Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Penyesalan akan selalu ada


__ADS_3

Dewi Ambarwati dan Gunawa menatap kesal dengan 3 Siluman Beruang yang baru muncul. Di antaranya ada 2 siluman Beruang yang setara dengan pendekar langit gerbang ketiga dan yang terlihat paling besar mengeluarkan aura pendekar suci gerbang pertama.


Jika dalam keadaan biasa, Dewi Ambarwati dan Tumenggung Gunawa masih yakin untuk mengalahkan ketiga Pemimpin siluman itu namun sekarang tenaga dalam mereka sebagian besar telah terkuras melawan ratusan siluman sebelumnya.


Para Siluman Beruang yang awalnya menunggu keputusan pimpinannya, akhirnya mulai bergerak kembali karena pemimpin mereka memutuskan untuk melanjutkan serangan dan mengubah tujuan. Tidak ada tubuh abadi maka tubuh gadis biasa pun jadi.


Peperangan kembali berlanjut. Kepergian para siluman anj*ng dan ular membuat jumlah pasukan siluman sudah setara dengan prajurit kerajaan bserta sekutunya. Dewi Ambarwati dan Gunawa merangsek menyerang ketiga pimpinan itu sebelum mereka kehabisan tenaga dalam.


Sebelum kehabisan tenaga dalam, kedua orang itu berharap dapat membunuh ketiga siluman Beruang yang paling kuat itu. Sedangkan untuk sisanya, akan diatasi oleh para bawahan mereka.


Kedua pendekar suci itu masih berusaha menerobos siluman Beruang yang mencoba menghalangi langkah mereka. Ekspektasinya untuk menghadapi  Pimpinan siluman Beruang nampaknya susah terealisasi dengan semakin banyaknya siluman Beruang yang mengepung mereka.


“Kalau begini terus, tenaga dalamku akan terkuras hbais sebelum menyentuh pimpinan siluman Beruang itu”. Tumenggung Gunawa menggerutu dengan kesal melihat keadaannya saat ini.


Tongkat peraknya masih sibuk membasmi siluman Beruang. Tenaganya perlahan merosot, terbukti dengan daya pukulannya yang sudah melemah. Disaat mereka sedang bertarung sesosok bayangan muncul di belakang pimpinan Siluman Beruang.


“Boooooooom””


Ketiga Pimpinan Siluman Beruang terlempar cukup jauh. Asap dari ledakan itu akhirnya memunculkan sebuah bayangan besar.


Bayangan yang terlihat seperti monster besar dengan puluhan lengan yang menyeramkan.


Sena menyerigai melihat 2 pimpinan Siluman Beruang yang memiliki tingkat pendekar langit terbaring dengan luka parah. Sena sengaja langsung memberikan serangan terkuatnya untuk membunuh setidaknya salah satu dari siluman itu.


“Ketahanan tubuh siluman memang sangat hebat”


Jika Serangannya ini mengenai hewan buas atau manusia setingkat siluman didepannya, maka Sena yakin bahwa lawannya akan


langsung tak berdaya namun ketiga simuan didepannya masih bisa berdri walaupun 2 diantaranya mengeluarkan darah kehitaman di mulutnya.


Beberapa pendekar tingkat tinggi yang melihat serangan Sena tersenyum. Kedatangan pemuda yang bisa melukai ketiga pemipin siluman dengan serangan tunggal adalah bantuan yang sangat penting saat ini. Walaupun sebagian besar tak mengenali Sena namun mereka yakin bahwa pemuda berjubah merah itu setidaknya berada disisi yang sama dengan mereka.

__ADS_1


Sena melesat menyerang diikuti puluhan lengan yang menyerang 2 siluman Beruang tingkat langit. Dirinya sendiri mengarahkan jurus tarian iblis kegelapannya menyerang siluman Beruang yang paling kuat.


Pertemuan pukulan dan tendangan menimbulkan deru angin di sekitar pertarungan 2 mahluk berbeda itu. Sena mengakui bahwa siluman Beruang


yang di lawanya memiliki tubuh yang sangat tebal. Sudah hampir 5 pukulannya yang mengenai Siluman itu namun belum membuatnya terhempas atau mengerang


kesakitan.


“Goarrrrrr”.


Beruang itu berteriak marah. Dengan Sekali lompat dia telah sampai di depan Sena. Pukulannya dengan cepat menuju tubuh Sena namun masih bisa di tahan oleh salah satu tangan besar yang terbentuk dari aura


kegelapan.


Sena terlempar beberapa meter. Kakinya berusaha menahan tubuhnya yang terdorong. Sena yang terdesak masih bisa tersenyum. Di kiri kananya dia melihat 2 pimpinan Siluman Beruang sudah tak berdaya setelah seluruh tenaganya di serap oleh aura kegelapan milik Sena.


