Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Kekacauan


__ADS_3

Rombongan keluarga Kerajaan kini telah sampai di Padepokan Telaga Dewi. Ketua Dewi Ambarwati dan seluruh penghuni Padepokan menyambut kedatangan sang Ratu sekaligus salah satu pendekar yang pernah berlatih di padepokan Telaga Dewi. Dewi kenanga sendiri adalah adik dari Dewi Ambarwati, Ketua Padepoakan Telaga Dewi saat ini.


Selain sang Ratu Kumbara, juga hadir pangeran ke 2 yang bernama Brawijaya dan putri bungsu Prabu Sanjaya yang bernama Dewi Paramita. Hanya Dewi Lasmini yang tak mempedulikan kedatangan ibu dan saudara tirinya. Dia sekarang masih sibuk meningkatkan tenaga dalamnya menuju ketingkat kaisar.


Pangeran Brawijaya yang memiliki wajah yang tampan dan murah senyum menjadi daya tarik bagi murid padepokan Telaga Dewi yang seluruhnya adalah perempuan. Tak khayal banyak bisikan akan kekaguman terhadap pangeran kedua kerajaan Kumbara itu.


Beda dengan Dewi Lasmini yang belajar di Padepokan Telaga Dewi, ketiga saudara dan saudarinya hanya belajar di istana kerajaan di bimbing langsung oleh Mahapatih Anom . Tidak mengherankan jika di usia yang baru beranjak 23 tahun, Pangeran Brawijaya sudah mencapai tingkat Pendekar Raja gerbang pertama.


“Kakak, Di mana Dewi Lasmini?”.


Dewi Kenanga berjalan bersama Dewi Ambarwati. Di belakangnya Pangeran Brawjaya dan Putri Paramita berjalan tidak sabar bertemu dengan saudarinya. Terutama Dewi Paramita yang sejak kecil akrab dengan Dewi Lasmini.


“Akhir akhir ini dia sangat rajin berlatih, saya takut tubuhnya tidak akan sanggup menerima porsi latihan yang sangat berat”.


Ketua padepokan Telaga Dewi menceritakan perubahan sikap Lasmini setelah kembali dari turnamen kumbara muda. Ratu Kenanga menggelengkan kepalanya mendengar kondisi Putrinya sekarang, yang semakin keras kepala. Entah mengapa sejak kematian ibu kandungnya, Dewi Lasmini seakan tak memandang keluarganya kecuali Dewi Paramita.


Mereka berempat memasuki sebuah pinggiran Padepokan Telaga Dewi. Diatas batu terlihat sosok Dewi Lasmini bersemedi dengan penuh ketenangan.Menurut pengamatan Dewi Ambarwati, tak lama lagi Dewi Lasmini akan membuka gerbang kedua tingkat Pendekar Raja.


Pangeran Brawijaya hanya tersenyum kecut dengan kemampuan Dewi Lasmini yang melebihi dirinya meskipun adik tirinya itu berusia 7 tahun lebih muda.


“Kakak Lasmini””


Putri Paramita berteriak ketika melihat Lasmini. Dewi Lasmini menghentikan semedinya mendengar suara yang tidak asing baginya. Perlahan dia membuka matanya dan menatap gadis yang berlari kearahnya.


Dia melebarkan kedua tangannya hingga Paramita memeluk kakaknya itu dengan wajah sedikti kesal. Putri Paramita saat di istana sangat ketat di awasi ayahnya. Selama ini hanya Lasmini tempat dia curhat dan bermain, tapi semenjak Lasmini berlatih di Padepokan ini, kesepian selalu membayangi kehidupan gadis cerewet itu.

__ADS_1


“Lasmini, besok kita akan mengadakan pesta ulang tahunmmu disini”. Ucap ratu Dewi Kenanga lembut kepada lasmini.


Dewi Lasmini hanya mengangguk kemudian menarik tangan Paramita untuk menjelajahi Padepokan tempatnya berlatih.


Ketiga orang itu hanya terdiam memandangi kepergian kedua gadis cantik itu.


“Entah sampai kapan Lasmini seperti ini”. Kata Dewi Ambarwati setelah meyaksikan perlakuan Lasmini yang tidak sopan kepada saudara dan ibunya.


“Ini memang salahku dan kakang Prabu”.


Dewi Kenanga menitikkan air matanya mengingat masa lalunya yang mungkin dianggap penyebab prilaku aneh Dewi Lasmini. Dewi Ambarwati menghela nafas panjang melihat raut wajah sedik adiknya. Dirinya kemudian mengantar adik dan keponakannya menuju tempat istirahtat. Bagaimanapun besok adalah hari yang cukup panjang, karena menyangkut pesta perayaan ulang tahun Dewi Lasmini sekaligus murid suci Padepokannya.


