Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa
Hutan Kematian


__ADS_3

Sinar matahari yang menembus lubang lubang pondok mengetuk mata Sena. Dengan tubuh yang masih sedikit sakit, dia bangun dan memperhatikan gurunya yang nampaknya sudah baikan meskipun lukanya belum sembuh sepenuhnya.


"Sena, bersiaplah kita akan langsung menuju ke Hutan Kematian". Jaya Bhaya tersenyum lembut memandangi wajah Sena yang masih sama seperti biasanya.


Keduanya kembali melakukan perjalanan hingga tak terasa ketika matahari berada di puncak langit biru, mereka telah keluar kota Sindai dan akan memasuki hutan yang mungkin memerlukan perjalanan yang cukup panjang, mengingat hutan kematian merupakan salah satu wilayah terluar Kerajaan Kumbara.


"Hutan Kematian ini adalah wilayah paling di takuti di Kerajaan Kumbara bahkan mungkin mungkin di dataran java karena memiliki misteri yang menakutkan tapi tenang saja mungkin hanya guru satu satunya yang memiliki jalan dan tempat tinggal rahasia di hutan ini". Jaya Bhaya menyombongkan diri di samping muridnya berharap Sena akan mengeluarkan kata kata pujian atau setidaknya wajah senang namun itu hanya harapannya saja ketika melirik wajah sena yang tak bergeming sedikit pun.


Jaya Bhaya kembali menggelengkan kepalanya "Untungnya dia masih mendengarkan perkataanku".

__ADS_1


Hutan ini bernama hutan kematian karena hutan ini penuh misteri sejak dulu. Kabut selalu menutupi bagian dalam hutan yang menyesatkan setiap orang yang hendak memasukinya , Hewan buas tingkat tinggi yang sering terdengar raungannya bahkan terdengar kabar memiliki banyak siluman siluman berumur ribuan tahun. Tak khayal orang orang yang mencoba memasuki hutan bagian dalam tidak akan pernah kembali walaupun dia memiliki tingkatan pendekar yang tinggi.


Jaya Bhaya terus menuntun Sena memasuki bagian dalam hutan dengan keyakinan yang tinggi meskipun Sena selama perjalanan selalu waspada terutama ketika mendengar raungan hewan buas.


Kurang lebih 7 Hari melakukan perjalanan. Tidak lupa Jaya Bhaya selalu melatih fisik Sena, selama itupun dia semakin kagum dengan ketahanan tubuh Sena.


"Akhirnya kita sampai". Jaya Bhaya menunjuk kearah gua yang terletak di samping air terjun yang sangat tinggi.


Sena terperanjat memperhatikan ruang dalam gua, setelah jaya bhaya menyalakan obor menggunakan batu yang di gesek dengan batang kayu kecil. Di dalam gua banyak ornamen seperti meja, tempat tidur bahkan rak rak dengan buku yang telah usang.Mereka kemudian membersihkan gua yang nantinya menjadi tempat tinggal mereka untuk waktu yang cukup panjang.

__ADS_1


"Di sinilah guru tinggal sejak dulu, namun 2 tahun lalu guru keluar mengembara kembali untuk menghilangkan kejenuhan sebelum ajal menjemput". Dengan mata yang bekaca kaca dan pikiran yang mengingat kehidupan masa lalunya yang penuh dengan darah.


Sena agak tertarik dengan masa lalu gurunya yang misterius. Seorang yang bisa mengetahui rahasia Hutan paling kejam di Dataran Java namun begitu lemah ketika berhadapan dengan pendekar yang hanya pendekar tingkatan bawah. Namun dia tetap menutup mulut dan menahan ekspresinya untuk di tunjukkan kedunia luar.


Setelah berburu ikan di sungai dan menyantap makanan mereka istirahat untuk menstabilkan tubuh setelah perjalanan panjang.


Sebelum matahari muncul di hutan kematian Jaya Bhaya membangunkan Arya Sena untuk melakukan pelatihannya.


"Pertama guru akan melatihmu untuk memperkuat tubuhmu, lalu akan melatih teknik pernafasan untuk meningkatkan lingkaran tenaga dalammu kemudian memberimu kitab yang akan membuatmu menjadi pendekar yang tidak akan di remehkan siapapun. Meskipun guru saat ini sangat lemah tapi guru yakin dengan pengalaman dan pengetahuan yang kumiliki, guru akan menjadikanmu pendekar hebat.". Jaya Bhaya yang dengan kepribadian cerewetnya terus berbicara panjang lebar sementara Sena dengan muka datarnya hanya terus mendengarkan meskipun dalam hati dia telah bosan menunggu kapan pelatihannya akan di mulai.

__ADS_1


Jaya Bhaya kemudian berdiri dan melihat ke Arya Sena yang masih duduk didepannya " Baiklah sekarang lakukan latihan yang seperti guru tadi ucapkan".


__ADS_2