Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Putri Kerajaan Kumbara


__ADS_3

Aura kegelapan menyelimuti seluruh tubuh Sena. Ayu Rimbu terkejut merasakan hawa kegelapan itu. Selama melanglang buana di dunia persilatan dan bertemu berbagai pendekar tingkat tinggi, tidak pernah sekalipun dia melihat aura segelap milik pemuda dingin di depannya. Sena kemudian memanggil satu cincin yang membesar dan melingkari tubuh Tetua Pureswari.


"Aaapa yang kau lakukan....". Teriak Pureswari mencoba melepaskan diri dari pengaruh cincin beraura gelap ini. Dia terus menatap tajam Sena yang masih terus menatap dingin kearah Ayu Rimbu. Baru beberapa saat dia berharap kebaikan, namun yang ada justru kebalikannya.


Aswangga sejenak menghentikan permainannya dengan Dewi Lasmini yang terlihat kelelahan dan nafasnya tersengal sengal karena menghirup kabut racun yang keluar dari tapak Aswangga. Aswangga baru kali ini melihat aura kegelapan sepekat milik Sena. Namun dia cukup lega karena Sena berada di pihaknya, melihat apa yang dilakukan terhadap Tetua Pureswari.


"Dasar Iblis". Ucap Lasmini menatap tajam Pemuda dingin yang ada didekat Tetua Pureswari. Sena melemparkan 2 cincinnya kearah Lasmini. Serangan mendadak 2 cincin yang kemudian membesar seukuran roda kereta itu mengarah ke Lasmini. Aswangga hanya tersenyum melihat Sena menyerang Lasmini namun senyum itu berganti saat cincin besar itu berbelok dan menghantam dadanya hingga terlempar cukup jauh. 1 cincin melingkari tubuh Lasmini untuk menyerap racun dan menyembuhkan luka - luka Lasmini.


"Kurang Aj*r, apa maumu bocah". Tetua Ayu Rimbu berteriak melihat Aswangga yang terlempar cukup jauh karena terkena cincin pusaka Sena.


Tetua Pureswari yang sebelumnya mengumpat akhirnya menyadari perubahan pada tubuhnya saat cincin besar itu menghilang dan kembali berputar di depan Sena.


"Terima kasih pendekar muda". Pureswari membungkukan sedikit badannya kearah Sena yang kembali menatap Tetua Ayu Rimbu yang bersiap menyerangnya.


"Biar saya yang melawannya, saya hanya memohon kepada pendekar melindungi Putri Lasmini". Tetua Pureswari menghadang Ayu Rimbu yang berniat menyerang Sena.


"Akan kubunuh kau". Teriak Aswangga memegang dadanya yang mati rasa karena hantaman pusaka yang mirip roda hitam itu. Sena tidak mempedulikan hal itu, dia terus melangkah seakan mendekati Lasmini yang masih berdiri, hingga jarak mereka tinggal 1 jengkal.


"Ternyata kau lebih tampan dari jarak sedekat ini. Maafkan ucapanku sebelumnya". Kata Lasmini menatap mata dingin Sena tanpa rasa bersalah karena ucapan sebelumnya. Kini tubuh Lasmini telah sembuh dari racun.

__ADS_1


Sena kembali melewati Lasmini tanpa menanggapi ucapannya. Dia langsung melesat kearah Aswangga yang berdiri bersama 3 anggota padepokan Kabut Racun lainnya.


Dengan jurus tarian iblis kegelapan, Sena menyerang Aswangga dengan kecepatan yang tinggi. Aswangga yang sedang terluka tidak mampu menghadapi kecepatan Sena. Beberapa kali terkena pukulan dan tendangan hingga dia kembali berlutut di depan Sena.


"Kau Iblis". Aswangga berkata diiringi tetesan darah yang mengalir dari mulutnya. Sena menyelimuti tubuh Aswangga dengan Aura kegelapan hingga seluruh tenaga dalamnya habis dan pusat tenaga dalamnya hancur. Sedangkan ketiga cincin Sena dengan mudah melumpuhkan 3 pendekar ahli tersebut.


"Akhhhhhh". Aswangga berteriak kesakitan mengetahui kondisi tubuhnya sekarang. Pusat tenaga dalam yang sejak lama dia bentuk dan kembangkan hancur begitu saja di hadapan bocah di depannya. Matanya melotot dan memerah menatap Sena. Namun itu tidak lama karena cincin Sena langsung menyerang kepala Aswangga yang membuatnya pingsan.


