Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Menyebar


__ADS_3

Di sebuah aula luas di Padepokan Cakar Setan. Nyai Genggong, 3 Topeng Emas dan 3 Topeng Perak duduk melingkar. Rencana mereka mulai menapaki puncak. Poin perpoin taktik yang mereka susun rapi telah terlaksana meskipun ada beberapa hal yang membuatnya sedikit tersandung.


“Hari ini, bawa semua pasukan menyebar dan berkumpul di Kota Birawa”.


Semua Topeng Perak hanya mengangguk mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Nyai Genggong. Jumlah Topeng Perak yang telah berkurang tak menyurutkan langkah Padepokan Cakar Setan untuk menyerang Istana Kerajaan secara langsung.


“Wuruk, berangkatlah Ke Kota Bina. Disana temuilah Bagong dan segera menuju Kota Birawa”.


Salah satu Topeng Perak mengangguk dan mengambil tombaknya. Dengan lantang dia meninggalkan ruangan itu tanpa pertanyaan sedikitpun.


“Kalian semua, laksanakan sesuai rencana


sebelumnya”.


Nyai Genggong terus saja mendominasi rapat ini tanpa sedikitpun bantahan dan pertanyaan dari bawahnnya. 5 orang bertopeng tersebut membungkuk sebelum bergegas meninggalkan Nyai genggong yang mulai tertawa sendiri.


***


Di sebuah tenda yang terlihat paling besar. Duduklah semua pendekar tingkat Kaisar dan Langit milik Padepokan Cakar Setan di Kota Bina. Mereka di pimpin oleh satu Topeng Perak yang bernama Bagong. Mereka sibuk menyusun rencana sambil menunggu anggota Padepokan Cakar Setan lainnya di tempat ini.


Semua orang di ruangan itu sontak terkejut merasakan serangan aura yang sangat kuat bahkan ada diantara mereka yang jatuh berlutut seakan tertimpa sebongkah batu besar.


“Kurang aj*r, ada apa ini”.


Bagong segera keluar diikuti 5 bawahnnya yang terkuat. Mata mereka terbelalak  menyaksikan hampir setengah perkemahan yang mereka bangun telah hancur. Sejauh mata memandang hanya bawahan mereka yang terus berlari menuju satu titik dimana pusat ledakan berasal.


Setelah meledakkan aura kegelapan ditubuhnya, Sena terus berjalan menyambut ratusan anggota Padepokan Cakar Setan yang berlari kearahnya. Pemuda itu mulai yakin mampu bertahan lama dengan fisiknya sekarang. Walaupun hanya beberapa hari melatih fisik, itu sudah cukup untuk melawan orang orang di perkemahan ini.

__ADS_1


“Bukkk… Bukkk….Bukkkk”.


Sena langsung bergerak menyerang satu persatu Topeng Hitam di dekatnya. Dengan kecepatannya, tiada lawan yang menyadari pergerakannya sebelum mereka terhempas. Tarian Iblis Kegelapan menunjukkan berbagai gerakan yang memporak porandakan barisan musuh.


Lengan lengan panjang di sekitar tubuh Sena seakan terus menari meremukkan tubuh Topeng Hitam. Tanpa Sena sadari, Aura kegelapan terus menyerap tenaga dalam para Topeng Hitam dalam jumlah besar. Di sekitar Sena hanya di hiasi tubuh yang terus terlempar dan terhempas.


“Dia monster……””.


Salah satu Topeng Hitam berteriak ketakutan. Hal itu membuat nyali pasukan Topeng Hitam menjadi ciut. Hanya beberapa menit sejak kemunculan Pemuda beraura gelap itu, puluhan teman mereka sudah tak berdaya. Mulai saat itu sebagian besar dari mereka mulai melarikan diri dari serangan brutal milik Sena.


Sena yang melihat hal itu makin menjadi. Pemuda itu takkan membiarkan banyak musuhnya untuk kabur. Dengan jurus bayangan sesatnya, Sena melesat menyerang setiap Topeng Perak yang berniat melarikan diri. Tak ada yang bisa melanjutkan pelarian setelah terkena serangan tunggal milik Sena


Teriakan histeris terus saja bergema di hutan itu. Para Topeng Hitam bagaikan kumpulan domba yang di serang oleh seekor singa. Tak ada lagi niat melakukan perlawanan meskipun memiliki jumlah yang berkali kali lipat lebih banyak.


