Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Kekuatan Arjunta


__ADS_3

***(Demung \= Kepala Rumah Tangga Kerajaan)


Kedatangan seluruh keluarga dan petinggi kerajaan membuat suasana tampak hening. Semua tamu dan penonton nampak berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Raja Kerajaan Kumbara.


Hanya Sena yang masih tetap duduk memperhatikan sosok yang sangat di hormati itu. Tampak Prabu Sanjaya Maharaja memiliki kharisma yang bisa membuat orang yang memandangnya menjadi segan. Bahkan hati dingin Sena sedikit retak memandangi Prabu Sanjaya Maharaja. Setelah Sang Raja mempersilahkan, barulah semua hadirin duduk kembali.


Prabu Sanjaya ditemani oleh Ratu Dewi Kenanga, Pangeran dan Putri Kerajaan. Sedangkan di belakang mereka nampak Mahapatih Anom, Demung Darsana dan 5 Tumenggung Kerajaan.


Dengan hadirnya Sang Raja Kumbara maka acara pembukaan turnamen dimulai. Terlebih dahulu Raja memberikan sambutan dan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan terutama Padepokan Aliran putih dan kelompok Netral.


Kehebohan terjadi saat Sang Raja memberikan apresiasi atas keikutsertaan Padepokan Pedang Kebenaran di turnamen kali ini. Kursi kehormatan anggota Padepokan Pedang kebenaran menjadi sorotan selama pembukaan berlangsung.


Sebagian besar penonton senang melihat kembali Padepokan terbesar dan terhebat 20 tahun yang lalu itu, membuka diri kembali untuk bergabung dengan Kerajaan. Penonton berpikir, untuk menciptakan kedamaian di kerajaan ini akan lebih mudah jika makin banyak pedepokan aliran putih yang bergabung.


"Baiklah, dengan ini Turnamen Kumbara Muda akan di buka". Suara Gong kembali terdengar setelah sambutan Prabu Sanjaya berakhir.


Salah Satu Rangga Kerajaan menuju ke tengah arena turnamen.


"Saya Jaya Wardani sebagai penguji babak pertama Turnamen Kumbara Muda". kata seorang Pria berjubah kain emas. Dia mengundang semua peserta turnamen untuk memasuki arena.


"Sena , saya mohon kamu tidak melukai lawanmu terlalu berat dan usahakan tidak menggunakan senjata mu". Isyana mengenggam tangan Sena yang hendak berdiri. Dengan tatapan memohon, akhirnya Sena luluh dengan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Sebanyak 336 peserta memasuki Arena. Nampak Arjunta dan Sena berada disisi arena yang sama. Tanpa Sena sadari, sejak masih duduk dikursi hingga berdiri di tengah arena, ada mata indah yang selalu menatapnya dan langkahnya mulai mendekati tempat Sena berdiri.


Putri Lasmini yang mewakili Padepokan Telaga Dewi menjadi pusat perhatian dengan kecantikannya. Setiap langkahnya diikuti getaran nafsu pemuda yang menatapnya.


"Senang bisa bertemu lagi". Lasmini melancarkan senyum manisnya kearah Sena. Namun Sena tak bergeming seakan sudah menutup semua inderanya ketika mengetahui Lasmini mendekat kearahnya. Beda dengan sebagian besar laki - laki di arena yang luluh akan senyuman Dewi Lasmini.


Perilaku Dewi Lasmini ini memunculkan berbagai komentar di setiap orang mulai dari Keluarga kerajaan, Mahapatih, Tumenggung bahkan penonton.


"Dia adalah pemuda yang saya ceritakan ketua". Kata Pureswari kepada Ketua Padepokan Telaga Dewi.


"Kakang, Siapa pemuda yang berada didekat Putri Lasmini". Ratu Dewi Kenanga tak segan bertanya kepada Prabu Sanjaya. Namun Sang Raja sendiri terkejut melihat putri dinginnya bisa tertarik dengan pria. Selama ini Putrinya sangat keras kepala dan membenci laki laki. Dia tak pernah sungkan untuk melukai setiap laki laki yang mendekatinya. Bahkan untuk Prabu Sanjaya sebagai ayah kandung Dewi Lasmini, belum terlalu mengerti kepribadian Putrinya.


Prabu Sanjaya lalu menoleh kearah Mahapatih Anom. Namun Mahapatih itu menggelengkan kepalanya pelan sebagai tanda tidak tahu.


