Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Penyelamatan


__ADS_3

“Lapor Tumenggung ! Putri Dewi Lasmini tidak berada di tendanya”.


Seorang Prajurit datang memberikan laporan dengan rasa takut. Tumenggung Gunawa yang sedang berdiskusi dengan 2 rangganya serempak berdiri. Tak perlu menunggu waktu, semua prajurit kerajaan dikumpulkan namun tak ada satupun yang mengetahui kemana putri kerajaan itu pergi.


Ratu Dewi Kenanga dan Putri Dewi Paramita yang mendengar kabar kehilangan Dewi Lasmini hanya termenung sedih. Tumenggung Gunawa mencoba menenangkan Ratu Kumbara dan berjanji mencari Lasmini dengan cepat.


“Ibu ! apakah kakak pergi dengan pemuda dingin itu”.


Paramita menghampiri Ibunya yang tampak gusar. Namun Dewi Kenanga menjelaskan bahwa Sena pergi terlebih dahulu karena Lasmini sebelumnya mencarinya. Ratu Kumbara berpikir sejenak sehingga tubuhnya


tersentak.


“Apakah Lasmini mencari pemuda itu”.


Dewi Kenanga hanya berharap Tumenggung Gunawa dan pasukannya dapat menemukan putrinya dengan selamat. Gundah di hatinya terlihat jelas terpampang di wajahnya yang mulai menua. Dewi Paramita hanya bisa memeluk tubuh ibunya dan berdoa untuk keselamatan Kakak perempuannya.


Tumenggung Gunawa mengerahkan setengah pasukannya untuk mencari keberadaan Dewi Lasmini termasuk dirinya. Dia menugaskan salah satu rangganya untuk berjaga di perkemahan ini. Dia menyiapkan rencana ini karena takut kecolongan jika dengan kepergian setengah pasukannya, datang kelompok yang menyerang perkemahan ini.


Sudah hampir 2 jam Tumenggung Gunawa menyusuri hutan namun tak mendapatkan petunjuk apapun mengenai keberadaan Putri kerajaan. Dia tak bisa membayangkah apa yang akan terjadi jika dirinya gagal menemukan keberadaan Dewi Lasmini. Sebagai seorang Tumenggung, pastinya bukan hanya nyawa yang menjadi bayarannya tapi juga pengucilan dari penduduk Kerajaan Kumbara.


Membiarkan keluarga kerajaan hilang di bawah pengawasan seorang tumenggung adalah sebuah peristiwa memalukan yang akan menodai kebesaran seorang Rakryan Tumenggung. Tanpa merasa lelah sedikitpun Gunawa menajamkan indera dan persepsinya untuk mencari pergerakan manusia di sekitarnya.


“Boommm”


Sebuah ledakan terjadi tidak jauh dari tempat dia berdiri bersama 3 prajurit yang mendampinginya. Tanpa menunggu lama, Gunawa langsung melesat menuju tempat ledakan itu. Matanya terbelalak melihat Dewi Lasmini terbaring pingsan ditanah tanpa alas apapun.


***


Sena menghentikan serangannya mendengar perkataan salah satu topeng perak. Hampir saja pukulannya menghancurkan dua topeng perak itu. Pemuda itu menghela nafas panjang mencoba menenangkan pikirannya.

__ADS_1


“Dimana dia sekarang?”.


Sena menatap tajam kedua topeng perak itu sambil mengeluarkan semua aura kegelapannya. Topeng perak pengguna 2 pedang mengeluarkan keringat dingin akibat aura kegelapan yang mulai menusuk hingga


ketulangnya. Sedangkan topeng perak pengguna pedang gergaji di pangkaunnya terus saja memuntahkan darah karena tak sanggup menahan tekanan yang di lancarkan oleh Sena.


“Di panah itu ada peta mengenai keberadaan Putri Kerajaan”.


Sena memandang anak panah yang sebelumnya hampir mengenainya. Dengan cepat dia membuka gulungan yang ada  diujung panah itu. Tampak sebuah peta sederhana tergambar di kertas itu dengan sebuah tanda X di tengah peta.


Sena tersenyum sinis sebelum mengarahkan


pandangannya kepada kedua topeng perak. Ada rencana buruk yang terlintas di pikirannya saat ini. Dengan kcepatan tertingginya tubuhnya melesat dengan tinju yang terkepal kuat.


“Bommmmm”.


Pukulan Sena hanya mengenai ruang kosong karena topeng perak 2 pedang masih sempat menghindar. Namun temannya yang sudah tak berdaya kini berada di bawah kaki Sena. Dengan dingin, Sena mencengkram leher topeng perak pengguna pedang gergaji dan mengangkatnya dengan angkuh.


