Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Tak Sesuai Harapan


__ADS_3

Melihat ekspresi Tumenggung Raharja yang berubah menjadi kesal, mengundang perhatian Mahapatih Anom dan Tumenggung lainnya.


"Raharja, jangan bilang jagoanmu adalah Putri Kerajaan Dewi Lasmini ? ". Tumenggung Atmaja yang terkenal acuh tidak bisa menahan diri untuk mengejek Tumenggung Raharja. Tumenggung yang lain hanya bisa menahan tawanya tak berani tertawa langsung setelah melihat ekspresi Tumenggung Raharja.


"Saya tahu sekarang, jagoanmu pasti pendekar berjubah merah itu. Jubahnya mirip dengan warna pasukanmu". Tumenggung Gunawa yang terlihat paling muda diantara para tumenggung menimpali perkataan Tumenggung Atmaja.


Harapan awalnya, Raharja ingin Sena menunjukkan kekuatan tingkat langitnya kepada para penonton dan Tumenggung, agar bisa menyombongkan pilihannya. Namun apalah daya, malah penghinaan yang dia terima.


"Dasar Laki laki Lemah"


"Pengecut B*nci"


"Jangan berlindung di belakang wanita"


Berbagai teriakan merendahkan ditujukan kepada Sena. Sena hanya tertunduk di tengah arena mendengar semua suara itu.


Arjunta dan Isyana yang sedikit mengerti kepribadian Sena, terlihat kesal mendengar umpatan para penonton. mereka takut jika Sena tak mampu menahan emosinya hingga mengeluarkan aura kegelapan yang sangat berbahaya.


Sena mulai mengepalkan tangannya. Aura kegelapan perlahan merembes dari seluruh tubuhnya namun tiba tiba Dewi Lasmini maju dan berteriak.


"Diammmmmmmm"


Seluruh arena sontak terdiam mendengar teriakan Dewi Lasmini. Melihat penonton kembali diam, Sena melihat Lasmini menatapnya penuh penyesalan namun Sena tak mempedulikan waniat cantik itu. Dia hanya berlalu meninggalkan arena turnamen.


Dewi Lasmini berniat membuat Sena berterima kasih kepadanya karena bisa lolos kebabak selanjutnya tanpa bertarung. Dengan cara ini dia berharap pemuda dingin itu sedikit memandangnya namun yang terjadi Sena semakin menjauhinya karena tingkahnya yang gegabah.


Dengan berakhirnya pertempuran kelompok tujuh maka babak pertama Turnamen Kumbara Muda berakhir. Kini tersisa 32 peserta yang akan maju kebabak selanjutnya.


Sejauh ini terdapat beberapa nama yang menjadi bintang dan calon juara turnamen yaitu Arjunta, Satria, Erlangga, Dewi Lasmini dan beberapa penndekar muda tingkat raja lainnya.

__ADS_1


"Paduka Raja, tahun ini Kerajaan Kumbara dianugerahi banyak Pendekar muda berbakat". Mahapatih Anom tersenyum kepada Prabu Sanjaya. Sang Raja mengangguk bahagia namun ada satu hal yang membebani pikirannya.


"Mahapatih, apakah kamu merasakan aura aneh yang keluar dari tubuh pemuda berjubah merah tadi ?". Mahapatih Anom terkejut dengan pertanyaan Prabu Sanjaya. Dia pikir hanya dia yang merasakan aura aneh yang keluar dari tubuh Sena karena hanya terasa sekilas.


"Iya Paduka Raja. Nampaknya pemuda itu tidak biasa". Kata Mahapatih Anom serius kepada Prabu Sanjaya. Sebagai pendekar yang sarat akan pengalaman bertarung, Mahapatih Anom bisa merasakan kekuatan seseorang, meskipun orang itu tidak mengeluarkan tenaga dalamnya.


Prabu Sanjaya hanya berharap kepada pengawal yang di beri tugas menggali informasi mengenai Sena, mendapatkan hasil yang diharapkan.


Sena kembali kekediaman Tumenggung Raharja mengabaikan semua orang termasuk Isyana dan Arjunta. Didalam kamar dia langsung bersemedi untuk menenangkan pikirannya.


"Kenapa kamu tidak menghajar semua orang yang menertawakanmu". Berbagai bisikan menyimpang masuk kepikiran Sena. Konsentrasinya buyar mengingat kembali teriakan teriakan penonton turnamen.


Hingga tak lama pintu terbuka. Tumenggung Raharja masuk membawa 1 kendi arak. Raharja langsung menyampaikan permohonan maaf atas kejadian sore tadi.


Sena hanya diam. Dengan santai dia meminum arak yang di bawah Tumenggung Raharja. Tumenggung Raharja tersenyum lalu menemani Sena meneguk arak.


