Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Kebaikan yang terbungkus Kegelapan


__ADS_3

Nenek Centil yang bernama Mirah itu terkejut dengan keadaan lantai dasar merak ungu yang setengah hancur.


Semua tatapan mengarah kepada 3 orang yang memakai pakaian pendekar. 1 Pemuda yang tampak bengis dan 1 Orang tua yang terlihat sepuh. Kedua orang itu berdiri memandangi seorang pria tua dengan luka bakar di mukanya yang baru saja memuntahkan darah dan memegangi dadanya.


"Saya Bagas Harja murid suci padepokan Tinju Besi yang akan membunuh semua pendekar aliran hitam di Kerajaan ini". Pemuda yang berumur sekitar 20 tahun itu memandangi semua pengunjung dengan sombong mengikrarkan bahwa dialah yang terkuat di tempat ini.


Pria tua yang terkapar nampak lemah dengan terbata bata dia berkata "Maaf Tuan pendekar, saya bukan pendekar aliran hitam seperti yang dituduhkan, saya hanya pengembara tua yang memiliki luka bakar di wajah".


Nenek Mirah mengenggam tangannya marah, namun tidak bisa berbuat apa apa dengan pendekar padepokan aliran putih yang diakui pihak kerajaan. Sena bisa melihat melalui raut muka yang ditunjukkan namun hal itu bukan urusannya.


Tanpa peduli apapun Sena melangkah melewati Nenek Mirah berniat segera menuju tempat Dewa Tabib namun hal itu memecah perhatian pengunjung termasuk Bagas Harja.


Bagas Harja terlihat geram dengan kelakuan Sena yang dianggap tidak mengormatinya.


"Hei Bocah, beraninya kau mengacuhkanku". Bagas Harja dengan emosi melancarkan jurus tinju besi yang terkenal dari padepokannya.

__ADS_1


Senyumnya merekah ketika melihat tangannya mendarat di punggung Sena, namun apa yang terjadi tidak sesuai dengan pikirannya. Tangannya seakan memukul besi baja yang keras.


Sena yang merasa akan di serang, menggunakan jurus Tubuh Naga Hitamnya dan melapisinya dengan aura kegelapan sehingga pukulan Bagas Harja yang hanya tingkat pendekar ahli tidak berpengaruh.


Bagas Harja yang masih termenung segera terpelanting mundur menabrak dinding dengan mulut mengeluarkan darah akibat terkena aura kegelapan Sena.


Semua pengunjung menganga melihat kekuatan Sena meskipun tidak menggerakkan tubuhnya termasuk Nenek Mirah.


Orang tua sepuh yang berasal dari padepokan Tinju Besi segera menghampiri Bagas Harja dan memeriksa keadaannya, Wajahnya terlihat murung ketika dia tau pusat tenaga dalam Murid Suci kebanggaan padepokannya telah hancur. Apalagi dia Tetua yang di tugaskan untuk menjaga bagas harja untuk mencari pengalaman di dunia persilatan.


"Bocah t*ngik, kau akan menjadi musuh Pepokan Tinju Besi karena perbuatanmu. Saya Tetua Dipa berjanji akan mengambil kepalamu". Tetua itu melesat dengan melapisi tinjunya dengan tenaga dalam tingkat pedekar langit gerbang 2 miliknya.


Ketika tinju besi Tetua Dipa mengenai dada Sena, terlihat Sena mundur 3 langkah tanpa luka dalam. Tetua Dipa terkejut Melihat tubuh sena baik baik saja bahkan matanya tetua itu terbelalak.


"Apa? kau seorang pendekar tingkat langit". Teriak Tetua Dipa. Semua pengunjung mendengar perkataan Tetua Padepokan tinju besi seakan tidak percaya dan mulai bertanya dalam hati asal asul Sena yang hanya terlihat pemuda berumur 16 tahun.

__ADS_1


" Awalnya saya tidak mau ikut campur namun kau dan murid sucimu itu mengundangku". Gumam Sena dalam hati sambil melesat menggunakan Jurus Bayangan Sesatnya.


Tetua Padepokan Tinju Besi yang masih termenung setelah mengetahui tingkat pendekar Sena tanpa sadar telah menerima pukulan dan terlempar.


Meskipun Sena hanya pendekar tingkat langit gerbang 1 namun dengan aura kegelapannya bahkan pendekar gerbang 3 pun akan terdesak jika berhadapan dengan kekuatan Sena apalagi jika menggunakan cincin misteriusnya.


Tetua Dipa mulai berdiri memegangi bagian perut yang terkena pukulan Sena. Tubuhnya seakan akan meledak dan pusat tenaga dalamnya kacau padahal baru menerima 1 pukulan.


Tanpa membuang waktu Sena menyerang Tetua Dipa dengan mengeluarkan 1 Cincin di tangannya yang langsung melingkari tubuh untuk menyerap tenaga dalam dan menghancurkan pusat tenaga dalam Tetua Padepokan Tinju Besi. Tetua Dipa berusaha keluar dari kekangann cincin yang bisa merubah ukuran tersebut namun Naas semakin dia mengeluarkan tenaga dalamnya semakin melemah tubuhnya karena tenaga dalamnya terserap habis.


Merasakan pusat tenaga dalamnya hancur, Tetua Dipa berkata dengan nada lemah menunjuk Sena "Kau akan menjadi musuh padepokan Tinju besi dan Kerajaan Kumbara". Tubuhnya kemudian ambruk di tengah pandangan ngeri semua pengunjung Merak Ungu.


Sena menarik kembali cincinnya. Merasa telah membuang banyak waktu ditempat ini Sena berbalik dan keluar dari bangunan Merak Ungu. Puluhan Prajurit kerajaan bersenjatakan tombak yang baru tiba dilokasi menghadang dan mengarahkan ujung tombaknya ke tubuh Sena. Para prajurit mengira Sena menjadi penyebab kekacauan di Merak Ungu.


Nenek Mirah yang melihat hal itu berlari untuk memberitau hal sebenarnya ke Prajurit Kerajaan namun langkahnya terhenti.

__ADS_1


Sena mengeluarkan aura kegelapannya menekan prajurit kerajaan yang hanya tingkat pendekar prajurit. Sena hanya terus melangkah dengan santai melewati jeritan jeritan kecil prajurit yang pusat tenaga dalamnya telah hancur.


"Pemuda yang kejam tapi mengapa saya bisa merasakan kebaikan di hatinya". Gumam Nenek Mirah memandangi punggung Sena yang semakin menjauh.


__ADS_2