Waktu yang di tunggupun tiba, seluruh anggota padepokan bekumpul di sebuah aula besar padepokan Telaga Dewi. Ruangan besar ini telah di hias seindah mungkinn sebagai simbol kebahagian. Tentu saja kedatangan Ratu Kerajaan Kumbara dan salah satu Tumenggung membuat acara ini berjalan khidmat.


Lasmini kini muncul di gandeng oleh Dewi Paramita. Gaun putihnya yang megah menambah aura kecantikannya. Hanya segelintir laki laki yang menghadiri pesta ini namun tidak ada yang tak terpesona dengan kecantikan Dewi Lasmini.


Ratu Kumbara dan Ketua Padepokan Telaga Dewi menyambut Dewi Lasmini. Meraka memeluk Lasmni dan memberikan sebuah hadiah. Lasmini menanggapi itu dengan senyuman dan menyimpan kembali hadiah itu di meja.


“Seandainya kalian ada disini”.


Pikiran lasmini menerawang mengingat seseorang yag sangat di kasihinya. Matanya terasa akan mengeluarkan luapan kesedihan tapi wanita itu tidak akan mau terlihat lemah di hadapan orang banyak. Dengan muka dinginnya kembali dia memperhatikan semua orang yang menghadiri pestanya.


Hanya pandangan puluhan  lak laki yang terus mengarah kepadanya. Seakaan dia adalah mangsa yang tersangkar dan tak dapat di buka. Lasmini hanya tersenyum kecut membalas senyuman para lelaki itu.


“Sena, saya ingin di ulang tahunku kali ini, kamu bisa terlihat di mataku”.

__ADS_1


Dewi Lasmini memejamkan matanya membuat permohonan di hari ini. Meskipun dia tahu Sena saat ini berada di ujung wilayah Kumbara tapi dia tetap berdoa agar harapannya menjadi kenyataan.


“Serangan, ada Serangan””


Salah satu Prajurit Kerajaan membelah kemeriahan pesta itu. Teriakannya yang memenuhi aula pesta membuat suasana riuh terdengar dengan cepat.


***


Prabu sanjaya terlihat memijit keningnya, masa tenang pemerintahnya sudah tak bisa berlanjut lagi. Hari ini lebih dari 3 Padepokan


kecil aliran putih yang di hancurkan kelompok bertopeng yang di kenal sebagai bawahan Padepokan Cakar Setan.


Seandainya Prabu Sanjaya mengetahui titik serangan, maka akan memudahkannya untuk memobilisasi pasukan ketempat yang akan di serang. Wilayah Kumbara yang sangat luas sangat sulit di amankan dari serangan serangan gerilya kelompok bertopeng atau Pendekar Padepokan Cakar Setan.


Mahapatih Anom selalu setia mendampingi Prabu Sanjaya di kala sulitnya, Kakek tua itu berharap mata mata Kerajaan dapat mengetahui markas besar padepokan Cakar Setan secepat mungkin. Jika informasi itu berhasil di dapatkan, maka Mahapatih Anom dan para Tumenggung akan mengadakan serangan besar ke tempat itu.


“Paduka Raja ! menurut informasi, kelompok yang menyerang menggunakan topeng ”


Mahapatih Anom melaporkan mengenai informasi tentang Padepokan Cakar Setan yang berhasil di dapatkannya. Saat ini ada 3 warna topeng yang di ketahui. Topeng hitam adalah pendekar yang memliki tingkat pendekar langit kebawah.Topeng Perak adalah  pendekar yang memiliki tenaga dalam tingkat Pendekar suci gerbang pertama sedangkan untuk Topeng Emas sendiri adalah eksistensi dengan tingkat pendekar suci gerbang kedua yang sangat langka di kerajaan ini.


Di pasukan Kerajaan Kumbara saja, hanya Tumenggung Raharja dan Tumenggung Atmaja yang setingkat dengan pendekar suci gerbang kedua. Sejauh ini baru satu Topeng Emas yang muncul di permukaan yaitu pimpinan yang menyerang kota Taruma.


Sayang waktu perang itu, Topeng Emas berhasil melarikan diri sedangakn 3 topeng Perak dinyatakan tewas setelah lawan Sena mengingit lidahnya bunuh diri demi menjaga informasi padepokan Cakar Setan.


Prabu sanjaya Maharaja mengeraskan rahangnya mendengar informasi mengenai Padepokan Cakar Setan. Hari ini hari ulang tahun putrinya namun suasana hatinya sangat gundah mengingat kekacauan wilayahnya dan kematian ratusan penduduknya.

__ADS_1


Hatinya terasa sakit mengingat Dewi Wulandari hingga membuat jiwanya sedikit terguncang.


“Maafkan saya, saya telah gagal sebagai suamimu dan ayah dari anak kita”.


__ADS_2