Lusiana Cantik

Lusiana Cantik
Aldo berkunjung


__ADS_3

Lusiana membantu mamanya melipat pakaian yang sudah kering dari jemuran sambil duduk di ruang tengah, bang Vino sedang keluar bersama Dirga.


Lusiana melakukan kegiatannya sambil menemani mamanya menonton drama Korea kesayangan mama Lusiana.


Mama Lusiana tampak menghapus air matanya, ia terlalu meresapi Drakor yang sedang mempertontonkan adegan sedih yang bikin mewek.


Lusiana tidak terlalu menyimak jalan ceritanya, hanya sekedar menemani mamanya.


Mama Lusiana menarik selembar tisu dari atas meja.


" Ma, jangan terlalu diresapi...sampai merah begitu matanya," ucap Lusiana yang melihat mamanya menangis.


Brum...Brum..


Tiba- tiba terdengar suara motor gede berhenti di depan rumah Lusiana.


Lusiana merapikan pakaian yang sudah selesai dilipatnya, lalu keluar melihat ke depan.


" Permisi...."


Lusiana melihat Seorang pria gagah yang memakai setelan kemeja lengan pendek sudah berdiri di teras depan rumahnya.


" Aldo....."


" Malam Lus, sori ganggu nih. Boleh mampir?"


Lusiana membuka kunci pintu teralis anti nyamuk rumahnya.


" Masuk Al, duduk di dalam," Lusiana mempersilahkan Aldo masuk.


Aldo lalu duduk di sofa tamu Lusiana.


" Mamamu mana Lus?"


"Ada...lagi nonton, entar ya aku tinggal bentar Al."


"Ma.... ada Aldo di ruang tamu," ucap Lusiana pada mamanya lalu ia menuju ke dapur mengambilkan minum untuk Aldo.


Mama Lusiana menemui Aldo di ruang tamu.


"Nak Aldo gimana kabarnya?" sapa mana Lusiana menghampiri Aldo.


" Malam Tan... Aldo baik," Aldo menyalami mama Lusiana.


Lusiana datang membawa segelas air putih untuk Aldo, lalu meletakkannya di atas meja tamu.


"Tante tinggal dulu ya Nak... biasa lanjut nonton Drakor, kalian silahkan ngobrol," ucap mama Lusiana pada Aldo.


" Silahkan Tan," Aldo tersenyum.


" Minum Al, sori ga ada apa- apa buat disuguhkan."


" Makasih Lus."


"Ngomong- ngomong tumben kamu mampir ke sini Al?"


" Iya Lus... boleh kan aku sering main ke sini? kita temenan Lus..," ucap Aldo menatap Lusiana penuh harap.


" Ga apa- apa Al, silahkan aja kalau mau main ke sini...cuma maaf nih, aku mau nanya Al.. kalau kamu sering main ke sini Kak Yanti ga marah?"

__ADS_1


" Kenapa Yanti harus marah Lus?" Aldo mengerenyitkan keningnya bingung.


" Kata Tante Linda.. kamu pacaran sama kak Yanti?"


" Yang bener Lus mamanya Yanti ngomong gitu? ga kok..kita ga pacaran," Aldo menjelaskan.


" Cuma takut ada salah paham aja Al..." Lusiana tersenyum.


" Sori Lus, aku mau nanya nih, tempo hari kamu menolak lamaranku karena Yanti?"


" Oh bukan begitu Al...ini ga ada hubungannya sama Kak Yanti, aku belum siap aja Al. Sori banget ya....." Lusiana menjelaskan.


" Ga apa- apa Lus, santai aja...mungkin aku aja yang terlalu buru- buru...," kekeh Aldo.


" Kita belum lama kenal Al....kita temenan aja dulu ya, aku jadi ga enak hati sama kamu."


" Tenang Lus...aku ga apa- apa kok..ga sampai patah hati kok he...he...," canda Aldo.


Lusiana jadi lega setelah mendengar kata- kata Aldo. Ia berharap Aldo memang tidak sampai patah hati karenanya.


Aldo adalah pria yang santun, dan Lusiana menyukai sikap Aldo itu.


Lusiana tidak pernah membatasi pergaulannya dengan siapapun, asalkan bersikap wajar dan sopan ia tidak berkeberatan berteman dengan mereka.


"Kata Tante Dewi, ada Abang bungsumu Lus pulang dari Cianjur?"


