Lusiana Cantik

Lusiana Cantik
POV Lusiana: apa salahku?


__ADS_3

Aku terbangun di tengah malam, aku tak tau sudah berapa lama aku ketiduran.


Tadi sepulang kerja, aku langsung mandi lalu makan malam bersama mama.


Biasanya sepulang kerja, aku pasti bersantai di ruang keluarga menemani mama menonton tv sambil mengobrol dengan mama.


Tapi hari ini, tubuh dan pikiranku terasa sangat lelah. Aku pamit ke mama untuk beristirahat di kamarku.


" Kamu sakit Lus?" tanya mama khawatir.


" Tidak biasanya kamu terlihat lemes begitu, badannya ga enak sayang?" mama meraba keningku.


"Lusi ga pa- pa ma, cuma capek aja tadi banyak kerjaan di kantor, Lusi mau istirahat ya ma." pamitku pada mama.


" Ya sudah sana istirahat sayang, " jawab mama lembut.


Setelah menggosok gigi, aku membaringkan tubuhku ke kasur. Aku pejamkan mataku.


Masih ingat kejadian tadi siang, aku dibentak sama bosku, hanya karena hal yang menurutku sama sekali ga penting.


Kenapa si bos marah- marah ga jelas, katanya aku genit- genit sama relasinya, alasan yang menurutku ga masuk akal, ga ada hubungannya juga sama citra baik perusahaan.

__ADS_1


Bukannya justru bagus menyambut tamu yang masih ada relasi bisnis sama perusahaan?


Aku mendesah, si bos emang keterlaluan selalu aja cari- cari kesalahanku. Sepertinya cuma aku yang suka jadi tempat pelampiasan kemarahan si bos.


Perasaan, teman- teman yang lain ga ada yang pernah dibentak- bentak sama si bos galak.


Tapi tunggu dulu, atau jangan- jangan si bos cemburu? jangan- jangan si bos jatuh cinta sama aku, maka nya dia ga suka aku ketemu Nino.


Tapi ga mungkin, aku menggelengkan kepalaku. Memangnya aku siapa? aku tidak selevel sama si bos, mana mungkin dia suka sama aku.


Lagian si bos juga sepertinya cinta mati sama mantannya, Nadine. Ia sepertinya belum sepenuhnya melupakan pacarnya.


Sama mbak Rosa aja, si bos ga pernah tuh marah- marah. Padahal mbak Rosa yang paling sering menemani si bos karena jabatannya sebagai sekretaris bos.


Pegawai yang lain semuanya udah berusia rata- rata tiga puluhan ke atas dan sudah berkeluarga semua.


Hanya aku yang paling bontot sendiri di kantor, rekan- rekan kerjaku yang lain juga sering memperlakukanku seakan- akan aku ini adik kecil mereka.


Mereka semua memperlakukanku sangat baik. Itu yang membuatku betah bekerja di kantorku dan belum ada niat untuk pindah kerja ke tempat lain.


Masih ku ingat, waktu mbak Rosa ulang tahun, kami menyiapkan kue ulang tahunnya diam- diam, lalu pas jam istirahat kami memberi kejutan dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun sambil memberi kue ulang tahun untuknya.

__ADS_1


Pada saat kue dipotong, potongan kue pertama mbak Rosa memberikan dan menyuapkannya ke mulutku.


Begitu juga dengan rekan kerja yang lain, mereka sama seperti mbak Rosa selalu mendahulukan aku daripada yang lainnya.


Aku jadi tersenyum sendiri mengenang semuanya, aku bersyukur dikelilingi oleh orang- orang yang menyayangiku.


Cuma si bos aja yang paling suka menindasku. Mungkin terhadap rekan kerja yang lain di bos ada rasa segan atau menghormati karena mereka usianya lebih tua dari si bos.


Tanpa sadar aku lalu ketiduran, ga tau berapa lama sudah aku tertidur.


Pas tengah malam aku terbangun, aku merasa haus dan ingin minum.


Aku mengambil segelas air yang ada di meja kamar tidurku. Aku memang selalu menyiapkan segelas air putih di dalam kamarku biar ga perlu ke dapur kalau ingin minum saat terbangun di tengah malam.


Aku memeriksa hp ku, dan kulihat ada notif beberapa pesan masuk dan ada juga panggilan tak terjawab.


Ada pesan dari Pak Nino dan ada panggilan tak terjawab dari si bos galak.


Tiba- tiba saja kepalaku sangat sakit dan aku memutuskan untuk kembali tidur.


Mudah- mudahan pagi nanti pas bangun tidur udah tidak terasa sakit lagi. Aku pejamkan mataku dan mataku mulai merasa berat oleh kantuk.

__ADS_1


__ADS_2