
Di Kota Birawa nampak Arjunta dan Raharja berjalan tergesa - gesa. Tumenggung Raharja tidak sabar bertemu dengan Sena yang menurut informasi Arjunta sedang berada di Gedung Serikat Pendekar Sakti. Sedangkan Arjunta terus tersenyum memikirkan bagaimana ekspresi Tumenggung Raharja jika mengetahui Sena sebenarmya tidak bisu.
Giri Sawardhana menyambut hangat kedatangan mereka berdua. Bagaimanapun Tumenggung Kerajaan adalah sosok penting di Kerajaan Kumbara mengingat kekuatan dan pengaruhnya yang kuat pada Kerajaan.
Arjunta segera menyampaikan tujuan kedatangannya. Giri Sawardhana hanya menggelengkan kepala sambil menjelaskan tentang kepergian Sena. Tubuh Tumenggung Raharja menjadi lemas mendengar tentang kepergian Sena padahal mereka berdua masih memiliki urusan yang harus di selesaikan. Dengan perasaan kesal dia kembali menuju kediamannya tanpa mempedulikan pelayanan yang diberikan Ketua Giri.
*****
"Apa yang harus kulakukan selanjutnya". Sena berbaring di bukit yang berada di ujung Kota Birawa. Selepas meninggalkan Gedung Serikat Pendekar Sakti perasaan gundah gulana menghampiri hati Sena.
Semua amanah gurunya telah di penuhi dan janji kapada Dewa Tabib telah di laksanakan. Pikiran Sena menjelajahi waktu dimana dia melakukan perjalanan bersama Isyana dan Arjunta. Walaupun singkat tapi membawa perubahan yang besar bagi penilaian Sena terhadap manusia.
Hutan kematian yang menjadi tujuan dia pulang, tidak bisa lagi dijadikan tempat tinggal karena mutiara iblis kegelapan telah dia serap. Tak terasa puluhan memori terulang di pikirannya hingga dia tertidur di belai angin
"Kenapa saya bisa lupa". Sena terbangun dari tidurnya karena memimpikan senyuman pria kekar berkumis. Kini dia baru menyadari ada hal yang harus di lakukan sebelum menentukan kehidupan baru yang akan dipilihnya.
Sena akhirnya kembali menuju Kota Birawa untuk menemui Tumenggung Raharja. Sena berniat bertemu Isyana untuk meminta lokasi kediaman Tumenggung Raharja. Namun tanpa sengaja dia lebih dulu bertemu Arjunta.
"Sena ! tadi Tumenggung Raharja mencarimu!". Arjunta menghampiri Sena yang terlihat mencari sesuatu. Sena mengerinyitkan dahinya mengetahui pria kekar itu ternyata tak sabaran untuk bertemu dengannya. Sena mengangguk mengisyaratkan sesuatu kepada Arjunta.
Dengan menerka nerka maksud Sena yang sampai saat ini tidak mau berbicara kepadanya, Arjunta mengantar Sena ke Kediaman Tumemggung Raharja.
"Mengapa hanya kepada Isyana dia mau berbicara". Arjunta berjalan dengan sedikit kesal terhadap sikap Sena, namun tidak tau harus melampiaskan emosinya. Tidak mungkin dia memancing emosi Sena yang jelas bisa dengan mudah mengalahkannya.
__ADS_1
Sekitar 30 menit mereka sampai di sebuah kediaman yang dikelilingi tembok pertahanan. Terdapat prajurit berdiri setiap 5 meter diatas tembok itu. Didepan gerbang tertulis nama Tumenggung Raharja pada papan berwarna merah .
Penjaga gerbang menghadang Sena dan Arjunta yang hendak menerobos memasuki pintu gerbang".
"Perlihatkan tanda pengenal dan tujuan kalian kesini". Salah satu prajurit menjulurkan tangan ke Arjunta.
"Saya ingin bertemu Tumenggung Raharja". Arjunta memperlihatkan Tanda Pengenalnya. Sekejap sikap prajurit penjaga itu lebih sopan. Salah satu prajurit segera masuk melapor kepada Raharja.
Arjunta dan Sena menunggu beberapa menit hingga dari jauh muncul seorang pria berjubah merah tersenyum lebar. Para Prajurit penjaga heran meliat Tumenggung Raharja sendiri yang datang menyambut tamu padahal kedudukannya sangat tinggi.
"Hahahha akhirnya kamu datang". Raharja menepuk pundak Sena dengan perasaan gembira. Seluruh prajurit yang melihat itu bertanya dalam hati, siapa sebenarnya pemuda yang di sambut hangat oleh pimpinan mereka.