“Jangan lari, kita hadapi bersama”.


Bagong tentu menyadari bahwa pemuda didepannya adalah orang yang harus dia hindari. Dengan aura kegelapan yang menyelimuti seluruh tubuhnya, Seluruh petinggi Padepokan Cakar Setan termasuk Bagong mengetahui garis besar kemampuan Sena. Pemuda tingkat pendekar Langit yang berhasil mengagalkan rencana yang di pimpin 2 Topeng Emas.


Sena hanya terseyum kecut melihat teriakan Topeng Perak tak menyurutkan langkah sebagian Topeng Hitam untuk melarikan diri. Kini mungkin hanya tersisa 200 orang yang harus di lumpuhkan olehnya.


Bersamaan dengan tarikan nafas panjang, Sena kembali menyerang para Topeng Hitam dengan ganas. Selain mengurangi lawannya juga untuk memancing amarah Topeng Perak.


“Bantu mereka”.


Ke 5 Topeng Hitam yang berada di belakang Topeng Perak melesat menyerang Sena. Bagong ingin mengamati kelemahan Sena sebelum terjun melawan pemuda itu. Bagong juga ingin mengurangi tenaga dalam pemuda itu agar lebih mudah mengalahkannya kelak.


Lengan lengan panjang terus saja meliuk liuk,

__ADS_1


menghantam dan membombardir formasi serangan para Topeng Hitam. Tak pelak


karena memiliki tenaga dalam yang kecil, Setiap lesatan aura kegelapan itu berhasil melumpuhkan puluhan musuh. Di sekitar Sena hanya terlihat kumpulan tubuh Topeng Hitam yang sudah tak berdaya diiringi erangan kesakitan.


“Minggir, kamilah lawannya”.


Salah satu anggota Padepokan Cakar Setan yang memiliki tenaga dalam tingkat langit menyeruduk kearah Sena. Dengan kemampuannya di tambah 4 orang di sampingnya, dia yakin mengalahkan Sena meskipun ada aura gelap yang menyelimuti tubuhnya.


Belum sempat dia menghampiri pemuda itu. Sena telah menghilang dan muncul didepannya. Sebuah pukulan tepat di dagu, membuat tubuhnya terlempar keatas sebelum di tangkap kembali dan di hempaskan oleh lengan panjang aura kegelapan.


“Ahkkkkk’’.


Pendekar tingkat langit itu merasakan sakit yang begitu pedih karena serangan milik Sena. Kini dia baru menyadari mengapa atasannya tidak ikut langsung menyerang pemuda beraura gelap ini. Matanya terus saja berdelik melihat keempat temannya seakan di permainkan oleh Sena. Hanya membutuhkan waktu 10 menit sebelum keempatnya terhempas di tempat yang sama. Diantara 4 orang itu hanya satu orang yang mampu berdiri kembali karena memiliki tingkat yang sama dengannya.


“Apa yang harus kulakukan”.


Rasa bimbang terus menyelimuti pikiran Topeng Perak melihat kekalahan 5 bawahan terkuatnya dengan cepat. Bahkan pemuda itu terlihat belum menunjukkan tanda tanda kelelahan. Lebih sialnya, dia belum melihat ada kelemahan di setiap gerakan pemuda dingin itu.


Merasakan tatapan 2 bawahannya, mau tidak mau Topeng Perak bergerak membantu melawan Sena. Dirinya tidak ingin mempermalukan tenaga dalam tingkat suci yang sangat langka untuk di miliki.


“Semuanya, kepung dia dan lumpuhkan secepatnya”.


Semua anggota Padepokan Cakar Setan yang mungkin tersisa 100 orang berkumpul mengelilingi Sena. Serangan mereka serentak menuju 1 pusat di mana Sena masih berdiri tegak.


Dengan lihai Sena menghindari puluhan serangan yang mengarah ditubuhnya. Dengan tubuh naga hitam dan aura kegelapan yang menjadi pertahanan tubuhnya , sejauh ini tak ada satupun goresan yang membekas di pakaiannya.


Pertukaran serangan itu berlangsung cukup lama. Sena bisa dianalogikan sebuah butiran gula yang di kerumuni oleh semut saat ini. Setiap detik, terlihat satu persatu Topeng Hitam terlempar dari kerumunan itu dengan luka yang cukup membuatnya tidak bisa memberikan perlawanan kembali.

__ADS_1


__ADS_2