Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Kekuatan Cincin Penguasa


__ADS_3

"Cincin, Selamatkan Aku"


Teriakan Sena langsung diikuti ledakan aura di sekitar tubuhnya yang membuat tangan siluman kera putih melepaskan genggamannya. Siluman Kera itu mundur sambil memperhatikan tangannya yang kesakitan dan seakan mati rasa.


3 Cincin hitam melayang di sekitar tubuhnya. Salah satunya membesar sekitar diameter 1 meter melingkari tubuh sena dan memancarkan aura kegelapan yang perlahan membuat luka dalam dan fisiknya perlahan sembuh. Aura hitam dan pekat di sekitar cincin itu tampak menyeramkan bagi siluman kera putih.


"Nampaknya itu salah satu pusaka tingkat tinggi yang memiliki jiwa, Saya harus berhati hati". Gumam Siluman Kera putih. Dengan munculnya cincin yang bisa mengatur ukurannya membuat Siluman Kera menjadi gentar bagaimanapun kekuatan pusaka tingkat tinggi sangat merepotkan dan memiliki kekuatan yang sanggup mengguncang dunia persilatan.


Sena kini menatap Cincin yang melingkari tubuhnya dengan takjub karena tubuhnya terasa membaik dan tenaga dalammya dengan sangat cepat terisi bahkan lebih cepat ketika dia menggunakan teknik pernafasan amukan surgawi untuk mengumpulkan tenaga dalam.


Sedangkan kedua cincin yang memiliki aura yang sama dan terus berputar di depan tubuh sena semakin membesar dan menggambarkan aura penguasa mutlak

__ADS_1


Sena yang memperhatikan Cincin cincin hitam itu berpikir bagaimana menggunakan senjata cincin ini hingga secara sadar dia mencoba mengendalikan pergerakan 2 cincin di depannya dengan pikirannya. Alhasil kedua cincin itu melesat menyerang tubuh siluman kera putih yang terus memandang gerak gerik Sena.


Dengan kecepatan tinggi Cincin itu berputar dan menghantam tubuh siluman kera. Walaupun Siluman itu bisa menghindari beberapa lesatan cincin yang mengarah ketubuhnya namun ketika cincin itu menyentuh tubuhnya tenaga dalamnya tersedot keluar dan area yang terkena cincin itu akan mati rasa seakan tidak bisa dialiri tenaga dalam.


Hingga akhirnya salah satu cincin masuk mengurung Tubuh besar siluman kera putih dan secara cepat mengecilkan ukurannya hingga mengeratkan tubuh siluman itu.


"Ampuni saya tuan muda, Mohon Lepaskan cincin ini dari tubuhku". Siluman kera putih berteriak memohon. Semua tenaga dalamnya yang tersisa tersedot ke dalam aura hitam cincin yang melingkarinya hingga pusat tenaga dalamnya hancur dan tubuh nya terpotong menjadi dua ketika cincin itu semakin mengecil.


Ketiga cincin mendekat ke tangannya perlahan mengecil dan masuk kembali ke jari tangannya melingakari jari manisnya


Sena memperhatikan cincin di tangannya yang memiliki 3 garis berwarna hitam pekat di bandingkan warna hitam area lain dicincinnya.Dia terus memandangi cincin misterius itu untuk beberapa saat hingga dia memutuskan pulang dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Guru Jaya Bhaya nampak bersemedi di dalam gua namun pikirannya agak menyimpang karena khawatir dengan murid satu satunya yang belum kembali dari latihan padahal hari sudah larut malam. Selama ini Sena selalu kembali paling lambat ketika matahari tenggelam meskipun dia pulang membawa luka yang tak sedikit di tubuhnya.


Hingga Arya Sena muncul dengan membawa 2 ekor ayam hutan.Namun bukan itu yang menjadi perhatian Jaya Bhaya melainkan Baju Arya Sena yang penuh darah dan sobekan.


"Sena, Apakah kamu terluka parah?". Mendapat pertanyaan dari gurunya, Sena menggelengkan kepalanya. Jaya Bhaya lega ketika memperhatikan tubuh arya baik baik saya namun dia tetap heran dengan penampilan luar muridnya yang berantakan tapi mengapa tubuhnya tidak tergores dan terluka sedikit pun. Sikap tertutup Sena membuat komunikasi Sena dan gurunya terlihat canggung diluar namun sebenarnya Sena sangat patuh kepada semua perintah gurunya kecuali dalam latihan, yang kadang Sena memaksa porsi latihannya lebih lama.


Tanpa menunggu lama, Sena sejenak membungkuk kearah gurunya dan keluar menyiapkan makan malam. Selama di hutan kematian salah satu kewajiban sena adalah menyiapkan makan pagi dan malam untuk gurunya.


Selesai menyantap daging ayam hutan yang di bakar. Sena menyempatkan untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan bekas pakaian gurunya yang dia simpan di dalam gua. Karena bentuk tubuhnya yang cukup besar dengan padahal baru berumur 16 tahun sehingga dia sudah cocok menggunakan pakaian gurunya.


Sena menyempatkan membaca buku pengetahuan yang di sediakan gurunya sebelum tidur, bahkan ada beberapa buku yang telah di bacanya hingga 3 kali.

__ADS_1


Sebelum Tidur Sena menatap kembali cincinnya. Dia masih penasaran dengan cincin pusaka miliknya. Jadi dia mencoba memanggil keluar pusaka itu tapi kali ini melalui pikirannya.


__ADS_2