***


Sementara itu di Istana kerajaan, terlihat keluarga Kerajaan sedang menikmati sajian makan malam. Prabu Sanjaya, Ratu Dewi Kenanga, 2 Pangeran dan 2 Putri Kerajaan duduk di kursi mengelilingi meja mewah.


"Lasmini, siapa pemuda berjubah merah di Turnamen Kumbara Muda itu?". Tiba tiba Prabu Sanjaya memecah suasana hikmat itu. Semua anggota kerajaan lainnya menghentikan makannya mendengar suara serius dari Raja Kumbara.


"Dia temanku ayah". Lasmini berkata dengan datar kemudian meninggalkan meja makan. Raja dan Ratu Kumbara hanya mengelengkan kepalanya. Kharisma Raja Kumbara yang terkenal bahkan tidak mampu menjinakkan liarnya Dewi Lasmini. Raja dan Ratu Kerajaan Kumbara tahu betul mengapa sikap lasmini seperti itu. Sebagian pelayan bahkan menganggap Lasmini orang gila namun mereka takut menyuarakan pikirannya.


Hari kemudian berganti dengan cepat. Arena pertarungan kembali bergelora menyuarakan nama pendekar muda yang lolos. Sejauh ini Arjunta dan Satria menjadi idola baru penduduk Kerajaan Kumbara.


Seorang pria yang berjubah merah memasuki tengah arena. Dia adalah Respati salah satu Rangga dari tumenggung Raharja. Untuk babak selanjutnya akan diambil alih oleh Rangga Respati sebagai wasit.


32 Peserta tersisa menaiki arena. Untuk babak ini peserta akan melakukan pertarungan 1 lawan 1. Lawan akan ditentukan secara acak tanpa memperhatikan asal peserta.

__ADS_1


Pertandingan pertama Erlangga akan menghadapi perwakilan dari Padepokan Tongkat Sakti. Pertempuran berjalan pincang dimana Erlangga mampu melumpuhkan lawannya tanpa terluka sedikitpun.


Begitupun dengan Arjunta dan Satria. Sebagai calon juara turnamen tentu mereka tidak memberikan lawannya kesempatan untuk menyerang. Dengan ilmu pedang, Arjunta mendesak lawannya hingga menyerah dengan cepat sedangkan Satria berhasil membuat pingsan lawannya hanya menggunakan 7 gerakan.


Satu murid suci Padepokan Pedang Kebenaran, 2 murid suci Bintang emas, 2 murid suci Cahaya Surga, 1 murid suci Telaga Dewi, 2 anggota partai pengemis dan 1 anggota Serikat Pendekar Sakti kini telah lolos ke babak 16 besar. Sebagian besar dari mereka hanya mengalami luka ringan.


Pertandingan ke 13 di mulai. Sena naik ke atas arena ketika namanya di sebut. Tumenggung Raharja kembali menatap penuh pengharapan agar momen ini menjadi pertunjukan kekuatan Sena yang sebenarnya.


Alangkah terkejutnya Tumenggung Raharja mengetahui bahwa lawan Sena di babak ini adalah Dewi Lasmini.


"Ini akan menjadi masalah lagi". Tumenggung Raharja merasa bahwa takdir tidak berpihak kepadanya.


Dewi Lasmini menatap Sena yang menjadi lawannya. Seketika sorak sorak penonton yang mendukung Putri Kerajaan semakin meriah. Memang sebagian besar penonton akan jatuh cinta melihat kecantikan Dewi Lasmini ditambah kemampuannya sebagai Pendekar Raja.


"Saya menyerah". Setelah Gong pertanda pertarungan dimulai. Lasmini mengagetkan semua penonton karena mengangkat tangannya pertanda mundur dari pertandingan.


Sontak semua penonton berteriak kecewa dengan keputusan Dewi Lasmini. Padahal mereka berharap Lasmini memperlihatkan gerakan bertarungnya yang indah dan lentur.


Sena yang melihat keputusan Lasmini hanya bisa bersiap menerima cemohan penonton kembali. Benar saja, tak lama kemudian terdengar kembali teriakan teriakan yang merendahkan Sena.


Lasmini yang berpikir akan menerima rasa terima kasih Sena karena telah mengalah, malah semakin menjerumuskan Sena kedalam lubang penghinaan.


Suara suara penonton jelas terdengar di telinga Lasmini yang mulai menyadari kesalahannya. Dengan penuh penyesalan kembali, dia melangkah mendekati Sena setelah kemenangan Sena di umumkan.


"Maaf".


Dewi Lasmini menatap sendu kearah Sena yang terlihat tak mempedulikannya. Ketika Lasmini mendekat malah Sena berjalan turun dari arena untuk menghindari ocehan penonton.


Sena berusaha menahan emosinya saat ini, bagaimanapun dia telah berjanji untuk memenangkan Turnamen Kumbara Muda kepada Tumenggung Raharja.

__ADS_1


__ADS_2