Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Serangan Kelompok Bertopeng


__ADS_3

Hari hari yang di lewati Tumenggung Raharja kian memanas. Pemberontakan yang di lakukan Padepokan Cakar Setan mulai menampakkan Keganasannya. Dalam satu hari akan ada setidaknya 3 Padepokan aliran putih yang di serang.


Informasi peta kekuatan pengikut Padepokan Cakar Setan pun sangat mengerikan. Sejauh ini menurut informasi terdapat lebih dari 10 Pendekar Suci termasuk Nyai Genggong, Ketua Padepokan Cakar Setan sekaligus pelopor pemberontakan ini.


Wanita iblis itu termasuk dalam 3 besar buronan paling dicari di kerjaan Kumbara. Dengan kekuatan pendekar Suci gerbang 3. Tidak banyak yang bisa menahannya di Kerajaan ini.


Kelihaian Padepokan Cakar Setan untuk merekrut Padepokan aliran hitam dan Pendekar pengembara untuk bergabung dengan aliansinya menjadi ancaman terbesar bagi Kerajaan kumbara


Sampai saat ini sekitar 12 Padepokan aliran putih telah di bumihanguskan. Prabu sanjaya telah mengeluarkan ultimatum bagi Padepokan aliran putih untuk mempersiapkan diri  dari serangan.


Ratusan prajurit Kerajaan juga di kerahkan untuk meningkatkan penjagaan di setiap Kota terutama kota di perbatasan Wilayah Kumbara.


Mungkin di pikiran sebagian orang, untuk melawan invansi Padepokan Cakar Setan, hanya dengan cara membentuk aliansi aliran putih tapi masalah ini tak sesederhana itu. Pergerakan Pendekar Padepokan cakar setan sangat sulit di tebak dan letak Padepokan utama mereka masih menjadi misteri hingga saat ini.


“Para Rangga ! Perketat penjagaan Kota dan lakukan penyisiran di wilayah sekitar. Jika mendapatkan pergerakan kelompok dalam


jumlah besar. Segera laporkan !”. Kata Tumenggung Raharja tegas kepada seluruh petinggi pasukan dihadapannya.


***


“Hahhhaha rencana ini mulai berjalan”


Raja siluman Harimau emas menyeringai melihat kepergian Sena. Dia bisa saja membunuh Sena dengan mudah namun ada rencana picik yang harus diwujudkannya. Dan itu membutuhkan campur tangan Sena.


Para bawahannya juga cukup terkejut melihat rajanya bersikap lembut kapada manusia namun segala keputusan di wilayah ini berada di tangan Raja Harimau Emas yang perkasa.


Sena meninggalkan gua Siluman Harimau emas dengan perasaan gundah gulana. Menurut informasi Raja siluman harimau emas , keberadaan tubuh abadi berada di Kota Maranda. Disana ada seorang wanita yang mejadi pemilik tubuh itu.


Tubuh Abadi akan berguna bagi siluman untuk mencapai keabadian. Walaupun memiliki umur hingga ribuan tahun namun keabadian adaah keinginan tertinggi para siluman.

__ADS_1


Dari perkataan Siluman Harimau emas Sena berpikir bahwa saat ini pemilik tubuh abadi masih berumur di bawah 18 tahun. Usia dimana tubuh abadi belum terbangun sepenuhnya. Namun meskipun belum terbangun akan banyak siluman yang merasakan hawa tubuh abadi ketika pemilik sudah mencapai umur 16 tahun.


Sena bergegas menuju pusat Kota Taruma kembali, dia mengambil arah memutar menuju Wilayah Kota Maranda.


Selepas meninggalkan wilayah gunung Arjuana, Sena merasakan ratusan aura pendekar menuju pusat Kota Taruma


Para Pendekar itu memilikik ciri ciri yang sama dengan kelompok yang menyerang Padepokan bukit api yaitu menggunakan topeng berwarna.


Namun saat ini terlihat 3 warna topeng yang di pakai kelompok itu. Terdapat 1 orang menggunakan Topeng Emas, 2 orang bertopeng Perak dan sisanya menggunakan


topeng hitam


“apa yang akan di lakukan bawahan Padepokan cakar setan di wilayah ini?”.


Mata Sena tertuju kepada pria kurus bertopeng Emas yang memiliki aura yang sangat kuat. Sena bisa memperkirakan kekuatan orang itu setidaknya setara dengan Tumenggung Raharja. Walaupun Sena Senang akan pertarungan tapi nalurinya sebagai manusia tidak meginginkannya menyergap pasukan besar itu sendirian.


Sena dengan hati hati mengikuti pergerakan rombongan besar yang berjumlah sekitar 500 orang itu. Jumlah pendekar yang hampir sama dengan anggota Padepokan besar aliran putih.


