
Sena melakukan latihan fisik di arahkan langsung oleh Jaya Bhaya. Gurunya sangat kagum dengan tekad Sena untuk menjadi lebih kuat. Tanpa pertanyaan dan bantahan Sena selalu mengikuti petunjuk gurunya.
Latihan keras di laluinya mulai pagi hingga sore sedangkan malamnya digunakan untuk membaca buku buku yang tersedia di rak gua. Tak terasa 2 tahun telah berlalu. Latihan fisik seperti berlari, melompat, mengangkat beban bahkan menahan nafas di air sudah menjadi kebiasaan yang menjadi kewajiban Sena selama latihan di Hutan kematian.
Jaya Bhaya yang melihat perkembangan kekuatan tubuh Sena bahkan terkejut dengan tenaga dan kondisi tubuh Sena yang bisa menahan latihan yang setara untuk laki laki dewasa. Namun perkembangan fisiknya tidak di ikuti dengan keakraban mereka berdua. Walaupun telah hidup bersama selama 2 tahun, Wajah dingin dan datar Sena masih sama. Tanpa ekspresi dan tanpak kosong.
Jadi untuk mengimbangi suasana canggung seperti ini, Jaya Bhaya sendiri selalu bercerita dan menasehati Sena agar kelak nanti bisa membantu orang orang yang membutuhkan dan menumpas kejahatan tanpa pertumpahan darah.
__ADS_1
Jaya Bhaya sangat mengetahui kepribadian muridnya, Hal ini dipengaruhi karena kehidupan kelam yang di laluinya sejak kecil sehingga sangat membenci dan tidak peduli dengan orang orang di sekitarnya. Dirinya bertekad mengubah pandangan Sena bahwa tidak semua orang didunia ini memandang rendah dan kejam terhadap orang lain.
Sama seperti hari - hari sebelumnya, Pagi ini Sena bersiap siap latihan fisik dan berencana menambah porsi latihannya namun tiba tiba Jaya Bhaya mendekatinya. Melihat hal itu Sena menghadap ke gurunya dengan sedikit membungkuk.
"Sena, Latihan fisik mu selama ini saya kira sudah cukup untuk tubuhmu memulai latihan mengumpulkan tenaga dalam". Dengan tatapan serius Jaya Bhaya menjelaskan latihan lanjutan yang akan di lakukan Sena.
Melihat Kondisi tubuh Sena yang sudah siap menampung tenaga dalam, Jaya Bhaya mulai mengajarkan Sena teknik penyerapan tenaga dalam. Hal ini satu hal yang paling penting sebelum Sena melatih jurus - jurus nantinya, karena semakin kuat jurus yang di pelajarinya membutuhkan tenaga dalam yang besar pula. Sedangkan tenaga dalam dapat tertampung dengan baik jika kondisi tubuh yang kuat.
__ADS_1
Walaupun menjadi incaran dunia persilatan, Gulungan teknik ini telah terbakar dan isinya hanya di ketahui oleh Jaya Bhaya. Sehingga lambat laun teknik ini mulai terlupakan.
Kemampuan otak dan indera Sena yang di atas normal membuat dia bisa belajar dengan cepat untuk mempraktekkan teknik pernafasan ini.
Latihan fisik di sertai dengan teknik pernafasan amukan surgawi yang perlahan di kuasai Sena membuat perkembangan latihannya meningkat beberapa kali hingga membuat gerbang gerbang tenaga dalam Sena mulai terbuka yang menandai tingkat pendekar dalam diri sena mulai terbentuk dan akan terus berkembang sejalan dengan latihan keras yang akan di laluinya.
Peningkatan kekuatan fisik yang dialami Sena setelah berlatih menggunakan teknik pernafasan membuatnya mampu menghadapi pendekar tingkat prajurit bahkan ahli, meskipun belum menggunakan jurus.
__ADS_1
Kini usia Sena genap berumur 10 tahun dengan tubuh yang tegap dan agak kecoklatan akibat latihan di alam terbuka. Kecepatan, ketahanan dan kekuatan tubuhnya yang sejak kecil berlatih keras membuatnya menjadi pendekar yang memiliki perkembangan paling pesat meskipun berusia muda. Hal ini juga diakibatkan karena memang kondisi tubuhnya yang nampaknya mampu menampung tenaga dalam yang sangat besar dan pikirannya yang cepat menyerap pembelajaran Gurunya.
"Saatnya dia mempelajari 3 kitab tingkat dewa yang akan mengguncang dunia persilatan". Gumam Jaya Bhaya memandang Sena yang masih setia berlatih.