“Kubunuh kau manusia”.


Di depannya masih ada manusia yang menjadi biang kerok kehancuran para siluman Beruang. Sekian lama mereka mendekam namun kerena mencium aroma tubuh abadi, satu persatu siluman Beruang yang memiliki penciuman tertajam diantara siluman lainnya bergerak ke wilayah ini. Namun bukan hanya tidak mendapat pemilik tubuh abadi, bahkan jumlah siluman Beruang bawahannya hampir punah.


Sena tersenyum melihat pimpinan siluman Beruang yang tampak berpikir keras. Dengan semangat yang masih membara dia meluncur


menyerang pimpinan Siluman Beruang. Kali ini dia menarik seluruh aura kegelapan di tubuhnya.


Untuk pertarungan kali ini, dia akan mengandalkan seluruh teknik dari 3 kitab dewa ajaran Guru Jaya Bhaya. Sebuah jurus akan lebih berbahya jika di pahami secara teori dan pengalaman. Semakin sering dia


menggunakan jurus jurusnya dalam pertempuran maka jurus itu akan semakin tajam dan menghasilkan daya besar.


Sena menguatkan tubuhnya dengan jurus tubuh naga hitam. Kini ketahanan tubuhnya seakan seperti besi. Sena lalu mengalirkan


tenaga dalam tingkat langitnya untuk bergerak cepat seperti bayangan. Hanya beberpa detik Sena sudah berada di belakang tubuh Pimpinan siluman Beruang.

__ADS_1


“Brukkkkk”


Sebuah tendangan dari jurus Tarian iblis kegelapan mendarat mulus di punggung Siluman Beruang. Tendangan itu membuat tubuh siluman itu terlempar namun dengan cepat siluman Beruang itu berdiri kembali dan memberikan serangan balik kepada Sena


“Hari ini harus ada kematian di antara kita berdua”


Siluman Beruang dengan tekad yang bulat. Mulai menyerang Sena denga brutal. Pertukaran gerakan itu membuat sebagian wilayah di dekat mereka hancur. Debu beterbangan dan mayat di tanah berpindah tempat akibat pertarungan sengit itu.


Sena mengeluarkan segala kemampuan dari ketiga kitab yang dia kuasai di Hutan Kematian. Kecepatannya menjadi senjata utama untuk menghindari serangan Siluman Beruang yang sudah tak memikirkan taktik dengan jernih. Kemarahan sudah membungkus akalnya.


Sena pun sedikit terdesak dengan serangan siluman Beruang itu. Beberapa pukulan dan cakaran menggores tubuhnya, namun dengan jurus tubuh naga hitam yang di pelajarinya setidaknya membuat serangan itu berdampak kecil kepada Sena.


Sena beberapa kali telah memberikan serangan balik yang mematikan namun pimpinan siluman Beruang sudah tak mempedulikan kondisi tubuhnya yang sudah terluka cukup parah. Setiap pukulan Sena mendarat diluka yang sama di tubuh Siluman Beruang.


Akhirnya setelah sekian lama bertarung, mengalir darah hitam di mulut siluman itu. Sena mencurigai bahwa Siluman beruang didepannya terlebih dahulu telah terluka sebelum ketempat ini.


Sena sedikit geram melihat semangat yang ditunjukkan lawannya. Di lihat dari sisi apapun lawannya hanya akan menjadi pihak yang kalah. Namun Siluman Beruang itu tetap menyerang hingga tenaganya habis. Dengan terengah engah siluman Beruang itu roboh dengan sendirinya.


Tubuhnya sudah mencapai batas dan pandagannya telah menjadi sedikit hitam. Di tatapnya pemuda yang berdiri di atasnya. Siluman Beruang yang telah hidup ratusan tahun tidak  pernah berpikir dirinya di kalahkan oleh seorang anak manusia yang baru seumur jagung.


“Aku tau, kau yang telah menyembunyikan pemilik tubuh abadi, tapi 2 tahun dari sekarang, seluruh siluman di dataran ini akan memburu pemilik tubuh itu”.


Itu kata kata terakhir yang keluar dari mulut


siluman Beruang sebelum kepalanya hancur karena pukulan Sena. Pemuda dingin itu


mengibaskan tangan kanannya untuk membersihakn noda darah yang melekat di


tangannya.


“Aku sudah tahu tentang itu dan memutuskan menunggu sampai saat itu tiba”.

__ADS_1


Sena menyeringai sinis memandangi Siluman yang sudah tak utuh di bawah kakiya. Pandangannya menyapu seluruh area peperangan yang nampaknya sudah bersih dari para siluman. Sebagian besar dari meraka melarikan diri setelah mengetahui pimpinannya terbunuh.


__ADS_2