
setelah perkelahian itu aiden dan rachel kembali ke tempat duduk mereka saat mereka sampai alex menatap tajam keduanya
"hey anak nakal kenapa kau menatap kami seperti itu" tanya aiden
" apa yg sedang kalian lakukan hingga selama itu" tanya alex
" kami sedang mengatasi hama kecil tadi. "sahut rachel membuat alex tambah cemberut
"ekspresi itu tidak cocok untukmu little boy" ejek rachel
"ini hampir larut malam, ayo kita pulang bsok kita bisa k sini lagi" ucap aiden
"uumm baiklah" sahut rachel dan alex
tapi saat di perjalanan pulang alex melihat supermarket dan dia ingin membeli jajanan buat di rumah nanti
"kakak ayo antar aku membeli cemilan" seru alex
"baikalah, ra kau temani dia biar aku yg menunggu di sini" sahut aiden
"tidak, aku yg akan menunggu di sini aku masih penasaran dengan wajah daddy kita" seru rachel membuat aiden mengalah
"ayo cepatlah anak nakal" tarik aiden pada tangan alex
sembari menunggu kedua saudaranya rachel kembali membuka laptopnya dan mencari wajah sang daddy, saat hampir ketemu tiba tiba dari arah belakang ada yang memukul leher rachel sehingga ia pingsan dan mereka membawanya ke suatu tempat
saat aiden dan alex kembali mereka sama sekali tidak menemukan rachel yg ada hanya tas dan laptop saja
"kemana perginya dia" seru aiden
"ayo kita cari sekeliling sini siapa tau dia sedang jalan jalan" seru alex
" permisi pak apakah kalian mengenal gadis ini atau melihatnya melintas di sekitar sini" tanya aiden pada orang orang di sana
__ADS_1
tapi satupun tidak ada yang melihat rachel, mereka berdua sangat khawatir tapi saat mereka kembali ke depan supermarket tak sengaja mata aiden menangkap cctv yang terpasang di sudut jalan dan itu tepat di mana keberadaan rachel tadi, aiden langsung berlari kembali ke dalam supermarket untuk menanyakan di mana kantor pemantauan cctv tersebut
"ayo kita harus menemukan rachel" tarik aiden pada tangan alex
sedangkan di rumah alexsa sangat khawatir bagaimana tidak jam sudah menunjukan pukul sebelas malam dan mereka belum juga kembali
"paman di mana mereka" khawatir alexsa
"tenanglah mereka pasti baik baik saja" sahut paman sam
"tapi aku menelepon mereka tidak ada satu pun yang menjawab paman" tangis alexsa pecah dia sangat khawatir dengan ketiga anaknya karna mereka baru saja datang di kota ini
sedangkan di tempat aiden dan alex mereka telah sampai di kantor dari cctv tersebut
"pak saya boleh melihat rekaman cctv depan supermarket, adik saya hilang pak kami sudah keliling mencari tapi tak di temukan" seru aiden
"baiklah sebentar saya periksa dulu" sahut penjaga cctv tersebut
"itu rachel, lihatlah ada yang membuat dia pingsan dan membawanya" panik alex
"keparat ternyata kau tidak ada takutnya dengan ancamanku" marah aiden aura yg di keluarkan membuat orang orang yang ada di sekitarnya bergidik ngeri
drrtttt drrtttt drrrrttttt
tiba tiba handphone aiden yang tengah ia genggam bergetar menandakan ada panggilan yang masuk
"siapa kan?". tanya alex
"mommy" sahut singkat aiden kembali menetralkan emosinya
"hallo mom" suara aiden terdengar lebih dulu sebelum alexsa bersuara
" hallo boy kalian di mana ini sudah larut malam segera pulanglah" tekan alexsa pada anak pertamanya
__ADS_1
"tapi mom" ucapan aiden langsung di potong oleh alexsa
"tidak ada tapi tapi segera pulang, ohiya mommy mau bicara dengan rachel. berikan handphonenya" seru alexsa
" rachel tidak ada mom" sahut aiden takut takut
" tidak ada bagaimana? kalian sedang bersamakan berikan pada rachel" alexsa kembali menekan karna dia memiliki perasaan yang tidak enak mengenai rachel
"mom maaf,,,rachel hilang mom" sahut aiden kembali membuat alexsa panik setengah mati
" hilang di mana aiden" teriak alexsa membuat paman sam dan anjas terkejut
"share lock sekarang tempat kalian tunggu mommy di sana bersama paman sam" seru alexsa
sedangkan di rumah sedang panik dengan perkataan alexsa
"al bagaimana rachel bisa hilang" tanya anjas
"aku pun tidak tau kak aiden hanya berkata jika rachel hilang" jawab alexsa dengan tangis.
tak berselang lama mereka telah sampai di tempat aiden dan juga alex
"aiden alex" teriak alexsa dari jarak yang lumayan jauh
"mommy" teriak kembali alex yang sudah menangis
"aiden ceritakan kenapa rachel bisa hilang" tanya alexsa
akhirnya aiden menceritakan awal mula ia dan rachel berkelahi dengan seorang pria yang ingin menyentuh rachel hingga mereka menculik rachel
"bedabah mereka semua, kalian harus mati" teriak alex yang sudah tidak bisa mengendalikan emosinya
"little boy tenanglah sayang kita cari rachel bersama oke" seru alexsa sembari memeluk alex.
__ADS_1
Bersambung.......