Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
eps. 33


__ADS_3

" Rachel...hiks...hiks Aiden adikmu" tak kuasa menahan tangis Alexsa hanya bisa memeluk sang putra yang sedang mengeluarkan aura gelapnya.


" dad Rachel kenapa, tolong jawab?" tanya Alex


"Kakakmu koma, karna peluru itu hampir mengenai jantungnya" jawab Edward


"Aaaaaaa......Brengsek, bedebah kalian semua" Aiden melepaskan pelukan sang mommy dan berteriak seperti orang gila


Buk


Bak


Brakkk


Aiden memukul dinding markas serta menghancurkan barang di sekitarnya untuk meluapkan emosi yang sudah naik sampai ke ubun ubun.


" mereka harus mati....hahahahaha....mereka harus mati sekarang juga" Alex tertawa tapi mereka tau itu bukanlah tertawa seperti biasanya namun dari tawa itu tersirat sebuah kemarahan besar


"mereka berani menyentuh kesayanganku....berarti mati adalah hadiah yang sangat tepat" suara Raymon juga terdengar akan tetapi Raymon lebih tenang dari kedua adiknya namun jangan salah ketenangan itu mengandung berbagai bahaya yg siap memakan korban.


mereka belum bisa masuk untuk menjenguk Rachel dan alhasil mereka hanya berdiri di depan ruangan dan melihatnya dari jendela kaca, saat semua tengah berdiam diri dengan pemikiran masing masing, ponsel di saku celana Aidenn bargetar. Aiden segera merogoh kantongnya dan berjalan sedikit menjauh dari keluarganya.


" ada apa, saya tidak ingin mendengar kabar kegagalan dari kalian" seru Aiden dengan aura mengintimidasi


" tuan mereka sudah kami amankan, mau di apakan mereka? kami bunuh saja ataukah tuan sendiri yang akan menghabisi mereka?". tanya anak buah Aiden


" bawa mereka ke markas utama... bajingan seperti mereka tidak pantas untuk langsung menikmati kematian, mereka berani menyentuh kesayanganku" ucap Aiden dengan suara rendahnya agar tak terlalu menimbulkan kegaduhan


namun bukan Lady dan King namanya kalau pendengaran mereka tak setajam silet.

__ADS_1


" boy bawa saja mereka ke sini daddy ingin memberitau bahwa menyentuh anggota keluarga kita berarti mati adalah konskuensinya" ucap Edward yang auranya tak kalah gelap.


semua anggota keluarga yang ada di acara tadi mulai berdatangan ke markas untuk melihat keadaan Rachel, siapa yang tidak langsung di penuhi amarah jika kesayangan semua orang dan titik kelemahan mereka di sentuh, itu bukan sama saja menyerahkan diri ke kandang harimau.


kurang lebih 30 menit telihat beberapa mobil memasuki halaman markas dan turun dari sana Lucky dan di susul anggota lainnya yang membawa sandera itu, setelah mereka masuk ke dalam markas mereka menghadap pada sang Lady juga King.


" maaf Lady mengganggu waktunya, inilah mereka yang membuat kekacauan di perayaan kita serta membuat nona muda celaka". lapor Lucky


" aaahhhh....jadi kalian yang sudah berani membuat putri kesayanganku terbaring lemah di sana, lihatlah bahkan kami masih tidak di izinkan untuk sekedar mendekat dan itu semua adalah ulah kalian" suara yang begitu dingin mampu membuat bulu kuduk mereka meremang. Alexsa dengan aura gelapnya sedang mengintimidasi lawan


" Baby sudahlah jangan buang buang waktu di sini, kita malah akan mengganggu istirahat putri kita" bujuk Edward agar Alexsa membiarkan mereka membawa tawanan itu.


"bawa saja mereka ke ruang eksekusi yg paling tidak perna mereka bayangkan" perintah Aiden


" baik tuan muda".


"lepaskan kami brengsek, jangan pikir kalian telah menang" teriak tawanan tersebut


prokk prokk prokk


" apa aku tidak salah dengar? lepaskan kalian" sahut Aiden dengan tepukan tangannya


" sialan kalian pikir kalian sudah menang dengan menangkap kami!! jika pun kami mati Tuan besar kami pasti akan membalaskan pada kalian!!!". seru orang itu


" mana belatinya" tanya Aiden, dan dengan sigap Lucky mengambilkan apa yang di inginkan oleh sang tuan muda.


" karna mulutmu yang paling ribut rasanya di lebari sedikit lagi tidak masalah" ucap Aiden dengan santainya berjalan ke arah tawanan yang tadi minta di lepaskan


" kau mau apa brengsek...menjauh dariku" teriak orang itu saat melihat Aiden yang semakin dekat dengan aura gelapnya

__ADS_1


" ahaahahahaha... menjauh. Kau sudah berani melukai jantungku dan kau bilang menjauh, mati saja kau" teriak Aiden dengan murka yang besar


sreeeaakkk


" aakkrrhhhh...sa..sakit hentikan" teriak orang itu saat Aiden mulai menggores area Mulutnya ke arah telinga dengan perlahan


" berteriaklah itu bagaikan melodi yang indahh....ahahahahaha berteriaklah" Aiden menggila saat membuat ukiran ukiran di wajah orang itu


" ohhya..beritahu aku siapa tuan besar itu?". tanya Aiden lagi


" cuihhh mati pun aku tidak sudi memberitahu mu!!!". ucap orang itu sembari meludah ke arah Aiden


" jadi kau lebih memilih mati!! baiklah dengan senang hati aku akan mengabulkannya.


saat Aiden tengah bermain main Alex juga Raymon hanya menjadi penonton dan menunggu giliran mereka, karna mereka tau Aiden bukan orang yang tamak.


"Aaarrrkkkhhhh...tolong hentikan" teriak orang itu yang sudah tak berdaya karna banyaknya darah yang keluar dari tubuhnya


" kau sendiri yang memilih mati, jadi nikmati saja rasa sakitnya" seru Aiden


" tolong...ampuni saya tuan...jangan siksa saya seperti ini, bunuh saja saya sekalian" teriak orang itu dengar darah segar yang keluar dari mulut


" sekali lagi aku bertanya siapa tuan besar yang kau maksud?". tanya Aiden


" tuan besar itu adalah Tuan Charles" ucap orang itu, setelah Aiden mendapatkan apa yang dia ingin langsung saja Aiden menggores leher orang itu sampai dia mati.


"Tugasku sudah selesai silakan lanjutankan yang lainnya aku ingin pergi." ucap Aiden kemudian melenggang pergi


" kalian jangan senang dulu karna semuanya belum berakhir" sahut Alex di ikuti Raymon juga mom and dad nya

__ADS_1


dan orang orang itu mati di tangan keluarga mengerikan tersebut.


__ADS_2