
"Sena, tubuh dan tenaga dalam yang kamu miliki sudah memenuhi syarat untuk mempelajari dan mewarisi 3 kitab yang selalu menjadi kebanggaanku". Jaya Bhaya dengan senyum sombong memperlihatkan 3 kitab usang di hadapan Sena.
3 Kitab ini sejujurnya tidak pernah dia sangka akan di wariskan kepada sesorang. Sejak menghancurkan pusat tenaga dalam di dalam tubuhnya, membuat Jaya Bhaya tidak lagi menjadi pendekar seperti dulu, Jaya Bhaya berniat menghancurkan ketiga kitab yang paling terkenal sepanjang sejarah kerajaan kumbara terutama untuk aliran hitam namun selalu ada bisikan yang membuatnya menyimpan kitab - kitab itu kembali.
3 Kitab ini adalah Kitab Bayangan Sesat yang berisikan jurus kecepatan dan menghindar, Kitab Tubuh Naga Hitam yang berisikan jurus pertahanan , baik untuk serangan fisik maupun racun dan yang terakhir kitab paling tebal yaitu kitab Tarian Kegelapan yang mengkombinasikan pukulan dan tendangan yang memiliki daya serang yang sangat besar tergantung tenaga dalam penggunanya.
Jaya Bhaya terus menjelaskan garis garis besar ketiga kitab dewa, sebelum Sena memulai pelatihannya untuk memahami setiap gerakan dan teknik dalam kitab tersebut. Dia yakin bahwa Sena dapat memahami dan mempraktekkannya dengan waktu singkat mengingat tubuh dan daya serap Sena dalam belajar.
__ADS_1
Setelah Sena menguasai ketiga isi kitab dewa, Jaya Bhaya memutuskan untuk menghancurkannya agar tidak jatuh ketangan yang salah meskipun dia sendiri belum tau jelas bagaimana kepribadian Sena. Apakah akan mempergunakan jurus jurus tersebut kearah yang baik atau buruk.
Sena yang terlihat antusias karena akan memulai pelatihan jurus, meskipun itu hanya terlihat dari gerak gerik tubuhnya. Memulai membaca ketiga kitab dengan konsentrasi yang penuh.
Beberapa hari sena menghabiskan waktu untuk memahami kitab - kitab pemberian gurunya walaupun dia tidak lupa melatih tubuhnya.
Kini sesekali Sena mulai keluar dari zona aman sekitar gua untuk melakukan pertarungan dengan berbagai hewan buas tingkat tinggi di dalam hutan kematian. Tak khayal beberapa kali dia mengalami luka - luka yang parah bahkan mengalami pertempuran hidup dan mati.
__ADS_1
Sena meyakini walaupun dia memiliki tenaga dalam yang besar dan jurus jurus yang hebat tapi tanpa pengalaman bertarung dia akan mudah di kalahkan dengan pendekar yang tingkatnya setara bahkan bisa di bawahnya.
Setelah berlatih sekitar 2 tahun, Sena telah memahami semua isi Ketiga kitab dewa. Semua jurus dapat di praktekkan meskipun dengan daya yang masih rendah karena tenaga dalam yang dimiliknya tidak sama dengan pendekar yang terlatih puluhan tahun. Semua buku buku yang terdapat di rak rak dalam gua juga telah dia pelajari hingga pengetahuan yang di milikinya tidak hanya sebatas jurus persilatan saja.
Kecepatan Sena bagaikan bayangan yang akan menyesatkan lawannya kelak. Tubuhnya pun kuat menerima serangan fisik dan racun hewan buas. Jurus tarian kegelapan membuat sena dapat memberikan pukulan dan tendangan yang mematikan bagi lawannya meskipun dengan 1 serangan.
Jaya Bhaya yang melihat perkembangan sena tidak bisa berkata kata apalagi. Dia yakin dengan tingkat pendekar yang dimilikinya Sena mampu melawan pendekar dengan tingkat yang lebih tinggi darinya.
__ADS_1
Perkembangan itu tidak membuat Sena malas untuk berlatih bahkan latihan latihan yang yang di lakukannya semakin berat dengan menantang hewan buas yang lebih hebat dengan menjelajah hutan kematian lebih dalam. Bahkan dia berniat mencari siluman untuk menguji jurus jurusnya.