Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
8 Besar


__ADS_3

Pertandingan terus berlangsung hingga menyisahkan 16 peserta. Pada hari ini muncul berbagai kejutan terutama menyerahnya Dewi Lasmini yang menjadi salah satu kuda hitam di turnamen ini.


Keputusan Dewi Lasmini bahkan membuat Prabu Sanjaya dan Ketua Padepokan Telaga Dewi terkejut. Mereka semakin tidak memahami perilaku Dewi Lasmini yang tidak bisa di tebak.


"Jagoanmu sungguh beruntung Raharja". Kata Atmaja yang senang melihat Raharja yang terlihat kesal, mengenai menyerahnya Dewi Lasmini dan membuat jagoan Raharja semakin di hina.


Tanpa mempedulikan ucapan Atmaja, Raharja meninggalkan gedung turnamen untuk menyusul Sena. Dia sedikit mengerti bagaimana perasaan Sena saat ini, namun juga lega karena Sena masih bisa menahan emosinya.


Di kediaman Tumenggung Raharja, Sena terlihat bersama Raharja kembali menikmati arak dengan suasana sunyi.


"Sena ! Tenang saja, besok kamu akan menjadi bintang paling terang di Kerajaan Kumbara". Ucap Raharja sebelum pingsan di lantai. Sena sedikit menyunggingkan senyumanya melihat kelakuan aneh Tumenggung Raharja yang mirip Jaya Bhaya.


Walaupun beberapa hari ini Sena mengalami kejadian kejadian yang kurang menyenangkan namun entah mengapa ketika mengingat nasehat Isyana dan Raharja untuk selalu tenang, hatinya mampu mengontrol emosinya secara perlahan.


***


Turnamen Kumbara Muda hari ketiga segera bergulir. Riuh penonton semakin memenuhi arena turnamen.


Prabu Sanjaya yang tengah duduk bersama keluarganya nampak memikirkan sesuatu. Laporan mengenai latar belakang Sena telah sampai kepadanya, namun ada beberapa poin yang menurutnya tidak jelas seperti Sena yang sempat menyelamatkan putrinya dan hubungan Sena dengan Tumenggung Raharja. Sang Raja berniat bertanya langsung kepada Raharja setelah turnamen hari ini berakhir.


Rangga Respati kembali memanggil seluruh peserta yang lolos. Sebanyak 16 orang memasuki arena. Terlihat Satria dan Erlangga menjadi orang yang paling percaya diri diatas arena.


"Baiklah pertandingan akan dimulai, peraturan masih sama dengan kemarin". Kata Rangga Respati kepada peserta turnamen.


Pertandingan pertama akan dimulai dari Sena melawan Djani Wicaksana sebagai murid suci dari Padepokan Bintang Emas. Bakat Djani tidak lebih buruk dari Satria. Saat ini dia berada pada tingkat pendekar raja gerbang 1. Sebuah pencapaian yang sangat di kagumi diusia yang masih terbilang muda.


Tumenggung Raharja kini terlihat tegang menyaksikan Sena akan bertanding tanpa gangguan dari Putri Lasmini. Sedangkan Putri Lasmini nampak tersenyum penuh arti memandangi Sena, yang membuat Prabu Sanjaya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Gonggggg"


Bunyi Gong terdengar pertanda pertandingan di mulai. Djani wicaksana tersenyum sombong kepada Sena yang dia pikir lemah, karena selalu berlindung di belakang Putri Lasmini.


"Hei bocah lemah, akan kuberi kau kekalahan yang tepat". Djani Wicaksana menarik pedangnya menyerang Sena. Serangan yang lambat itu dihindari dengan mudah oleh Sena membuat Djani semakin marah dan melancarkan serangan yang lebih brutal.


Sena yang belum mengeluarkan tenaga dalamnya, menganggap Djani hanya besar omongan dengan kemampuannya. Sena segera menghilang sesaat sebelum pedang Djani menusuk dadanya dan muncul di belakang Djani yang sedang kebingungan dengan kecepatan lawannya.


"Brukkkkkkk"


Djani ambruk setelah Sena memukul tengkuk pemuda itu dengan keras. Para penonton terdiam menyaksikan kecepatan Sena.


"Dia bahkan belum mengeluarkan tenaga dalamnya tapi kecepatannya sangat mengagumkan ". Tumenggung Gunawa nampak kagum dengan kecepatan Sena.


"Hahahha, itu belum seberapa. Dia belum menggunakan jurus sama sekali". Tumengggung raharja menopang kedua pinggangnya sambil tertawa. Akhirnya dia bisa menyombongkan Sena dihadapan para tumenggung. Walaupun ekspresi Tumenggung lainnya masih tidak terlalu tertarik dengan kecepatan Sena. Mereka menganggap kemenangan Sena hanya karena Djani meremehkan lawannya.