"Aku tidak menyukai tatapan seperti itu". Gumam Sena kembali berjalan kearah pemilik tatapan yang sama.


Tetua Ayu Rimbu yang melihat seluruh temannya di kalahkan, melompat mundur menatap Sena yang nampaknya berjalan kearahnya.


"Siapa pemuda ini, Kekuatannya sangat mengerikan". Gumam Tetua Ayu Rimbu. Kali ini dia cukup gentar melihat tatapan Sena. Walaupun Sena hanya pendekar langit tingkat 2 tapi aura dan senjata miliknya sangat misterius ditambah masih ada Pureswari yang merepotkannya.


Sena tak mempedulikan Kabut Racun itu bahkan tanpa cincin pusaknya yang mampu menyerap racun dia masih memiliki jurus tubuh naga hitam dan aura kegelapan yang melindungi tubuhnya.


Pureswari dan Lasmini menatap takjub dengan pemuda di tengah kabut racun itu. Dewi Lasmini berniat mendekati Sena namun lengannya di tarik oleh Pureswari.


" Anak itu sangat hebat apalagi senjata berupa cincin di tangannya yang bisa mengubah ukurannya". Gumam Pureswari.

__ADS_1


Kabut racun mulai menghilang hingga memunculkan sosok pemuda tampan berwajah dingin. Pureswari menatap Putri Kerajaan yang masih terkesima dengan penampilan Sena.


Dewi Lasmini bukanlah wanita yang normal. Dengan kecantikan bak bidadari, ribuan laki laki dari segala kalangan mendekati dirinya namun ada banyak sifat aneh yang di miliki Putri Kerajaan ini sehingga memiliki gelar Monster Cantik. Terdengar aneh memang ketika 2 kata bermakna terbalik di gabungkan menjadi julukan.


Penampilan luarnya memang seperti bidadari tapi sifatnya sangat keras kepala dan semaunya. Bahkan Raja Prabu Sanjaya menghela nafas atas segala kelakuan putrinya. Apa yang diinginkan harus menjadi miliknya dan apa yang dia mau harus terpenuhi entah dengan cara halus maupun kasar. Kekuatannya yang mencapai Pendekar Raja diusia 15 tahun juga pantas mengapa dia di sebut monster.


Pureswari sebelumnya tidak pernah melihat Putri Lasmini memandang laki laki di matanya, kecuali Sang Raja dan Mahapatih. Kini dengan tatapan khasnya Lasmini memandangi pemuda didepannya dengan liar.


Sena yang melihat Tetua Ayu Rimbu melarikan diri kembali berjalan menuju tempat seharusnya dia menunggu tanda pengenalnya.


" Hei kau mau kemana? " Teriak Lasmini masih dengan tatapan tajamnya kearah Sena. Tetua Pureswari hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Dewi Lasmini. Tetua itu takut Lasmini mengundang masalah dengan Pemuda itu. Walaupun hanya pendekar langit tapi ditambah kemampuan Cincin pusakanya, Tetua Pureswari tidak yakin mampu mengalahkan Pemuda dingin itu.


Sena sejenak berhenti mendengar teriakan. Namun dengan sikap acuhnya dia hanya menghela nafas dan melanjutkan perjalanannya ketempat dia berpisah dengan Isyana dan Arjunta. Sena kembali duduk dalam posisi Bersemedi


Dewi Lasmini tersenyum melihat ada seorang pria yang mengabaikannya.


" Tetua , Saya menginginkannya". Lasmini tersenyum kepada Pureswari sebelum berjalan mengikuti Sena. Pureswari mendengus kesal dengan tabiat aneh murid suci Padepokannya. Jika bukan karena dia juga Putri Kerajaan, Tetua itu telah memarahi Lasmini habis habisan.


Dengan Langkah Anggun, Lasmini mendekati Sena yang mulai bersemedi.

__ADS_1


"Siapa Namamu ?. Tanya Lasmini. Namun Sena tak menghiraukan suara dan bidadari yang ada di depannya. Lasmini semakin tersenyum melihat tingkah laku Pemuda dingin didepannya yang tak menganggap dirinya ada.


" Aku semakin menginginkanmu" . kata Lasmini dengan berani membelai wajah Sena.


__ADS_2