" Bang Vino...iya Al sudah beberapa hari dia ke sini, lagi ambil cuti."


" Terus di mana abangmu kok ga keliatan Lus?"


" Biasa Al...mana betah dia di rumah terus. Lagi keluar sama temannya," jawab Lusiana.


" Jarang Al, dia kan sibuk kerja...mana ada waktu main ke sini."


" Yanti lagi deket tuh sama Herman."


" Herman anaknya Tante Dewi?"


" Iya Lus..."


" Owh...," Lusiana manggut- manggut.


" Kalau aku, anggap Yanti udah seperti adik perempuanku sendiri Lus, kami memang dekat tapi bukan pacaran," kata Aldo menjelaskan.


" Kamu saat ini lagi dekat sama seseorang Lus?" tanya Aldo dengan rasa ingin tau.


" Ga...Al, kalo teman cowok sih banyak... hmmm kalau lagi dekat dalam artian apa dulu nih?"


" Ya...misalkan lagi pdkt atau gimana gitu?"


" He....he...masih dalam hubungan teman semua Al.."


" Kalau begitu aku masih ada harapan dong?"


" Kita ga tau Al ke depannya gimana, yang namanya jodoh kan kita ga tau."


" Iya sih Lus, selama belum ada janur kuning berarti kamu masih bebas kan. ha....ha..." Aldo terbahak.


" Ya....jalanin aja Al...biarkan mengalir secara alami aja...." kata Lusiana tersenyum.

__ADS_1


" Nanti aku main ke sini lagi ya Lus, tapi jangan bosan ya..."


" Datang aja Al....silahkan."


"Asyik....," ledek Aldo tertawa.


Lusiana juga tertawa, Aldo teman yang menyenangkan bagi Lusiana.


Aldo cowok yang mendekati sempurna...ganteng, sopan, tinggi, udah punya pekerjaan bagus lagi.


Aldo pandai membawa dirinya, suka bercanda, dan yang paling Lusiana suka dari Aldo adalah ia tidak sombong, walaupun ia seorang pria yang sukses ia tidak pernah membawa- bawa atau bercerita tentang pekerjaannya.


" Haus Lus, aku minum ya," Aldo meneguk air putih yang disuguhkan Lusiana padanya.


Ada suara mobil berhenti di halaman rumah Lusiana.


Lalu terdengar suara tawa Vino dan Dirga yang sudah biasa didengar kuping Lusiana beberapa hari ini.


" Bang Vino udah pulang," ucap Lusiana pada Aldo.


Vino dan Dirga melirik motor gede yang terparkir di situ.


" Ada tamu," ucap Vino pada Dirga.


Vino dan Dirga masuk ke ruang tamu dan mereka melihat pria ganteng yang sedang ngobrol dengan Lusiana.


" Selamat malam...," Aldo menyapa dan menggangguk pada Vino dan Dirga.


" Malam...," Vino dan Dirga membalas sapaan Aldo.


" Bang Vino...Mas Dirga kenalin ini Aldo, teman Lusiana. Al, ini Abangku, bang Vino dan ini Mas Dirga...," Lusiana memperkenalkan mereka.


Mereka saling berjabat tangan.


"Gabung sini mas Dirga," ucap Lusiana bangun dari duduknya.


Lusiana melesat ke dapur mengambilkan minum buat Dirga dan abangnya.


Lusiana kembali ke ruang tamu membawa dua gelas air putih lalu meletakkannya di atas meja tamu.


" Tadi bang Vino sama mas Dirga dari mana aja?" tanya Lusiana.


" Biasa Lus, muter- muter ke pusat kota.. cuci mata," jawab Dirga tertawa.


" Baju kali dicuci bro, mata dicuci pake sabun perih," canda Vino.


" Udah lama Al?" tanya Vino pada Aldo.


" Lumayan lama bang..."


" Panggil Vino aja bro... jangan pake Abang entar dikirain Abang bakso lagi..." Vino ngakak.


Lusiana geleng- geleng kepala melihat abangnya. Ga peduli lagi bicara sama siapa, abangnya ini emang tukang ngelawak.


" Oke kalau begitu," jawab Aldo tertawa.


Aldo merasa... Vino, abang Lusiana orang yang ramah dan luwes dalam bergaul.


Dengan orang yang baru dia kenal saja, bisa dia ajak bercanda.

__ADS_1


__ADS_2