Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Sena VS Tetua Badri Arja


__ADS_3

Dengan muka memerah Anak Dewa tabib segera menuju kebelakang Sena.


Tanpa memberi waktu kepada Ketiga Pendekar tengkorak Merah yang baru tiba, Sena melesat menggunakan Jurus Bayangan Sesatnya melakukan pukulan tepat di dada salah satu pendekar itu. Kedua pendekar terkejut melihat teman mereka telah terlempar jauh.


Kedua Pendekar tersisa langsung menyerang punggung Sena namun dengan jurus tubuh naga hitamnya, pukulan tingkat pendekar raja tak memberi efek apa apa ketubuh Sena.


Sena segera berbalik dan memberikan pukulan ke masing masing perut Pendekar Tengkorak Merah. Melihat Ketiga Pendekar itu telah terluka, Sena mengeluarkan aura kegelapannya yang langsung menyerap tenaga dalam dan menghancurkan pusat tenaga dalam mereka.


Setiap Sena bertarung dia selalu mengingat janjinya kepada sang guru untuk tak membunuh manusia sehingga dia hanya melumpuhkan pusat tenaga dalam lawannya yang membuatnya menjadi manusia biasa kembali. Seandainya tak ada janji itu mungkin sekarang sena sudah menjadi pembunuh berdarah dingin.


Sena Menuju Anak dewa tabib yang masih berdiri ditempat semula namun tiba tiba muncul kembali gerombolan Pendekar Tengkorak Merah mendekat kearah Sena.


"Hahahha Kau sungguh naif anak muda, membiarkan musuhmu masih hidup setelah pertarungan". Sambil Bertepuk tangan Seorang pria setengah baya yang memakai pakaian yang berbeda dengan 5 Pendekar di belakangnya.


Salah satu pendekar Tengkorak Merah yang telah kehilangan pusat tenaga dalamnya merangkak menuju Pria Setengah Baya itu. "Hormat Tetua Badri Arja,Pemuda itu yang melindungi anak Dewa Tabib".

__ADS_1


Tetua Badri Arja melihat wanita yang berada di belakang Sena kemudian nampak tersenyum. "Isyana Tunggadewi anak Tungga Wijaya, sudah lama aku mencarimu untuk di jadikan istri hahahhhaha". Sambil tertawa dan memandangi Isyana dengan penuh nafsu.


Sena tanpa banyak bicara mengeluarkan 3 cincinnya.1 cincin melingkari tubuh isyana sedangkan 2 lainnya berputar di depan tubuhnya.


"Jangan Bergerak cincin itu akan melindungimu". Sena yang selalu membisu entah tidak mengerti kenapa dia mengeluarkan suara terhadap gadis di belakangnya.


Dengan melapisi tubuhnya dengan aura kegelapan, Sena menyerang Tetua Badri Arja dengan Jurus Tarian Kegelapannya Sedangkan Kedua cincinnya selayaknya memiliki pikiran sendiri melesat menghantam 5 pendekar tengkorak Merah.


Pukulan dan tendangan yang di lapisi aura kegelapan silih berganti di lancarkan Sena untuk menyerang Tetua Badri Arja. Dengan Tingkat Pendekar Suci Gerbang 1 tentu saja Tetua Badri Arja mampu menahan serangan Sena.


Sena mundur 3 langkah memperhatikan senjata itu. Tetua Badri Arja cukup terkejut dengan keahlian bertarung sena yang tinggi padahal dengan umur semuda itu, pengalaman bertarungnya seharusnya masih sedikit, belum lagi dia sudah menjadi pendekar tingkat langit. Bahkan murid suci jenius padepokan hitam pun tak akan bisa menyamai kekuatan Sena.


"Anak Muda !!! jika kau mau bergabung dengan Padepokan Tengkorak merah, saya tetua Badri Arja akan mengampuni nyawamu". Tetua itu mulai tertarik dengan kemampuan Sena apalagi dia merasakan aura gelap yang menyelimuti sena seperti Pendekar Suci aliran hitam lainnya namun aura kegelapan itu lebih istimewa karena setiap berdekatan dan beradu pukulan dengan Sena, tenaga dalamnya tertarik sedikit demi sedikit. Sena tentu tidak mempedulikan Ucapan Tetua Badri Arja.


Sedangkan Kedua Cincin Sena meliuk liuk dan menghantam tubuh Pendekar Tengkorak Merah hingga tenaga dalam mereka terkuras. Setiap akan di tangkap, cincin itu akan berkelit dan menghantam bagian tubuh pendekar yang terbuka hingga 4 pendekar itu akhirnya jatuh tersungkur dengan pusat tenaga dalam yang hancur. 1 Pendekar yang awalnya berniat menangkap Isyana pun pingsan dengan kondisi yang sama karena cincin yang melingkari tubuhnya melindunginya dari serangan.

__ADS_1


Entah Mengapa isyana mempercayai kata kata pemuda di depannya yang menyuruhnya untuk diam, meskipun melihat pendekar tengkorak merah akan menyerangnya.


Melihat pengikutnya telah di kalahkan, Tetua Badri Arja menjadi marah dan mengeluarkan aura pendekar Suci yang sedikit menekan Sena. Andai Saja bukan aura kegelapannya yang misterius maka Sena akan mudah di tekan oleh Pendekar tingkat suci di depannya.


Serangan Membabi buta di lakukan tetua Badri Arja membuat sena perlahan mundur beberapa langkah karena terkena pukulan hingga bagian dadanya teriris Senjata tulang beracun milik tetua Badri Arja. Pada saat yang sama kedua cincin Sena menghantam bagian kiri kanan tubuh tetua Badri Arja hingga memaksanya melompat mundur.


Tubuh Sena yang babak belur dan terkena racun mulai melemah dan mulutnya mengeluarkan seteguk darah. 1 cincin melingkari tubuh Sena dengan aura kegelapan hingga seluruh lukanya perlahan sembuh bahkan racun di dalam tubuh sena keluar melalui bagian tubuhnya yang teriris.


Tetua Badri Arja yang melihat hal itu melotot tidak percaya."Trik apa yang kau gunakan anak muda, Apakah kau keturunan iblis?"


Sena tidak menjawab pertanyaan itu bahkan langsung menyerang setelah luka di tubuhnya sembuh dengan menggenggam kedua cincinnya yang membesar seperti ukuran Roda Kereta.


Benturan Cincin dan Pisau Tulang mulai terdengar. Walaupun Sena terdesak namun secara perlahan tenaga dalam Tetua Badri Arja terserap aura kegelapan dari cincin dan tubuh Sena.


Tetua Badri Arja kembali melompat menjauhi Sena,vmengetahui berada di sekitar sena membuat tenaga dalamnya terserap. Namun Sena tak pernah memberi waktu kepada lawannya.1 cincin langsung melesat mengikuti tubuh tetua Badri Arja. Dengan susah payah dia menangkis pergerakan cincin besar itu hingga wajahnya nampak memerah.

__ADS_1


"Kurang Aj*r, Nampaknya cincin ini juga mampu menyerap tenaga dalam". Tetua Badri Arja Mengumpat


__ADS_2