Arjunta, Sena dan Raharja memasuki ruangan yang memiliki dekorasi yang indah. Tumenggung Raharja sebenarnya mengerti maksud kedatangan Sena namun dia tidak mau melepaskan Sena begitu saja. Menurutnya tidak ada kesempatan kedua untuk menemukan monster jenius seperti Sena.
"Kamu punya hutang budi denganku. Jadi saya punya 1 permintaan?". Raharja memandangi Sena dengan serius. Melihat Sena mengangguk membuat Raharja menyunggingkan senyumnya walaupun tertutup oleh kumis tebalnya.
"Kamu harus memenangkan Turnamen Kumbara Muda demi diriku". Kata Raharja masih dengan hati berbunga bunga. Dia yakin tidak ada 1 jenius pun yang mampu bersaing dengan kekuatan Sena di Kerajaan Kumbara ini. Dengan ini maka dia akan memenangkan banyak uang dan memiliki sesuatu yang pantas dia sombongkan diantara 5 Tumenggung lainnya.
Sena mengangguk mendengar permintaan Raharja. Dia ingin urusannya dengan Tumenggung cepat selesai. Selain itu Sena ingin menguji kekuatan dan kemampuan pendekar muda jenius yang tersebar di kerajaan Kumbara.
"Hahahhaah baik. Mulai sekarang sampai turnamen selesai, kamu tinggal di sini". Raharja tidak ingin Sena kabur atau bergabung dengan kelompok yang lain. Dengan penuh siasat dia memagari Sena di kediamannya agar lebih mudah di diawasi. Arjunta yang duduk di samping Sena hanya menopang dagunya mendengar ocehan Raharja yang tak berhenti.
"Krkkkkkkk"
__ADS_1
Terdengar bunyi perut yang cukup nyaring menghentikan ocehan Raharja. Arjunta dan Raharja memandangi Sena yang masih bermuka datar padahal sedang kelaparan. Raharja segera memanggil pelayan untuk membawakan makanan dan arak.
Mereka bertiga menikmati makanan itu namun Tumenggung Raharja dan Arjunta lebih banyak menatap Sena yang memiliki cara makan yang rakus.
" Pemuda ini harus masuk dalam pasukanku". Senyuman jahat terukir di bibir Tumenggung Raharja menatap Sena. Dengan percaya diri dia mulai bercerita mengenai pasukan dan pengaruhnya pada Kerajaan. Sebisa mungkin menarik perhatian agar Sena bisa bergabung di pihaknya.
Diantara 5 Tumenggung, Raharja menduduki posisi Tumenggung pertama. Warna pasukan setiap Tumenggung berbeda. Untuk pasukan Raharja sendiri yaitu merah sama seperti papan nama kediamannya.
Setiap Tumenggung memiliki beberapa Rangga yang biasa di sebut wakil Tumenggung. Rata rata tingkat Pendekar Rangga dalam pasukan kerajaan adalah tingkat langit gerbang 2 dan 3.
Tumenggung memiliki otonomi nyata dalam memilih Rangga dan pasukan khususnya selama caranya tidak bertentangan dengan peraturan Kerajaan. Saat ini Tumenggung Raharja memiliki 4 Rangga yang masing masing menjalankan tugas membasmi kejahatan di seluruh wilayah Kerajaan Kumbara terutama dari ancaman Bandit dan Hewan buas yang meresahkan penduduk.
Arjunta dengam seksama mendengar cerita Raharja. Karena sejak kecil dia memiliki cita cita untuk menjadi Rangga atau Tumenggung Kerajaan. Meskipun selama ini aturan Padepokan Pedang Kebenaran melarang muridnya untuk ikut campur urusan Kerajaan. Arjunta hanya berharap aturan itu akan berubah seiring diutusnya dia sebagai perwakilan Turnamen Kumbara Muda.
Sementara Sena hanya terus menguap mendengar cerita Raharja. Saat ini belum ada satupun hal yang membuatnya tertarik selain hidup tenang didalam hutan tanpa bertemu manusia.
Tiba tiba salah satu prajurit berlari memberikan laporan kepada Raharja.
"Hormat Tumenggung, Putri Lasmini datang berkunjung". Kata Prajurit menunduk kearah Raharja.
Raharja terkejut mengenai laporan itu. Sejak dia menjadi Tumenggung, baru kali ini Putri Kerajaan mengunjungi kediamannya. Namun dia harus menghargai kedatangan anggota Kerajaan.
Dewi Lasmini di kawal 2 prajurit khusus Kerajaan tersenyum memandangi kediaman Tumenggung Raharja.
__ADS_1
"Kita akan bertemu lagi Sena".