekan Bryan dengan suara dingin menatap dalam bola mata yang selalu terbalut Soflen itu...


Anatasya menunduk...bukan takut...namun dia merasa bersalah karna masih belum menempatkan hati pada kekasihnya ....pernikahan Anatasya juga tidak pernah berpikir sejauh itu jujur dia masih sangat trauma dengan nasib percintaan Mommynya.....


"Fyuhhhhh dengarkan aku...."Bryan menarik kembali gadisnya,dia tahu kegelisaan apa yang tersimpan disana...dia merangkul Anatasya mengelus punggung itu lembut dan mengecup pucuk kepalanya berkali-kali.....


"Aku mencintaimu Anatasya sangat mencintaimu....aku tidak mau hubungan kita hanya sebatas kekasih tanpa kejelasan....aku ingin menjadikanmu istriku ibu dari adik-adiknya Sean....aku tahu kau masih trauma dengan masalalu...tapi apa selalu seperti ini sayang....tidak kau harus melangkah...melangkah bersama aku siap melangkah bersamamu,aku selalu siap.. apapun yang terjadi aku ingin dengan ikatan pernikahan membuat kita selalu bersatu.....terima aku...jangan menolakku...aku akan menunggu sampai hati itu akan terbuka untukku"jelas Bryan panjang lebar....bahkan tak terasa sebutir air mata menetes dari pelupuk matanya,dia tidak bisa membayangkan jika Anatasya akan menolaknya dan tidak mau bersama lagi...dia akan pergi dengan membawa Sean...jujur Bryan sudah sangat jatuh hati dan menyayangi putranya yang tampan itu....


"Baiklah"jawab Anatasya lirih....dan mengeratkan pelukannya ditubuh kekar Bryan,dia mencoba berpikir bahwa keputusannya kali ini benar,dia juga yakin perlahan namun pasti perasaannya akan tumbuh....


"A...apa sayang?"Tanya Bryan tak percaya,dia membingkai wajah manis itu diarahkan kearahnya.... Anatasya hanya tersenyum dengan wajah memerah diperlakukan seperti itu....


"Aku malu"cicit Anatasya menunduk dan menyembunyikan wajahnya kembali didada Bryan....


"Aku mencintaimu sayang....segera aku akan mempersiapkan semuanya"Tutur Bryan dengan hati bahagia...sungguh sangat bahagia....


"Daddy Sean bisa terlambat"Tiba-tiba suara bocah menggemaskan mengejutkan kedua orang yang tengah bermesaraan itu....keduanya menatap dan menyengir kuda melihat putra mereka yang mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil dengan wajah kesal....


"Aku pergi dulu sayang"


Cup....


Cup....


Cup...


Cup...


Cup...


Bryan kembali mengecup seluruh wajah itu berkali-kali sebelum berlalu....

__ADS_1


"Hati-hati"Anatasya melambaikan tangannya saat mobil mulai menjauh.....


"Aku akan keluar dulu Sesi titip rumah ya...."Seru Anatasya menepuk bahu Sesi tanpa sungkan bersentuhan langsung dengan namanya pelayan....


"Baik Nyonya, hati-hati dalam perjalanan anda"Balas Sesi membungkuk hormat mengantarkan nyonyanya sampai teras rumah...


Anatasya melesatkan mobilnya menuju kampus,sudah dua Minggu dia memang tidak berangkat kesana setelah insiden penembakan sewaktu thur....saat itulah Bryan semakin posesif dia bahkan tidak diperbolehkan keluar sembarangan jika tidak bersama pria itu.....


Anatasya turun dari mobil saat mobilnya sudah sampai diparkiran kampus mewah itu...dia pun melangkahkan kakinya anggun menuju gedung ruangan tempat dia belajar....


"Syasya"Anatasya terlonjak kaget mendengar teriakan Nancy dan Allice saat dia ingin melangkah masuk kedalam kelas....kini dia sudah diambang pintu...


"Huaaaa...Bu Boss kita kangen"


"Bu...Bos...kemana aja sih?"


Anatasya kini sudah digelantungi oleh kedua teman reseknya,dia pun menggiring keduanya menuju kursi karna merasa tidak enak menjadi perhatian satu kelas....


"Kalian ini"


Pletak...


Pletak...


"Aduh.....


"Aaaok"


Keduanya mengadu dan memasang wajah kesal saat Anatasya menyentil kening mereka....


Anatasya merasa bersalah dia pun mengelus bekas aniayanya tadi yang mana membuat mereka tersenyum senang....


"Membuatku malu saja"celetuk Anatasya datar....keduanya hanya nyengir kuda tanpa salah....


DOR......


DOR.....


Brak......


Brak.....

__ADS_1


__ADS_2