Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Pembantaian


__ADS_3

Entah Pertarungan atau pembantaian yang sedang terjadi di tengah Kota Rando.


Kedua cincin Sena membesar dan menyerang prajurit Kota Rando. Tombak prajurit seakan tidak cocok untuk menahan pergerakan cincin hitam itu. Setiap terkena serangan cincin, Prajurit merasa seperti kehilangan tenaga dalam dan melemah dengan cepat.


Penduduk yang letaknya cukup jauh menyaksikan pertempuran itu sedikit tercengang melihat puluhan prajurit yang di pecundangi senjata yang mirip roda besar itu.


"Senjata apa itu ?"


"Itu seperti roda berputar"


"Senjata itu dapat bergerak sendiri"


Berbagai pertanyaan muncul mengenai benda yang meliuk liuk menghantam tubuh prajurit kota Rando. Hingga mereka melihat seluruh prajurit jatuh ke tanah tak berdaya.


Sedangkan Sena masih bertarung melawan Adri Antarum yang mulai frustasi. Walaupun memiliki gerbang tenaga dalam langit yang lebih banyak di bandingkan Sena, Nyatanya serangannya bahkan tidak bisa mengenai tubuh sena.


Cincin yang seperti roda hitam itu terus menyerang Adri Antarum, Tidak membiarkan Tuannya di dekati. Puluhan Dentuman suara pertemuan keris dan cncin besar mengeluarkan percikan api.


Sena hanya terus memandangi pertarungan Adri Antarum melawan cincin misteriusnya. Terlihat keretakan mulai muncul di senjata keris itu.

__ADS_1


"Bagaimana Bisa ?". Adri Antarum mundur beberapa langkah memperhatikan keretakan pada senjatanya. Seakan tidak percaya, karena kerisnya terbuat dari salah satu bahan paling keras di Dataran Java.Selama turun temurun Keris itu diwariskan oleh nenek moyangnya tanpa meninggalkan goresan sedikitpun. Namun saat ini dia melihat senjatanya tak akan bertahan lama lagi.


Dia kembali tersenyum kecut melihat seluruh anggota prajuritnya telah di kalahkan oleh 2 cincin yang kemudian menghilang. Adri Antarum menatap Sena yang tak pernah bergerak sedikitpun dari tempatnya semula, seakan percaya dengan kemampuan Cincin Cincinnya.


"Senjata apa yang di pakai anak ini ? Seakan memiliki jiwa sendiri." Gumam Adri Antarum dalam hati. Dia mungkin akan lebih terkejut jika mengetahui saat ini tenaga dalamnya terus terserap selama pertarungan tadi.


Cincin itu tak membiarkan lawannya mengambil jeda dan jarak. Dengan Pikirannya Sena melancarkan serangan menggunakan Cincinnya dengan kecepatan tinggi.Melihat Cincin itu melesat cepat kearahnya, Adri Antarum tidak punya pilihan lain selain menahan laju cincin dengan kerisnya.


"Krekkkkkkkk.....Bummmmmm"


Keris Itu hancur dan lanjut menghantam dada adri antarum hingga terlempar dan memuntahkan banyak darah.


Adri Antarum mulai merasakan Dewa kematian mendekat saat melihat Cincin itu kembali menuju kearahnya dengan ukuran yang semakin membesar.


Dia menutup mata karena tak ada harapan lagi dia bisa melawan Cincin misterius itu. Namun tiba tiba terdengar suara gemuruh 2 senjata tingkat tinggi saling berbenturan.


****


Rombongan Tumenggung Raharja dan Arjunta yang tiba di lokasi pertempuran tidak lekas ikut campur.

__ADS_1


Tumenggung Raharja dengan seksama memperhatikan Sena yang menurutnya terlalu hebat dan misterius. Pengendalian terhadap pusakanya sangatlah hebat untuk bocah semuda itu.


Raut Muka Arjunta yang melihat pertempuran di depannya sejenak tak percaya dengan cara bertarung Sena dan Senjata unik yang di milikinya. Baginya baru kali ini dia melihat pemuda yang memiliki bakat sangat jauh di atasnya.


"Bagaimana bisa pemuda itu melawan prajurit kerajaan sebanyak ini tanpa bergerak?" Arjunta berkata lirih.Namun perkataannya terdengar oleh raharja.


"Pendekar tingkat langit tidak cocok untuknya, Bahkan saya pernah melihatnya memojokkan pendekar tingkat suci". Kata Tumenggung Raharja masih dengan tatapan yang mengarah ke arena pembantaian itu.


Arjunta hampir tersendak mendengar kata Tumenggung Raharja. Umur pemuda di depannya bahkan jauh di bawahnya namun kekuatannya mampu bersaing dengan para tumenggung dan petinggi padepokan.


Melihat pembantaian dan tidak ingin seluruh prajurit kota rando di permalukan hanya karena seorang pemuda, Tumenggung Raharja melesat menghadang Laju Cincin pusaka itu.


Trannngggggg


Tombak Tumenggung Raharja bergetar setelah berbenturan dengan cincin besar Sena.Tubuh Tumenggung Raharja mundur 3 langkah sedangkan cincin terlempar kembali didepan sena.


"Pusaka yang sangat hebat" Gumam Tumenggung Raharja setelah merasakan sensasi aura yang dikeluarkan Cincin pusaka itu. Kini tatapannya mengarah pada wajah dingin Sena.


"Apakah kau ingin melanjutkan pertarungan ini anak muda ?". Tumenggung Raharja sambil memilin kumisnya yang cukup panjang.

__ADS_1


#Tumenggung biasanya di artikan sebagai pimpinan / Panglima Kerajaan. Di dalam cerita ini Tumenggung saya artikan sebagai Jenderal kerajaan yang biasanya di ketuai oleh seorang Mahapatih.Jadi terdapat beberapa Tumenggung di Kerajaan Kumbara.


__ADS_2