Pertandingan terakhir babak 16 besar ini terjadi antara Arjunta dan perwakilan Partai Pengemis. Pertarungan berlangsung sengit karena Lawan Arjunta kali ini memiliki kemampuan tongkat yang hebat.


Suara benturan pedang dan tongkat terus bergema. Arjunta yang ingin menghemat tenaganya akhirnya mengeluarkan kemampuan pengendalian pedangnya. 1 pedangnya terbang menyerang perwakilan Partai Pengemis itu.


Perwakilan Partai pengemis yang semakin terdesak akhirnya menyerah karena tidak yakin mampu menahan laju pergerakan pedang Arjunta yang susah ditebak.


Para penonton bersorak menyaksikan pertunjukan pedang terbang Arjunta. Mereka bahagia karena sekian lama baru melihat pengendalian senjata menggunakan pikiran yang terkenal dari Padepokan Pedang Kebenaran.


Rangga Respati kembali menuju arena untuk mengumumkan peserta 8 besar. Sejauh ini 3 Padepokan besar aliran putih, 2 aliran netral berhasil menyumbangkan perwakilan. Selain itu kehadiran Arjunta dan Sena juga menambah daftar peserta babak 8 besar.


Mahapatih Anom dan semua Tumenggung pun ikut bangga karena jagoan mereka masih bertahan hingga babak ini. Dikarenakan hari masih siang, pertandingan 8 besar langsung di lanjutkan setelah menerima persetujuan para peserta turnamen.

__ADS_1


Di babak ini Satria akan berhadapan dengan perwakilan Padepokan Teratai hijau. Saraswati menjadi peserta wanita yang lolos ke babak 8 besar selain murid suci Padepokan Telaga Dewi.


Satria melesat langsung menyerang Saraswati menggunakan semua kemampuannya. Setiap serangannya diikuti dengan aliran tenaga dalam yang besar.


Meskipun Saraswati awalnya mampu menghindari serangan Tapak Satria namun lama kelamaan tenaga dalamnya habis dan akhirnya punggungnya terkena Tapak yang membuatnya memuntahkan darah dan tak bisa melanjutkan pertandingan lagi.


Tumenggung Atmaja menyeringai puas dengan penampilan Satria saat ini. meskipun berada 1 gerbang di bawah Arjunta namun Tumenggung Atmaja yakin dengan pengalaman bertarung Satria yang melebihi peserta lainnya.


Pertandingan selanjutnya mempertemukan Arjunta dan perwakilan Serikat Pendekar Sakti. Arjunta langsung menyerang jarak jauh menggunakan kedua pedangnya. Sabrang yang menjadi lawan Arjunta berada pada tingkat pendekar Raja Gerbang 1 memainkan tombak hitamnya dengan lincah.


2 Pedang Arjunta meliuk liuk menyerang Sabrang di kedua sisi, namun kecepatan Sabrang mampu menangkis semua serangan Arjunta. Sabrang yang melihat Arjunta menjauh mulai mendekati lawannya yang terlihat mengendalikan pedang dengan pikirannya.


Kedua pedang Arjunta kembali melesat menghadang pergerakan Sabrang yang berniat menyerang Arjunta. Semakin lama gerakan pedang Arjunta semakin cepat hingga mampu menggores punggung Sabrang.


Beberapa luka telah menghiasai tubuh Sabrang, yang membuatnya frustasi karena sampai saat ini belum bisa mendekati Arjunta. Karena itu dia memutuskan menyerah karena tidak memiliki harapan menang.


Penonton kembali bergemuruh menyaksikan aksi Pedang terbang Arjunta. Selama pertandingan berlangsung pergerakan pedang Arjunta seakan membius para penonton, barulah ketika Arjunta diumumkan sebagai pemenang sorai penonton kembali terdengar.


"Selamat Mahapatih Anom, saya yakin tahun ini Murid Suci Padepokan Pedang Kebenaran akan menjadi juara". Tumenggung Gunawa tersenyum menyaksikan kekuatan Arjunta. Mahapatih Anom yang mendengar itu tersenyum, pikirannya masih berada disisi lain. Kakek berambut putih itu masih penasaran dengan kekuatan Sena yang masih misterius. Walaupun dia sudah bertanya kepada Tumenggung Raharja namun jawaban Raharja tidak memuaskan rasa penasarannya.


Tumenggung Raharja hanya terus mengisyaratkan kepada Mahapatih Anom agar dia melihat kemampuan Sena secara langsung tanpa harus di ceritakan. Itulah yang membuat rasa penasarannya semakin besar.


Pertandingan ketiga mempertemukan Sena dan Erlangga. Senyum sombong menghiasi wajah Erlangga yang meremehkan Sena.


Sena mengenali Erlangga pada saat dia berada di kampung Tandeang. Sikap Erlangga yang sombong dan angkuh membuat Sena tidak akan menahan diri untuk menyerang.


Ketika pertandingan dimulai Sena langsung mengeluarkan aura kegelapannya.

__ADS_1


__ADS_2