Beda dengan yang lain. Justru Tumenggung Raharja tersenyum melihat itu semua.


"Belum bertanding saja kamu sudah menghebohkan acara ini nak". Gumam Raharja dalam hati.


Jaya Wardhani kembali mengambil alih situasi setelah kehebohan yang di sebabkan Putri Kerajaan. Sebagai Penguji babak pertama, Jaya Wardhani bertugas mengawasi jalannya turnamen ini dengan lancar.


Karena jumlah peserta yang lebib banyak di bandingkan turnamen sebelumnya. Babak pertama akan menjadi babak yang akan mengurangi jumlah peserta turnamen secara signifikan.

__ADS_1


Pada babak ini, peserta akan dibentuk menjadi 8 Kelompok. Setiap kelompok akan diisi oleh 42 peserta yang memperebutkan 4 tempat untuk maju ke babak selanjutnya. 4 besar ini diraih dengan mengalahkan 38 peserta lainnya didalam kelompok itu.


Kelompok ini telah di bagi sebelumnya oleh pihak pelaksana sehingga peserta yang berasal dari padepokan atau serikat yang sama, diusahakan tidak akan bertarung pada babak pertama. Peserta dinyatakan gugur jika keluar dari arena dan mengangkat tangan tanda menyerah. Selain itu di larang untuk membunuh lawan yang sudah menyatakan menyerah.


Arjunta yang berada pada kelompok pertama tetap berdiri di tengah arena. Matanya sejenak mencari Isyana, berharap di berikan semangat namun wanita itu malah memperhatikan sudut lain. Dirinya hanya menarik nafas panjang meratapi nasibnya.


42 orang telah berdiri di di arena. Ketika pertandingan di mulai, sebagian besar peserta langsung menyerang lawannya dengan senjata.


Hanya perlu beberapa menit puluhan peserta terlempar dari arena bahkan ada beberapa diantaranya yang melarikan diri karena takut melihat kekuatan lawannya.


Arjunta sendiri langsung mengeluarkan auranya yang menekan pendekar muda yang ada di sekitarnya. Tidak ada satupun pendekar muda yang ingin menyerangnya setelah merasakan tekanan yang luar biasa dari tubuh Arjunta.


"Kau mencapai Pendekar Raja Gerbang 3 di usia 23 tahun. Sungguh mengagumkan". Kata Mahapatih anom yang tersenyum bangga. Seluruh pendekar yang bisa melihat tingkat pendekar Arjunta tercengang dengan bakat murid suci Padepokan Pedang Kebenaran itu.


"Bakat Murid suci Padepokan Pedang Kebenaran sungguh mengerikan". Gumam Prabu Sanjaya. Dirinya sangat bangga melihat kemampuan pendekar muda di kerajaannya. Begitu banyak pendekar muda yang bisa mencapai tingkat raja di usia 20 an.


Sejatinya Tenaga dalam tingkat raja ini dapat di capai rata rata pendekar umur 30 an. Bahkan untuk mencapai gerbang ke 3 butuh waktu hingga 10 tahun. Namun di hadapan Arjunta, gerbang tenaga dalam seakan seperti pintu rumah yang mudah terbuka.


Hanya butuh 15 menit, Kelompok pertama telah menyelesaikan pertempurannya. Kini berdiri 4 pendekar muda termasuk Arjunta yang tak memiliki luka sedikitpun di babak ini. Tetua Padepokan Pedang Kebenaran tersenyum melihat perkembangan Murid Sucinya setelah melakukan pengembaraan sendiri beberapa bulan lalu.


"Hahahaha bagaimana dengan jagoanku, apakah kalian akan menyerah". Mahapatih Anom yang biasanya jarang bicara memandangi 5 Tumenggung di sampingnya yang masih tak percaya dengan kekuatan Arjunta. Padahal pada turnamen sebelumnya juara pertama hanya diraih oleh pendekar Tingkat Raja gerbang 1.

__ADS_1


Semua tumenggung hanya terdiam tapi tidak untuk Raharja.


"Tenang Mahapatih, Jagoanku tetap akan menjadi juara turnamen ini". Raharja membalas perkataan Mahapatih Anom. Dengan memilin kumisnya, matanya menatap pemuda dingin yang sedang menutup mata.


__ADS_2