
Sena sesaat mengeluarkan seluruh rasa sedihnya dengan berteriak keras. Teriakan menyedihkannya bahkan terdengar hingga beberapa ratus meter.
Kehilangan 2 orang yang menyayanginya di dunia ini membuat Sena tidak mengerti mengapa takdir selalu mempermainkannya seperti ini. Di saat dia mulai merasa hidup bahagia di dunia ini, justru hal yang membuatnya bahagia menghilang.
Sena segera memakamkan gurunya di dalam gua. Dia berlutut hingga pagi di depan makam sebagai penghormatan untuk gurunya yang telah menuntun dan memberinya kekuatan sehingga bisa melanjutkan hidup yang lebih baik kelak.
Ketika akan bersujud, Mutiara Iblis Kegelapan jatuh mengingatkan Sena akan amanat gurunya. Dia telah memahami teknik penghilang tenaga dalam yang akan mempermudah janji kepada gurunya untuk tidak membunuh musuh karena nyawa manusia itu berharga, bagaimanapun sifat manusia itu tidak bisa di bandingkan dengan anugerah tuhan yang berupa hidup.
Sena mulai duduk bersila kemudian memandangi Mutiara berwarna hitam didepannya.
__ADS_1
Kehadiran Mutiara Iblis kegelapan ini sebenarnya penyebab Gua tempat tinggal sena tidak di dekati hewan buas dan siluman karena aura kegelapan yang mirip raja iblis.
"Bagaimana caranya menyerap mutiara ini ?". Sena kemudian mencoba mengingat pengetahuan mengenai mustika dari buku - buku yang di bacanya selama di hutan kematian.
Sena mulai memejamkan matanya dan memfokuskan pikiran dan pusat tenaga dalamnya ke mutiara iblis kegelapan.
Mutiara itu kemudian melayang dan memancarkan aura kegelapan. Perlahan aura itu masuk ke seluruh tubuh Sena.
Mutiara Iblis Kegelapan ini sebenarnya mustika milik raja iblis yang membuat pemiliknya mempunyai pusat tenaga dalam yang mampu menampung tenaga dalam yang tak terhingga. Dengan Teknik pernafasan amukan surgawi Sena dapat menyerap tenaga dalam dengan cepat bahkan saat bertarung.
__ADS_1
Ada satu hal yang belum di ketahui sena bahwa Cincin penguasa yang di gunakannya juga memiliki kekuatan menyerap tenaga dalam di tubuh dan senjata musuhnya yang di sentuhnya. Bahkan saat menjadi cincin kecil yang melingkar di jari Sena, Cincin itu akan terus menyerap Tenaga dalam di alam yang kemudian di salurkan ketubuh Sena.
Hampir 3 Jam Sena melakukan ritual penyerapan hingga mutiara iblis menghilang dan bersamaan pingsannya Sena karena perubahan pusat tenaga dalammya.
Selama Sena pingsan. Cincin penguasa terus menyerap tenaga dalam di sekitar Hutan kematian mengisi pusat tenaga dalam sena yang sangat besar.
Pagi berikutnya Sena terbangun masih di tempat yang sama. Dia sejenak memandang makan gurunya.
"Kedua pesan guru telah saya laksanakan. Murid ini merasa sangat beruntung bertemu dengan Guru". Jaya Bhaya beranjak dari tempatnya untuk membersihkan badan dan menggunakan pakaian yang di belikan gurunya sebelum mereka ke hutan kematian.
__ADS_1
"Nampaknya Guru mengetahui seperti apa ukuran tubuhku nantinya". Sena tersenyum kecil melihat pakaian hitam putih yang dikenakannya di pantulan air. Sekarang umurnya menginjak 16 tahun dengan perawakan yang tinggi dan berotot. Warna kulit kuning langsat dan Mata cokelat akan menjadi ciri khasnya di Kerajaan Kumbara.
"Sekarang saatnya saya menjalankan pesan terakhir Guru Jaya Bhaya. "Sena mengangkat batu besar untuk menutupi mulut gua tempat makan gurunya. Dia melesat kearah utara hutan kematian berharap menemukan beberapa lawan tangguh sebelum dirinya menjelajahi wilayah Kerajaan Kumbara untuk menemukan Dewa Tabib yang telah menjadi penolong Gurunya.