Sena berhenti ketika melihat didepannya berdiri hamparan pasukan yang menghadang kelompok bertopeng itu.


“Hahaha kacung Padepokan cakar setan berani sekali menyerang kota ini?”.


Sebelum mencapai gerbang Kota taruma. Ratusan prajurit kota dan anggota Padepokan aliran putih telah bersiap menahan serangan pendekar bertopeng. Entah bagaimana caranya mereka mengetahui serangan yang akan datang.


Beberapa jam sebelum kedatangan kelompok bertopeng, mereka telah mengambil langkah


peperangan di luar pusat Kota untuk meminimalisir korban yang jatuh dari pihak penduduk biasa.


Di pihak Kota Taruma terlihat pendekar Padepokan aliran putih memenuhi setengah jumlah pasukan besar itu. Ketua Padepokan keris abadi yang memiliki kemampuan tertinggi diantara pasukan besar itu, memimpin perang bersama kepala prajurit Kota Taruma. Bagaimanapun Padepokannya yang menjadi sasaran utama kelompok bertopeng ini.

__ADS_1


Untung mata mata Padepokannya mendapatkan informasi pergerakan besar kelompok bertopeng saat pulang menjalankan tugas.


Segera ketua Padepokan keris abadi meminta bantuan Padepokan aliran putih di sekitarnya dan pimpinan Kota Taruma. Dengan jumlah pasukan besar itu, dia yakin dapat memukul mundul penyerang yang datang.


Pimpinan rombongan bertopeng tidak terlalu terkejut dengan hal itu. Wajar jika pergerakan mereka di ketahui dengan jumlah sebanyak ini. Tapi satu yang pasti bahwa pihak prajurit Kota Taruma tidak akan sempat meminta


bantuan dari luar Kota sebelum mereka di hancurkan oleh kelompok bertopeng.


Topeng Emas tidak ingin membuang waktu. Dengan mengangkat tangannya, semua pasukan bertopeng hitam merangsek menyerang prajurit Kota dan sekutunya. Hanya 3 orang bertopeng Perak yang masih berada di belakang Topeng Emas.


“Trangggg”


Pertemuan dua pihak itu seakan menciptakan ledakan tenaga dalam yang saling bertumbukan dan menghancurkan.


Kekuatan para pasukan bertopeng jelas lebih tinggi dibandingkan sekutu prajurit Kota Taruma.  Tapi dengan kehadiran 3 Pendekar Suci yang merupakan 3 ketua Padepokan aliran putih di Kota ini, pertarungan berjalan seimbang. Ketiga Pria sepuh ini terus menyerang menguranngi jumlah pasukan bertopeng hitam.


Topeng Emas tersenyum di balik topengnya. Kematian bawahannya tidak akan menjadi masalah, yang jelas misinya untuk melenyapkan Pendekar Langit dan Suci setiap Padepokan aliran putih bisa terealisasi. Pasukan topeng hitam hanya menjadi umpan agar para pendekar suci lawan, menghabiskan tenaga dalamnya sebelum tiba giliran mereka menyerang balik.


Pertempuran terus berlanjut, di mana Sena terlihat berdiri diatas pohon mengamati alur peperangan itu. Dengan kehadiran 3 Pendekar Suci di pihak Kota Taruma membawa kemenangan sementara. Ratusan Pendekar bertopeng hitam telah tewas akibat serangan pamungkas  ketua ketua itu.


Mereka cukup yakin dengan kekuatannya, berkaca dari pertempuran dengan Hewan Buas yang mereka kalahkan minggu lalu. Aroma kesombongan masih melekat di pikiran mereka, meskipun kini lawan mereka berkali kali lipat lebih hebat.


Pandangan Sena kemudian tertuju kepada Pendekar topeng emas dan perak yang belum bergerak sama sekali sejak perang di mulai. Mereka terlihat santai meskipun sudah setengah pasukannya tewas dan puluhan lainnya terluka parah.


“Apa yang mereka rencanakan ?”


Sena mencoba menerawang rencana mereka, hingga pikirannya tersentak memandang 3 Pendekar yang berada di belakang Topeng Emas.


“Jangan jangan…….”

__ADS_1


Akhirnya Sena sedikit mengerti dengan taktik Topeng Emas. Sena serba salah dengan keadaannya sekarang, namun dirinya harus menunggu keempat pedekar bertopeng itu bergerak. Jika tidak, seluruh pasukan Kota Taruma dan sekutunya akan mengalami kekalahan yang menyakitkan.


Hampir 2 jam Sena hanya menunggu hingga mata Sena terperanjat melihat ketiga Topeng Perak bergerak ke masing masing ketua Padepokan aliran putih.


__ADS_2