Topeng perak itu terus mengeram kesakitan dengan kaki melayang. Aura kegelapan  meresap melalui pori pori kulitnya, menyebabkan penderitaan yang sangat pedih. Topeng perak pengguna 2 pedang ikut meringis melihat keadaan temannya. Dirinya bahkan tak mampu bergerak melihat kekejaman pemuda dingin didepannya.


Dengan sekuat tenaga topeng perak itu melemparkan salah satu pedangnya untuk menghentikan tindakan sadis Sena. Namun belum sempat pedang itu mengenai Sena, sebuah tangan yang terbentuk dari aura kegelapan memanjang menangkap pedang itu dan meremukkannya.


Topeng perak pengguna pedang gergaji di hempaskan oleh Sena setelah memastikan pusat tenaga dalamnya hancur dan badannya lumpuh total. Sena mengalihkan targetnya kearah topeng perak yang lain.


Gemetar kaki topeng perak itu seakan ketakutan dengan  tatapan dingin pemuda berjubah merah itu. Awalnya dia merasa tugas yang berikan sangat mudah karena hanya jadi pengantar pesan untuk Sena. Kemudian bersama dengan topeng emas, mereka bertiga akan melumpuhkan Sena dan merebut pusakanya.


“Jika kau membunuhku maka nyawa putri kerajaan akan terancam”.


Sena hanya tersenyum dingin menanggapi kata kata topeng perak yang sudah ketakutan. Pemuda itu kembali melesat menyerang topeng perak dengan jurus tarian iblis kegelapan.

__ADS_1


“Itu jika kau masih mampu kembali memberikan laporan kepada temanmu”.


Ancaman seperti itu tidak bisa melemahkan Sena. Sena tahu betul bahwa itu hanya rencana licik kelompok bertopeng memancingnya ke lokasi itu untuk di serang bersama sama. Sehingga Sena akan melumpuhkan kedua topeng perak di tempat ini untuk mengurangi musuhnya nanti.


Pertukaran jurus yang tidak seimbang, membuat topeng perak terus mengumpat. Belum lama ini dia bergabung dengan padepokan cakar setan untuk mendapatkan harta dan jabatan yang tinggi tapi sekarang nyawanya bahkan terancam pada misi pertamanya.


Satu pedang di tangannya berusaha melukai tubuh Sena namun pergerakan pemuda itu sangat lincah dan serangannya sangat sulit untuk hindari. Kini tubuhnya penuh dengan luka dan tenaga dalamnya hampir habis.


Kini yang ada di pikirannya hanya terpaku pada celah di mana dia bisa melarikan diri. Konsentrasiya sudah teralihkan antara bertahan dan mencari celah untuk kabur. Karena ketidakfokusannyaa itulah sehingga salah satu kakinya tertangkap aura kegelapan.


Aura kegepan berbentuk tangan besar itu menarik tubuh topeng perak medekat. Sena dengan senyum dinginnya telah menunggu kedatangan topeng perak dengan tinju yang sudah di lapisi dengan aura kegelapan.


“Bukkkk”.


Dada topeng perak seakan remuk karena pukulan yang di lepaskan oleh Sena. Seandainya dirinya berada di tingkat pendekar langit, maka tak ada harapan bagi dirinya melanjutkan nafasnya.


Sena mendekati topeng perak itu untuk memastikan keadaan lawannya. Ada perasaan takut jika topeng perak meregang nyawa karena pukulannya. Tapi melihat dada topeng perak masih kempas kempis, membuat perasaan Sena sedikit lega.


Pemuda dingin itu kembali menatap peta kecil di tangnnya. Dengan buru buru dia melesat tanpa memikirkan musuh seperti apa yang menunggunya di tempat itu.


“Ada apa sebenarnya dengan wanita bar bar itu”.


Sambil berlari, Sena terus mengumpat dalam hati mengingat kejadian sial yang selalu menimpanya saat berhubungan dengan Dewi Lasmini. Gadis itu bukan hanya buronan para siluman tapi sekarang menjdi incaran aggota padepokan cakar setan.


Setelah setengah jam, Sena menemukan sebuah gua yang tepat berada di peta itu. Dengan menyelimuti tubuhnya denga aura kegelapan, Sena merangsek memasuki gua kecil itu. Matanya dengan cepat menemukan sosok wanita cantik terbaring d dalam Gua.


Sena memperhatikan Lasmini sedang pingsan sehingga dia memapah gadis itu untuk dibawa kembali menuju perkemahan. Kehilangan Putri Kerajaan pasti membuat gempar seluruh perkemahan yang di bangun ditengah hutan


ini.

__ADS_1


“Di mana Anggota Padepokan cakar Setan itu”.


#Mohon Maaf Lahir dan Batin. Terima kasih atas dukungannya selama ini.


__ADS_2